Liputan6.com, Jakarta Jenis puisi modern sangat beragam. Puisi adalah salah satu bentuk dari karya sastra yang memakai rangkaian kata bermakna dan indah. Puisi juga dapat menjadi bentuk ekspresi dan ungkapan hati dari sang penulis yang ditulisnya secara bebas, namun tetap mengandung ciri khas.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia atau KBBI, puisi adalah ragam sastra yang bahasanya terikat oleh irama, matra, rima, serta penyusunan larik dan bait. Sedangkan menurut H.B Jassin, puisi adalah suatu karya sastra yang diucapkan dengan perasaan dan memiliki gagasan atau pikiran serta tanggapan terhadap suatu hal atau kejadian tertentu.
Advertisement
Pada umumnya, jenis puisi terbagi menjadi dua yaitu jenis puisi lama dan jenis puisi modern atau kontemporer. Namun, popularitas jenis puisi modern lebih banyak diminati sebab puisi baru merupakan salah satu jenis puisi yang mempunyai bentuk yang lebih bebas dalam hal aturan. Baik itu aturan mengenai jumlah baris, suku kata, ataupun rima dan irama. Puisi baru tidak kaku seperti halnya puisi lama.
Sebelum anda membuat salah satu jenis puisi modern, anda perlu untuk mengetahui jenis puisi modern beserta ciri-ciri dan contohnya terlebih dahulu. Berikut ini penjelasan mengenai jenis puisi modern yang telah dirangkum oleh Liputan6.com dari berbagai sumber, Senin (23/6/2025).
Jenis-Jenis Puisi Baru
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3401788/original/076534600_1615805084-pexels-photo-4587610.jpeg)
Menurut Liberatus Tengsoe Tjahjono (1988: 50) sebagaimana dikutip dari kajian yang dipublikasikan di Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia Vol 11 No 1, Maret 2022, puisi adalah ungkapan perasaan penyair tehadap dinamika kehidupan yang dialami maupun yang orang lain alami dengan mengunakan kata-kata puitis.
Mengutip kajian yang dipublikasikan di Metonimia: Jurnal Sastra dan Pendidikan Kesusastraan Vol 1, No 2, Maret 2023, puisi modern adalah karya sastra yang ditulis dalam periode waktu modern atau kontemporer, yaitu sejak awal abad ke-20 hingga saat ini. Puisi modern ditandai dengan penggunaan bahasa yang lebih bebas dan eksperimental dalam penggunaan struktur, bentuk, dan gaya penulisan.
Ciri khas puisi modern adalah penggunaan bahasa yang lebih sederhana, penggunaan metafora dan simbolisme yang lebih eksperimental, serta lebih mengutamakan pengekspresian emosi, perasaan, dan pemikiran individu. Puisi modern seringkali juga mencerminkan keadaan sosial, politik, dan budaya pada masa tersebut, serta mencerminkan perubahan-perubahan yang terjadi pada masyarakat dan dunia saat itu.
Berikut ini jenis-jenis puisi baru :
1. Balada
Balada adalah puisi berisi kisah atau cerita. Balada jenis ini terdiri dari 3 (tiga) bait. Masing-masing terdiri dari 8 larik dengan skema rima a-b-a-bb-c-c-b. Skema rima berubah menjadi a-b-a-b-b-c-b-c. Larik terakhir dalam bait pertama digunakan sebagai refren dalam bait-bait berikutnya. Berikut adalah salah satu contoh balada yang terkenal karya WS Rendra, yaitu:
Balada Ibu yang dibunuh
Ibu musang di lindung pohon tua meliang
Bayinya dua ditinggal mati lakinya.
Bualan sabit terkait malam memberita datangnya
Waktu makan bayi-bayinya mungil sayang.
Matanya berkata pamitan, bertolaklah ia
Dirasukinya dusun-dusun, semak-semak, taruhan harian atas nyawa.
Burung kolik menyanyikan berita panas dendam warga desa
Menggetari ujung bulu-bulunya tapi dikibaskannya juga.
