Liputan6.com, Jakarta - Secara umum, arti healing dalam bahasa Inggris mengacu pada proses penyembuhan atau pemulihan, baik dari kondisi fisik maupun mental. Menurut Merriam‑Webster Medical Dictionary, definisinya adalah “the act or process of curing or of restoring to health; the process of getting well”.
Hal tersebut mencakup proses alami penyembuhan jaringan yang rusak serta pemulihan kondisi mental dan emosional.
Advertisement
Penggunaan arti kata healing biasanya dominan di kalangan anak muda di media sosial. Penggunaannya dengan cepat menyebar ke lingkungan nyata karena sering digunakan secara luas di platform sosial media. Kamu mungkin penasaran dengan arti kata healing sebenarnya ketika mendengar temanmu menggunakan kata ini.
Secara harfiah, arti kata healing merujuk pada proses penyembuhan atau pengobatan. Penggunaan kata "healing" di media sosial memiliki beragam konteks, namun pada intinya masih terkait dengan arti aslinya yaitu proses penyembuhan.
Sebagian orang memahami arti healing sebagai aktivitas berlibur, berwisata, atau meninggalkan rutinitas untuk sementara waktu. Pemahaman tersebut tidak sepenuhnya salah. Aktivitas semacam itu memang dapat memberikan manfaat dalam proses healing. Namun, apa sebenarnya arti healing?
Berikut penjelasan selengkapnya sebagaimana dikutip dari berbagai sumber oleh Liputan6.com pada Selasa (10/6/2025) tentang arti sebenarnya dari kata "healing".
Arti Healing Secara Bahasa
Secara etimologis, kata healing berasal dari bahasa Inggris Kuno hǣlan, yang berarti “menjadi utuh” atau “menjadi sehat”. Arti healing ini berakar dari konsep holistik tentang penyembuhan yang tidak hanya memulihkan luka fisik, tetapi juga menyatukan kembali bagian-bagian jiwa yang mengalami keterputusan akibat trauma atau penderitaan.
Proses healing, dalam makna bahasa ini, bukan hanya berorientasi pada sembuh dari sakit, melainkan menuju pada pemulihan eksistensi seseorang secara menyeluruh. Melansir dari ResearchGate dan Baylor Institute for Studies of Religion, makna healing berkembang dari ide dasar "restorasi keutuhan" yang lahir dari kondisi kerusakan atau penderitaan.
Dalam dunia medis, healing memiliki definisi yang lebih teknis dan terfokus pada aspek biologis. Kamus medis seperti Stedman’s Medical Dictionary dan Dorland’s Illustrated Medical Dictionary menjelaskan arti healing sebagai pemulihan integritas jaringan tubuh yang rusak akibat luka atau inflamasi. Proses ini mencakup fase biologis tertentu, seperti respons imun, regenerasi sel, dan reparasi jaringan yang bertujuan mengembalikan fungsi organ yang terganggu.
Merriam-Webster juga menegaskan bahwa healing adalah “the act or process of curing or of restoring to health”, yakni tindakan atau proses untuk memulihkan kesehatan.
Healing Bukan Hanya Penyembuhan Fisik
Namun, healing tidak hanya mencakup penyembuhan fisik semata. Menurut Smith Center for Healing and the Arts, konsep healing mencakup pemulihan secara fisik, mental, emosional, dan spiritual. Dalam kerangka ini, seseorang dikatakan mengalami healing apabila ia menemukan kembali makna hidup, harapan, dan tujuan eksistensialnya setelah mengalami krisis atau penderitaan. Proses healing bersifat personal dan subyektif, sering kali tidak tampak secara kasat mata seperti halnya luka fisik, namun berdampak besar dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam penelitian berjudul The Meaning of Healing dan Healing, A Concept Analysis memperkuat pemahaman bahwa healing merupakan proses transformasi diri yang mendalam. Arti healing digambarkan sebagai pengalaman menyeluruh di mana individu mengakui penderitaan yang pernah dialami dan secara perlahan merekonstruksi narasi hidupnya menuju pemulihan batin.
Proses ini sering kali melibatkan tindakan seperti refleksi diri, penerimaan, dan pencarian makna baru dari penderitaan yang telah dialami. Dikarenakan itulah, healing tidak selalu identik dengan hilangnya gejala fisik, melainkan lebih kepada perjalanan spiritual dan psikologis untuk menjadi utuh kembali.
Banyak penelitian juga menyimpulkan bahwa arti healing adalah proses yang dinamis dan multidimensional. Artinya, meskipun terapi medis dapat berperan penting, healing juga dipengaruhi oleh keseimbangan antara tubuh, pikiran, emosi, spiritualitas, serta dukungan sosial. Interaksi antar elemen ini menciptakan ruang pemulihan yang tidak linier, tetapi bertahap dan unik untuk setiap individu.
