Tata Cara Sholat Wajib 5 Waktu yang Benar, Lengkap Bacaannya

Sholat wajib 5 waktu merupakan ibadah yang wajib dikerjakan setiap muslim yang sudah balig dan berakal.

Diperbarui 19 Juni 2025, 10:57 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Sholat wajib lima waktu merupakan kewajiban utama bagi setiap muslim yang baligh dan berakal. Ibadah ini menjadi tiang agama yang harus ditegakkan setiap hari tanpa terkecuali. Oleh karena itu, memahami tata cara sholat wajib dengan benar sangat penting agar ibadah yang dilakukan sah dan diterima oleh Allah SWT. Setiap rakaat memiliki urutan dan bacaan tertentu yang tidak boleh dilewatkan, mulai dari takbiratul ihram hingga salam.

Dalam buku Tuntunan Shalat Lengkap (1976) karya Moh. Rifai, dijelaskan bahwa sholat wajib terdiri dari niat, takbiratul ihram, bacaan Al-Fatihah, ruku', i'tidal, sujud, duduk di antara dua sujud, hingga salam, yang masing-masing harus dilakukan secara tertib dan sesuai tuntunan Rasulullah SAW. Penekanan pada ketertiban gerakan dan kekhusyukan bacaan menjadi bagian penting dalam menyempurnakan ibadah sholat sehari-hari.

Sementara itu, dalam buku Fiqih Ibadah (2020) karya Zaenal Abidin, disebutkan bahwa tata cara sholat wajib tidak hanya soal gerakan, tetapi juga niat, pemahaman makna bacaan, dan sikap hati yang khusyuk dalam berdialog dengan Allah SWT. Dengan memahami secara menyeluruh tata cara sholat wajib, seorang muslim dapat memperbaiki kualitas ibadahnya sekaligus menjadikan sholat sebagai sumber ketenangan dan petunjuk hidup sehari-hari.

Berikut ini Liputan6.com ulas selengkapnya, Kamis (19/6/2025).

Syarat Sholat Wajib

Berikut ini terdapat syarat sah sholat wajib yang perlu diketahui oleh umat muslim, yaitu:

1. Beragama Islam.

2. Baligh dan berakal.

3. Suci seluruh anggota badan, pakaian, dan tempat.

4. Menutup aurat. Aurat laki-laki antara pusar sampai lutut, sedangkan wanita adalah seluruh anggota badan kecuali muka dan kedua telapak tangan.

4. Suci seluruh anggota badan, pakaian dan tempat.

5. Telah masuk waktu sholat yang sudah ditentukan.

6. Menghadap kiblat.

Bacaan Niat Sholat Wajib

Sebelum mengetahui tata cara sholat wajib, anda terlebih dahulu mengetahui bacaan niat sholat wajib tiap masing-masing waktu, yaitu:

1. Sholat Subuh

Bacaan niat sholat wajib yang pertama adalah sholat subuh, yaitu:

“Ushalli fardhas subhi rak’ataini mustqbilal qiblati adaa-an (ma’mumam/imaaman) lillaahi ta’aalaa. Allaahu akbar.”

2. Sholat Dzuhur

Bacaan niat sholat wajib yang kedua adalah sholat dzuhur, yaitu:

“Ushalli fardhadz dzuhri arba’a raka’aatin mustqbilal qiblati adaa-an (ma’mumam/imaaman) lillaahi ta’aalaa. Allaahu akbar.”

3. Sholat Ashar

Bacaan niat sholat wajib yang ketiga adalah sholat ashar, yaitu:

“Ushalli fardhal ashri arba’a raka’aatin mustqbilal qiblati adaa-an (ma’mumam/imaaman) lillaahi ta’aalaa. Allaahu akbar.”

4. Sholat Maghrib

Bacaan niat sholat wajib yang keempat adalah sholat maghrib, yaitu:

“Ushalli fardhal maghribi salasa’ raka’aatin mustqbilal qiblati adaa-an (ma’mumam/imaaman) lillaahi ta’aalaa. Allaahu akbar.”

5. Sholat Isya

Bacaan niat sholat wajib yang kelima adalah sholat isya, yaitu:

“Ushalli fardhal ‘Isyaa-i raka’aatin mustqbilal qiblati adaa-an (ma’mumam/imaaman) lillaahi ta’aalaa. Allaahu akbar.”

Tata Cara Sholat Wajib yang Benar

Untuk lebih memahaminya, berikut ini tata cara sholat wajib yang benar sesuai syariat islam:

1. Membaca niat sholat

Seperti yang telah disampaikan diatas, bacaan niat sholat wajib sesuai dengan waktunya.