Membubung juga nyanyi kolik sampai mati tiba-tiba
Oleh lengking pekik yang lebih menggigitkan pucuk-pucuk daun
Tertangkap musang betina dibunuh esok harinya.
Tiada pulang ia yang mesti rampas rejeki hariannya
Ibu yang baik, matinya baik, pada bangkainya gugur pula dedaun tua.
Tiada tahu akan meraplah kolik meratap juga
Dan bayi-bayinya bertanya akan bunda pada angin tenggara
Lalu satu ketika di pohon tua meliang
Matilah anak-anak musang, mati dua-duanya.
Dan jalannya semua peristiwa
Tanpa dukungan satu dosa, tanpa.
2. Hymne
Hymne adalah puisi berisi pujian untuk Tuhan, tanah air, atau pahlawan. Hymne juga sering disebut dengan gita puja atau madah. Bagi umat Kristiani, hymne adalah nyanyian yang dikarang khusus untuk digunakan bermadah atau bersembahyang. Berikut ini contoh jenis puisi hymne, yaitu:
Ya Tuhan kami
Kami telah terpuruk dalam lautan dosa
Detik menit jam kami terendam dalam dosa
Pikiran yang mendua
Hati yang beku
Ampunilah kami
Ya Tuhan kami
Ya Tuhan
Telah kotor setiap inci daging ini
Telah hina diri ini
Menyalahgunakan karunia-Mu
Mengkufurkan nikmat-Mu
Semoga Kau tuntun kami kembali
Ke jalan kebenaran-Mu
Ke jalan lurus-Mu
Sebelum Kau panggil kami kembali
Ke alam kekal-Mu
Amin
3. Ode
Ode adalah puisi sanjungan untuk orang yang berjasa. Nada dan gaya ode sangat resmi, bernada anggun, membahas sesuatu yang mulia, dan bersifat menyanjung baik terhadap pribadi tertentu atau peristiwa umum. Berikut ini contoh dari jenis puisi ode, yaitu:
Guruku…
Cahaya dalam kegelapanku
Pengisi semua kekosonganku
Penyejuk kelayuan hatiku
Kau sirnakan segala kebodohan
Kau terangi setiap sisi jiwa
Kau terjang segala pandang negatif
Sungguh mulia hatimu
Sungguh besar pengorbananmu
Sungguh tak ternilai keikhlasanmu
Jasamu bagai emas mulia
Tak kan terganti sampai maut menjemput
Tak kan tertutup oleh keburukan dunia
Guruku…
Terima kasihku dari dalam lubuk hatiku
Advertisement
Jenis Puisi Baru Berdasarkan Isinya
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3220688/original/091682100_1598513799-rishi-iFcXJheXJl8-unsplash.jpg)
Masih Mengutip kajian yang dipublikasikan di Metonimia: Jurnal Sastra dan Pendidikan Kesusastraan Vol 1, No 2, Maret 2023, puisi modern menjadi alat ekspresi yang sangat kuat bagi para penyair dalam mengungkapkan perasaan, pemikiran, dan pengalaman mereka. Puisi modern juga memungkinkan para penyair untuk mengekspresikan pemikiran mereka secara lebih bebas dan tidak terikat pada aturan-aturan tradisional dalam puisi.Â
Dalam karya sastra puisi modern, gaya bahasa yang digunakan biasanya lebih kompleks dan penuh dengan makna yang mendalam. Hal ini memungkinkan pembaca untuk menafsirkan makna yang berbeda-beda dari satu karya puisi.