Advertisement
Memahami Praktik Healing yang Benar
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4478106/original/052377100_1687489899-fuu-j-r2nJPbEYuSQ-unsplash.jpg)
Dalam beberapa tahun terakhir, istilah healing mengalami peningkatan popularitas di media sosial. Istilah ini sering digunakan oleh warganet untuk merujuk pada kegiatan seperti berlibur ke tempat wisata, menikmati kopi di kedai estetik, atau sekadar menghabiskan waktu di luar rumah untuk “menenangkan diri.”
Pemahaman ini tidak sepenuhnya keliru, mengingat kegiatan rekreatif memang dapat memberikan rasa nyaman secara psikologis. Namun demikian, kecenderungan untuk mereduksi makna healing hanya sebatas aktivitas menyenangkan menunjukkan adanya miskonsepsi tentang esensi dari proses penyembuhan itu sendiri.
Melansir dari Psychology Today, healing dijelaskan sebagai proses internal yang bersifat holistik, mencakup kesadaran penuh terhadap luka yang dialami, pengolahan emosi secara mendalam, serta penciptaan makna baru dari pengalaman hidup yang menyakitkan.
Seseorang yang memilih untuk berlibur demi "healing" namun tidak pernah benar-benar menghadapi atau memahami akar dari tekanan emosionalnya, berisiko hanya mengalami pelarian sesaat tanpa pemulihan yang nyata.
Hal serupa disampaikan oleh Harvard Health Publishing bahwa healing sejati melibatkan mindful processing, yakni proses sadar dalam mengidentifikasi, menerima, dan memaknai kembali pengalaman hidup yang menimbulkan luka emosional atau psikologis.
Dalam hal ini, healing bukanlah sekadar penghilangan gejala stres atau kesedihan, melainkan proses transformasi diri yang bertujuan untuk mengembalikan keseimbangan internal. Oleh karena itu, healing tidak selalu identik dengan kegiatan fisik seperti bepergian atau bersenang-senang, tetapi bisa juga berbentuk dialog batin yang mendalam dan pengembangan kesadaran diri secara berkelanjutan.
Fenomena penggunaan istilah healing di media sosial mencerminkan kebutuhan emosional masyarakat untuk mencari pemulihan dari tekanan hidup yang kompleks. Namun, dalam praktiknya, banyak individu yang memilih aktivitas luar seperti travelling, belanja, atau menonton sebagai bentuk instant gratification tanpa benar-benar menyentuh akar persoalan psikologis mereka. Aktivitas-aktivitas ini memang dapat memberikan rasa senang sesaat, tetapi jika tidak diiringi dengan kesadaran reflektif dan penyelesaian terhadap konflik batin, maka healing yang diharapkan tidak akan tercapai secara utuh.
Ketahui Tujuan Sebenarnya dari Healing
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2877648/original/021224000_1565337747-conner-ching-7ACuT0u-DoA-unsplash.jpg)
Arti kata healing tentunya tidak lengkap kamu pahami sebelum kamu mengerti apa tujuan dari aktivitas tersebut. Jika dilihat dari arti kata healing, tujuan dari healing adalah penyembuhan diri ini berkaitan dengan banyak hal, terutama terkait kesehatan mental seseorang.
Untuk mencapai tujuan dari healing, yakni untuk menyembuhkan diri dari hal yang berkaitan dengan kesehatan mental, tentu harus melewati berbagai macam tahap atau langkah. Dilansir dari berbagai sumber, berikut adalah tujuan dari healing:
1. Berdamai dengan Diri Sendiri
Salah satu tujuan healing adalah berdamai dengan sendiri. Arti berdamai dengan diri sendiri bisa disebut dengan tidak menyalahkan diri sendiri atas keadaan yang terjadi. Hal ini tentu bisa sedikit memberi ketenangan batin atas peristiwa di masa lalu yang pernah terjadi. Berusaha menjadi pribadi yang baik dari sebelumnya, memperbaiki segala sesuatu yang terjadi, dan fokus pada masa depan bisa jadi cara memulai berdamai dengan diri sendiri.
2. Mengenali Diri Sendiri
Di sisi lain orang bisa dengan mudah memahami perasaan orang lain, namun tidak dengan dirinya sendiri. Nah, tujuan dari healing adalah untuk memahami perasaan dirimu sendiri. Artinya pahami apa yang sebenarnya kamu inginkan. Jujur pada diri sendiri bisa jadi cara termudah untuk memulai penyembuhan diri. Dengan memahami dan mengenali diri sendiri lebih dalam, kita akan lebih mudah untuk mengatasi masalah yang kita hadapi.