2. Takbiratul Ihram

Takbiratul Ihram dilakukan setelah membaca niat dengan mengangkat kedua tangan sejajar dengan telinga untuk laki-laki, dan sejajar dengan dada untuk perempuan, sambil membaca:

“Allaahu akbar”

Kemudian kedua tangan disedekapkan pada dada dan membaca do’a iftitah:

“Kabiiraa wal hamdu lillaahi katsiiraa wasubhaanallaahi bukrataw waashiilaa. Innii wajjahtu wajhiya lilladzii fatharas samaawaati wal ardha haniifam muslimaw wamaa ana minal musyrikiin. Inna shalaatii wanusukii wamahyaaya wamamaatii lillaahirabbil ‘aalamiin. Laa syariika lahuu wa bidzaalika umirtu wa ana minal muslimiin.”

Dilanjutkan dengan membaca surat Al-Fatihah:

“Bismillaahir rahmaanir rahiim. Alhamdu lillaahi rabbil ‘aalamiin. Arrahmaanir rahiim. Maalikiyaumiddiin. Iyyaaka na’budu waiyyaaka nasta’iinu. Ihdinash shiraathal mustaqiim. Shiraathal ladziina an’amta ‘alaihim ghairil maghdhuubi ‘alaihim waladhdhaalliin. Aamiin.”

Dilanjutkan dengan membaca salah satu surah pendek atau ayat-ayat dalam Al-Qur’an.

3. Ruku’

Setelah selesai membaca surat Al-Fatihah dan surat pendek, tata cara sholat wajib selanjutnya adalah ruku’. Kedua tangan diangkat setinggi telinga dan membaca Allaahu akbar, kemudian badan dibungkukkan, kedua tangan memegang lutut dan ditekankan. Usahakan antara punggung dan kepala supaya rata. Setelah sempurna, kemudian membaca do’a berikut sebanyak tiga kali:

“Subhaana rabbiyal ‘adziimi wa bihamdih”. (3x)

4. I'tidal

Setelah ruku’, kemudian bangkit tegak dengan mengangkat kedua tangan setinggi telinga sambil membaca:

“Sami’allaahu liman hamidah.”

“Rabbanaa lakal hamdu mil’us samaawati wa mil ‘ulardhi wa mil ‘umaasyi’ta min syai’in ba’du.”

5. Sujud

Selesai I’tidal lalu sujud dengan meletakkan dahi di alas shalat. Ketika turun, yaitu dari berdiri i’tidal ke sujud sambil membaca “Allahuu akbar”. Dan saat sujud membaca tasbih sebanyak tiga kali:

“Subhaana rabbiyal a‘laa wa bihamdih.” (3x)

Setelah sujud, lakukan duduk di antara dua Sujud dan membaca:

“Rabbighfirlii warhamnii wajburnii warfa’nii warzuqnii wahdinii wa’aafinii wa’fu ‘annii.”

6. Sujud Kedua

Sujud kedua, ketiga, dan keempat dikerjakan seperti sujud pertama baik cara maupun bacaannya. Setelah sujud kedua, berdiri dan melakukan raka’at kedua dengan tata cara sholat sama seperti raka’at pertama namun tanpa membaca do’a Iftitah. Sesudahnya, membaca surat Al-Fatihah, surat pendek, melakukan ruku’, I’tidal dan kemudian sujud untuk raka’at kedua.

7. Tasyahud Awal

Tasyahud Awal dilakukan pada raka’at kedua (kecuali shalat Subuh) setelah sujud yang kedua yaitu dengan duduk membentuk tasyahud awal dengan sikap kaki kanan tegak dan kaki kiri diduduki sambil membaca tasyahud awal:

“Attahiyyaatul mubaarakaatush shalawatuth thayyibaatu lillaah. Assalaamu ‘alaika ayyuhan nabiyyu warahmatullaahi wabarakaatuh. Assalaamu ‘alainaa wa ‘alaa ‘ibadadillaahish shaalihiin. Asyhadu allaa ilaaha illallaah. Wa asyhadu anna muhammadar rasuulullaah. Allaahumma shalli ‘alaa sayyidinaa muhammad.”

8. Tahiyatul Akhir

Selesai tasyahud Awal, berdiri kembali dengan mengangkat kedua tangan setinggi telinga sambil membaca Allaahu akbar untuk mengerjakan raka’at ketiga. Tata cara sholat sama seperti raka’at kedua namun tanpa membaca surat pendek.

Selesai raka’at ketiga, langsung mengerjakan raka’at keempat. Tata cara sholat raka’at keempat sama seperti raka’at kedua namun tanpa membaca surat pendek. Kemudian setelah sujud terakhir, dilakukan tahiyatul akhir dengan duduk kaki bersilang (tawarruk) serta membaca:

“attahiyaatul mubaarakaatush shalawaa-tuth thayy1baatu lillaah. assalaamu alaika ayyuhan nabiyyu warahmatullaahi wabarakaatuh. assalaamualainaa wa’alaa 'ibaadillaahish shaalihhn. asy-hadu al laa ilaaha illallaah, wa asyhaduanna muhammadar rasuulullaah. allaahumma shalli alaa sayyidinaa muhammad. wa alaa aali sayyidinaa muhammad. kama shallaita ‘alaa sayyidinaaibraahiim. wa’alaa aali sayyidinaa ibraahiim wabaarik-‘alaa sayyidinaa muhammad wa-‘alaa aali sayyidinaa muhammad. kamaa baarakta alaa sayyidinaa ibraahiim. wa ‘alaa aali sayyidinaa ibraahiim fil’aala miina innaka hamiidum majiid.”