Berikut ini adalah jenis puisi baru berdasarkan isinya :
4. Epigram
Epigram adalah puisi yang berisi tuntunan atau ajaran hidup. Epigram adalah sebuah pernyataan singkat, peminatan, kenangan dan terkadang pernyataan mengejutkan atau satir. Berikut ini contoh dari jenis puisi epigram, yaitu:
Hari itu tak ada tempat berlari
Tak ada tempat bersembunyi
Tak ada memohon belas kasih
Semua sudah menyatu
Amal satu-satunya penolong
Amal satu-satunya cahaya
Merintih tiada berarti
Menyesal tiada berguna
Barulah sadar dunia yang fana
5. Romansa
Romansa adalah puisi yang berisi luapan perasaan cinta kasih. Penulisan romansa menggunakan bahasa yang romantis. Cerita yang disampaikan di dalam roman berupa percintaan yang berhubungan dengan pertentangan dan petualangan kesatria. Dalam roman, kehidupan tokoh diceritakan secara lengkap dari masa kecil hinga akhir hayatnya. Berikut ini contoh dari jenis puisi romansa, yaitu:
Kisah ini hanya kau dan aku
Tak ada ketiga, keempat, kelima
Aku adalah kau
Kau adalah aku
Senyummu adalah bahagiaku
Tangismu adalah laraku
Citamu adalah wajibku
Karena kau…
Adalah tulang rusukku
6. Elegi
Elegi adalah puisi yang berisi ratap tangis kesedihan. Elegi biasanya mengandung ratapan dan ungkapan dukacita, khususnya pada peristiwa kematian. Objek yang digambarkan di dalam puisi elegi biasanya berupa pengalaman-pengalaman pahit atas peristiwa yang pernah dialami, atau dapat juga berupa penyesalan atau sesuatu yang pernah dilakukan di masa lalu. Berikut ini contoh dari puisi elegi, yaitu:
Dalam erangan jiwa
Aku menangis mengingat-Mu
Dalam pilunya hati
Aku bersujud kepada-Mu
Dalam ratap tangisku
Aku berserah kepada-Mu
Renungi semua dosa dan khilaf
Takutku dan sesalku
Merangkai doa selalu kupanjatkan
Ya Tuhan…
Ampunilah dosaku
Ampunilah khilafku
7. Satire
Satire adalah puisi yang berisi sindiran atau kritik. Pesan yang ingin diungkapkan didalam satire ialah ketidakpuasan penyair terhadap suatu keadaan. Pengungkapan perasaan dilakukan dengan cara menyindir atau menyatakan keadaan baru yang berkebalikan dengan keadaan yang sebenarnya. Berikut ini contoh dari jenis puisi satire, yaitu:
Lihatlah kami
Peluh dan keringat adalah kawan kami
Banting tulang adalah kesetiaan kami
Kekurangan adalah kelebihan kami
Penderitaan adalah keseharian kami
Tapi lihatlah dirimu
Tertawa di atas peluh keringat kami
Bersantai di atas remuknya tulang kami
Berfoya di atas kekurangan kami
Kau curi semua hak kami
Kau curi sesuap nasi kami
Kau berlimpah harta atas nama kami
Kau berjanji atas nama kami
Kami hanya cukup diam
Di atas sajadah kami
Semoga Tuhan membalas kezhaliman ini
Jenis Pusis Berdasarkan Bentuknya
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3263098/original/047505800_1602238086-pexels-fotografierende-1925536.jpg)
Mengutip buku berjudul Get Success Persiapan Ujian Nasional Bahasa Indonesia untuk SMP/MTs (2008) oleh Seni Handiyani dan Wildan dijelaskan, puisi baru berbeda dengan puisi lama. Isi, bentuk, irama, dan persajakan seperti yang terdapat dalam puisi-puisi lama mulai berubah pada puisi baru. Isi puisi baru dilukiskan dengan bahasa yang cukup bebas dan lincah.