3. Me-time atau Meluangkan Waktu untuk Diri Sendiri
Terkadang kamu membutuhkan waktu sendiri untuk mendapatkan ketenangan batin. Cara ini juga bisa dilakukan untuk membantumu meredakan rasa cemas, khawatir, sedih, ataupun takut. Lakukan sesuatu yang kamu suka tanpa memikirkan orang lain dan fokus pada diri sendiri. Dengan begitu dapat membantumu mendapatkan perasaan bahagia tanpa khawatir dengan pendapat orang lain.
4. Mindfullness atau Kesadaran Penuh
Tujuan dari healing adalah mindfulness. Artinya, berpikir dengan penuh kesadaran dalam mengelola perasaan, pikiran dan emosinya. Dengan begitu dapat membantu mereka merespon sesuatu secara lebih bijak dan baik.
5. Self Compassion atau Memahami Kondisi Emosi Diri
Tujuan healing berikutnya adalah dengan self compassion yakni memahami keadaan emosi diri sendiri. Sehingga dapat membantu seseorang berpikir lebih positif, menerima segala sesuatu secara ikhlas dan bisa menghindari kesedihan yang terlalu dalam.
6. Belajar dari Masa Lalu
Tujuan healing juga bisa untuk pengalaman masa lalu merupakan salah satu cara menerapkan healing yang sangat penting kamu perhatikan. Setiap orang tentu memiliki masa lalu. Dari masa lalu ini pula kamu bisa belajar menjadi pribadi yang lebih baik. Artinya untuk menerapkan healing berusahalah untuk menempatkan masa lalu pada tempatnya sebagai pembelajaran bukan penyesalan terus menerus.
Advertisement
Q&A
Apa arti dasar "healing"?
Dalam kamus medis, healing berarti proses penyembuhan atau pemulihan dari penyakit atau luka.
Apakah healing selalu melibatkan obat atau medis?
Tidak selalu—healing juga bisa bersifat alami, spiritual, dan emosional, bukan semata intervensi medis.
Apa bedanya cure dan healing?
Cure adalah penghilangan penyakit secara fisik, sedangkan healing mencakup pemulihan secara keseluruhan—fisik, mental, dan spiritual.
Mengapa healing disebut proses subjektif?
Karena healing melibatkan pengalaman pribadi, pemaknaan trauma, dan pengembalian rasa utuh meskipun gejala fisik mungkin saja tersisa.
Apa contoh healing dalam kehidupan sehari-hari?
Seperti seseorang bangkit dari stres berat, menemukan makna baru setelah kehilangan, atau pulih dari peristiwa menyakitkan dengan bantuan ritual spiritual atau dukungan sosial.
Apakah healing bisa terjadi tanpa bantuan profesional?
Bisa. Banyak orang mengalami recovery melalui dukungan keluarga, meditasi, doa, atau kegiatan seni tanpa terapis formal.
Apa indikator bahwa seseorang telah mengalami healing?
Mereka kembali memiliki keseimbangan emosional, narasi kehidupan yang positif, dan rasa utuh secara batin—bukan sekadar hilangnya gejala.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5515623/original/045243200_1772182225-dinas_perhubungan_-_klaim_facebook_cpns.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8336960/original/043977000_1782207955-cek_fakta_-_bibit_Ikan_lele.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8327596/original/000770900_1782197299-cek_fakta_-_dishub_lowongan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5471300/original/019987800_1768283249-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-01-13T124627.766.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1919772/original/078451300_1618831223-IMG-20210310-WA0034.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4478108/original/067803800_1687489901-jared-rice-NTyBbu66_SI-unsplash.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/3051591/original/000650000_1657289366-IMG_20220526_150737_149.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1812277/original/052062800_1684314288-Beach_life.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1812256/original/019737900_1776314232-pexels-beyzaa-yurtkuran-279977530-17071110.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261305/original/096719500_1781694640-000_B4XF3RA.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8374721/original/069599100_1782252182-IMG-20260624-WA0001.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8369442/original/037177900_1782246021-Portugal_s_Cristiano_Ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261727/original/037682800_1781755838-063_2282102375.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8361929/original/059220800_1782237469-000_B8324TW.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262482/original/047548300_1781803743-Croatia_s_Ivan_Perisic.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8361794/original/064983200_1782237341-000_B8324T4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257143/original/047056400_1781226984-mexico-city-stadium.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261515/original/075937400_1781733992-IMG-20260618-WA0000.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257797/original/022434900_1781257127-South_Africa_s_Themba_Zwane__11__receives_a_red_card.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258737/original/031550300_1781406712-063_2281462946.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263365/original/096832600_1781914237-063_2282418040.jpg)