9. Salam

Selesai Tahiyatul Akhir, lakukan salam dengan menengok ke kanan dan ke kiri bergantian sambil membaca:

“Assalaamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.”

Doa Setelah Sholat Wajib

1. Membaca Istigfar Sebanyak 3 kali

أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِـيْمِ الَّذِيْ لَااِلَهَ اِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّوْمُ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ

"Astaghfirullah Hal'adzim, Aladzi Laailaha Illahuwal Khayyul Qoyyuumu Wa Atuubu Ilaiih."

2. Membaca Doa Berikut

لَاإِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِيْ وَيُمِيْتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٌ

"Laa Ilaha Illallah Wakhdahu Laa Syarika Lahu, Lahul Mulku Walahul Khamdu Yukhyiiy Wayumiitu Wahuwa 'Alaa Kulli Syai'innqodiir."

3. Membaca Doa Perlindungan dari Siksa Neraka Sebanyak 3 Kali

اَللَّهُمَّ أَجِرْنِـى مِنَ النَّارِ

"Allahumma Ajirni Minan-Naar"

4. Membaca Doa yang Dimaksudkan untuk Memuji Allah SWT

للَّهُمَّ أَنْتَ السَّلاَمُ، وَمِنْكَ السَّلَامُ، وَإِلَيْكَ يَعُوْدُ السَّلَامُ فَحَيِّنَارَبَّنَا بِالسَّلَامِ وَاَدْخِلْنَا الْـجَنَّةَ دَارَ السَّلَامِ تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ يَا ذَاالْـجَلَالِ وَاْلإِكْرَام.

"Allahumma Angtassalam, Wamingkassalam, Wa Ilayka Ya'uudussalam Fakhayyina Rabbanaa Bissalaam Wa-Adkhilnaljannata Darossalaam Tabarokta Rabbanaa Wata'alayta Yaa Dzaljalaali Wal Ikraam."

5. Membaca Al Fatihah

أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ: بِسْمِ اللَّـهِ الرَّحْمَـٰنِ الرَّحِيمِ ﴿١﴾ الْحَمْدُ لِلَّـهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ ﴿٢﴾ الرَّحْمَـٰنِ الرَّحِيمِ ﴿٣﴾ مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ ﴿٤﴾إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ ﴿٥﴾ اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ ﴿٦﴾صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ ﴿٧﴾ أمين

“A’udzu Billahiminas Syaitho Nirrojiim. Bismillahir rohmanirro’hiim. Al’hamdulillahi robbil’aalamiin. Arro’hmanirro’him. Maliki Yawmiddiin. Iyyaka Na’budu Wa Iyyaka Nasta’iin. Ihdinash-Shiro Tholmustaqiim. Shirotholladziina An’amta ‘Alaihim Ghoiril maghdhuubi ‘Alaihim Wala Dholiin. Aamiin.”

QnA tentang Tata Cara Sholat Wajib

Q: Apa yang dimaksud dengan sholat wajib?

A: Sholat wajib adalah ibadah yang harus dilakukan oleh setiap muslim baligh dan berakal sebanyak lima kali sehari, yaitu sholat Subuh, Zuhur, Asar, Magrib, dan Isya. Meninggalkan sholat wajib tanpa alasan syar’i berdosa besar dalam Islam.

Q: Bagaimana tata cara sholat wajib yang benar?

A: Tata cara sholat wajib dimulai dengan niat, dilanjutkan dengan takbiratul ihram, membaca Al-Fatihah dan surat pendek, ruku’, i’tidal, sujud, duduk di antara dua sujud, dan salam. Jumlah rakaatnya berbeda-beda tergantung jenis sholatnya.

Q: Apakah ada perbedaan gerakan antara sholat wajib dan sholat sunnah?

A: Secara umum, gerakan dan bacaan sholat wajib dan sunnah sama. Perbedaannya terletak pada niat, jumlah rakaat, dan waktu pelaksanaan. Sholat wajib lebih diutamakan dan berdosa jika ditinggalkan, sedangkan sholat sunnah bersifat pelengkap dan berpahala.

Q: Apa hukum meninggalkan sholat wajib?

A: Meninggalkan sholat wajib dengan sengaja termasuk dosa besar. Dalam Islam, sholat adalah tiang agama. Orang yang lalai dalam melaksanakan sholat wajib diperingatkan keras dalam Al-Qur’an dan hadis Nabi SAW.

Q: Apakah sholat wajib boleh dijamak atau diqasar?

A: Boleh, dalam kondisi tertentu seperti safar (perjalanan jauh) atau hujan deras. Jamak berarti menggabungkan dua waktu sholat, sedangkan qasar berarti meringkas jumlah rakaat. Ketentuannya diatur dalam fiqih.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6