Berikut ini puisi berdasarkan bentuknya :
8. Soneta
Soneta adalah puisi yang terdiri atas empat belas baris yang terbagi menjadi dua, dua bait pertama masing-masing empat baris dan dua bait kedua masing-masing tiga baris. Berikut ini contoh dari jenis puisi soneta, yaitu:
Siapa aku ini    (a)
Hamba yang tak rajin sembahyang  (b)
Tapi menuntut berumur panjang   (b)
Tak tahu malu diri ini    (a)
Ingin bisa selalu berdiri    (a)
Ingin selalu dipandang orang   (b)
Banyak rizki tanpa jauh dari kandang   (b)
Ingin semua serba pasti    (a)
Siapa aku ini    (a)
Tanpa ada ikhlas hati    (a)
Dan berserah diri    (a)
Ampunilah aku Ya Tuhan    (c)
Hamba yang selalu meminta kelebihan    (c)
Tanpa ada dalam diri suatu kebaikan    (c)
9. Distikon
Distikon adalah puisi yang tiap baitnya terdiri atas dua baris. Jenis puisi ini terdiri atas dua baris kalimat dalam setiap baitnya. Distikon bersajak a-a. Berikut ini contoh dari jenis puisi distikon, yaitu:
Pandanglah mata ibumu
Sayu namun penuh kasih sayang
Pandanglah mata ayahmu
Tegas namun penuh kasih sayang
Untukmu…mereka berjuang
Agar kelak kau sukses dunia akhirat
10. Terzina
Terzina adalah puisi yang tiap baitnya terdiri atas tiga baris. Terzina setiap baitnya terdiri alas tiga buah kalimat. Terzina bersajak a-a-a, a-a-b, a-b-c atau a-b-b. Berikut ini contoh dari jenis puisi terzina, yaitu:
Ayah…
Tajamnya matamu menyiratkan kekuatan
Dalam mendidik kami untuk tegap
Ayah..
Otot tanganmu tak pernah lelah
Membimbing kamu selalu maju ke depan
Terima kasih slalu kuucapkan
Atas semua pengorbanan dan letihmu
Semoga Tuhan selalu menjagamu
11. Quatrain
Quatrain adalah puisi yang tiap baitnya terdiri atas empat baris. Puisi ini setiap baitnya terdiri atas empat buah kalimat. Quatrain bersajak a-b-a-b, a-a-a-a atau a-a-b-b. Berikut ini contoh dari jenis puisi quatrain, yaitu:
Mulai menyeruak pelan
Kenangan masa kecil dulu
Mulai teringat pasti
Peluhmu untuk tawaku
Kini semua tak serupa
Tawamu bahkan tak bisa kuperjuangkan
Tawamu tak bisa kepandang
Oh Ibuku tersayang
Advertisement
Jenis Pusis Berdasarkan Bentuknya
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3263099/original/032068100_1602238087-pexels-photo-1766604.jpeg)
12. Kuint
Kuint adalah puisi yang tiap baitnya terdiri atas lima baris. Kuint setiap baitnya terdiri atas lima bariss. Quint bersajak a-a-a-a-a. Berikut ini contoh dari jenis puisi kuint, yaitu:
Detak jantungmu mengubah hidupku
Gerakan halusmu menyeruak jiwaku
Tendangan kencangmu menengok dunia
Selamat datang…
Putri kecilku
13. Sektet
Sektet adalah puisi yang tiap baitnya terdiri atas enam baris. Jenis puisi ini terdiri atas enam buah kalimat dalam setiap baitnya. Sektet mempunyai sajak yang tidak beraturan. Pengarang bebas menyatakan perasaannya tanpa menghiraukan persajakan atau rima bunyi. Berikut ini contoh dari jenis puisi sektet, yaitu:
Bangunan reot kayu tua
Atap jerami yang mulai tertembus
Pintu yang tak lagi rapat
Tanpa jendela melihat dunia
Rintikan hujan tak lagi bisa dibendung
Rumahku kenanganku
14. Septime
Septime adalah puisi yang tiap baitnya terdiri atas tujuh baris. Septime setiap baitnya terdiri atas tujuh buah kalimat. Persajakan dalam septima tidak berurutan. Berikut ini contoh dari jenis puisi septime, yaitu:
Akankah datang…
Pagi esok dengan embun di atas daun
Sapaan halus dari bibir kecilmu
Rengkuhan manja dari tangan kecilmu
Langkah terhuyung namun semangat
Suaramu yang selalu memanggilku
Ibu…
15. Stanza
Stanza adalah puisi yang tiap baitnya terdiri atas delapan baris. Stanza terdiri atas delapan kalimat. Persajakan dalam stanza tidak berurutan. Berikut ini contoh dari jenis puisi stanza, yaitu:
Selama langit masih biru
Selama awan masih putih
Selama matahari masih bersinar
Selama siang berganti malam
Selama bintang bersama bulan
Kupanjatkan selalu doaku
Semoga kau sehat selalu
Oh Ayah Ibu…
Q & A
Apa yang dimaksud dengan puisi modern?Â
Puisi modern adalah jenis puisi yang tidak terikat oleh aturan-aturan klasik seperti rima, jumlah baris, dan pola bait. Puisi ini lebih menekankan ekspresi bebas, perasaan pribadi, serta gaya bahasa yang variatif dan simbolik.
Apa bedanya puisi modern dan puisi lama?Â
Puisi lama terikat aturan (seperti pantun, syair, gurindam), dengan rima dan pola tertentu.Puisi modern bersifat lebih bebas, tidak wajib berima atau berpola, dan biasanya lebih menonjolkan ekspresi serta keunikan gaya penyair.
Apa saja jenis-jenis puisi modern?
Berikut adalah beberapa jenis puisi modern:
- Puisi Naratif – menceritakan suatu peristiwa atau kisah.
- Puisi Lirik – mengungkapkan perasaan, suasana hati, atau renungan pribadi.
- Puisi Deskriptif – menggambarkan suatu objek atau suasana secara detail.
- Puisi Eksperimental – menekankan kebaruan bentuk, bahasa, atau struktur yang tidak biasa.
- Puisi Kontemporer – puisi dengan gaya kekinian, kadang melanggar kaidah puisi umum dan menampilkan kritik sosial atau eksistensial.
Apa ciri-ciri utama puisi modern?Â
- Tidak terikat pada rima atau jumlah baris
- Bahasa bebas, bisa formal maupun sehari-hari
- Mengandung imajinasi dan simbolisme
- Menggambarkan perasaan, pemikiran, atau refleksi
- Gaya penulisan lebih individual dan kreatif
- Dapat berisi kritik sosial atau filsafat
Siapa saja penyair terkenal puisi modern di Indonesia?
Beberapa tokoh penting puisi modern Indonesia:
- Chairil Anwar (pionir puisi modern; gaya bebas dan penuh semangat)
- Sapardi Djoko Damono (puitis, melankolis, dan reflektif)
- W.S. Rendra (kritik sosial dan gaya teatrikal)
- Taufiq Ismail (gaya naratif dan patriotik)
- Joko Pinurbo (puisi kontemporer, sederhana tapi menyentuh)
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5481724/original/069742900_1769143528-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-01-23T110013.385.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3267613/original/079814300_1602679710-Kejahatan_Siber.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7503211/original/044195200_1780275516-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-01T075745.914.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262299/original/014349800_1781777647-Tugas__37_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1918996/original/079782400_1776676911-WhatsApp_Image_2026-04-18_at_19.58.23.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3401786/original/057137200_1615805084-pexels-photo-3928938__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/2378469/original/055253400_1737413276-IMGE9883.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1812235/original/087792300_1550019778-1709255D-BDFF-4E25-B45D-78CC996796BF.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1860530/original/010220100_1777609466-pp.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8296460/original/082795500_1782159766-Argentina_s_Lionel_Messi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258680/original/053706900_1781401116-Folarin_Balogun.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8293308/original/041888100_1782155517-AP26173640031261.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8317670/original/089667300_1782185621-AP26174019661970.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260107/original/053673600_1781571207-Preskon_Prancis-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5455280/original/047575700_1766643618-000_88YV4YQ.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8315631/original/085066700_1782183105-AP26173665939735.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8312896/original/014782800_1782180155-000_B7XU3U2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8312895/original/060240200_1782180154-000_B7XU3W8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8303531/original/058987900_1782168483-AP26173793551298-Mbappe.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8309790/original/022314100_1782176318-000_B7XQ8ZR.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7562358/original/065768500_1780339879-norwegia_swedia_uj_coba.jpg)