Kepemimpinan Menurut Para Ahli, Ketahui Arti dan Dampaknya Jika Gagal Memimpin

Pengertian kepemimpinan adalah cara memimpin seseorang.

Diperbarui 25 Juni 2025, 11:11 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Pengertian kepemimpinan perlu dipahami setiap orang, karena semua orang memiliki kesempatan menjadi seorang pemimpin.  Buku Kepemimpinan: Teori & Aplikasi Prof. Dr. H.U. Husna Asmara, menjelaskan bahwa kepemimpinan adalah kemampuan seseorang untuk mempengaruhi dan menginspirasi orang lain mencapai tujuan tertentu. 

Perbedaan karakter yang dimiliki setiap orang menjadi salah satu keunikan mereka. Dengan perbedaan tersebut, setiap orang memiliki gaya kepemimpinan yang berbeda-beda. Setiap gaya kepemimpinan memiliki cara-cara tertentu dalam mencari jalan keluar suatu masalah.

Pengertian kepemimpinan adalah cara memimpin seseorang. Mengenali gaya kepemimpinan yang tepat dengan karakter kamu tentunya sangat penting dilakukan. Hal ini dilakukan agar seseorang nyaman dalam memimpin banyak orang di organisasi.

Berikut Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Rabu (25/6/2025) tentang pengertian kepemimpinan.

Pengertian Kepemimpinan

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pengertian kepemimpinan adalah perihal pemimpin atau cara memimpin. Secara harfiah, kepemimpinan berasal dari kata dasar “pimpin” yang memiliki arti mengarahkan, membina, mengatur, menuntun, menunjukkan, atau memengaruhi. 

Sedangkan menurut Benny Hutahayan dalam bukunya berjudul Kepemimpinan, Teori Dan Praktik, kepemimpinan adalah proses mempengaruhi orang lain agar memahami langkah tindakan dan bekerja sama meraih tujuan bersama

Sementara itu, Civitas akademika di Amerika Serikat menyebutkan pengertian kepemimpinan sebagai sebuah proses pengaruh sosial yang di dalamnya seseorang dapat melibatkan bantuan dan dukungan selainnya dalam usaha mencapai suatu tugas bersama.

 

Pengertian Kepemimpinan Menurut Para Ahli

- George R. Terry, dikutip Ivan Fauzi dalam penelitian Kepemimpinan Perspektif Pendidikan Islam, menyatakan: “Kepemimpinan adalah aktivitas mempengaruhi orang-orang supaya diarahkan mencapai tujuan organisasi.”

- William G. Scott (1962). Pengertian kepemimpinan adalah proses memengaruhi kegiatan yang diselenggarakan dalam kelompok, dalam upaya mereka untuk mencapai tujuan yang ditetapkan.

- Weschler dan Massarik (1961). Pengertian kepemimpinan adalah pengaruh antar pribadi, yang dijalankan dalam situasi tertentu, dan diarahkan melalui proses komunikasi, untuk mencapai tujuan tertentu.

- Rauch dan Behling (1984). Pengertian kepemimpinan adalah proses memengaruhi aktivitas kelompok yang terorganisir terhadap pencapaian tujuan.

- P. Pigors (1935). Pengertian kepemimpinan adalah proses mendorong dan mendorong melalui interaksi yang berhasil dari perbedaan individu, pengendalian kekuatan seseorang dalam mengejar tujuan bersama.

- F. A. Nigro (1965). Pengertian kepemimpinan adalah cara khusus untuk memengaruhi aktivitas orang lain.

- Ordway Tead (1929). Pengertian kepemimpinan adalah temperamen merger yang membuat seseorang mungkin dapat mendorong beberapa orang lain untuk menyelesaikan pekerjaan.

- Hemhill dan Coon (1995). Pengertian kepemimpinan adalah sikap individu yang memimpin berbagai kegiatan kelompok terhadap tujuan yang akan dicapai bersama-sama.

 

Macam-Macam Gaya Kepemimpinan

Buku Kepemimpinan: Teori & Aplikasi (Asmara, 2017) menyebutkan gaya kepemimpinan sebagai berikut:

Gaya Kepemimpinan Otokratis

Macam gaya kepemimpinan yang pertama adalah gaya kepemimpinan otokratis. Gaya kepemimpinan otokratis atau otoriter memusatkan kekuasaan penuh pada pemimpin. Biasanya, para bawahan atau anggota tidak diberikan kebebasan untuk menentukan tujuan mereka sendiri.

Dalam arti, keputusan pemimpin bersifat mutlak, tidak bisa diganggu gugat, dan anggotanya tidak diberi kesempatan berpendapat. Pemimpin sangat dominan dalam setiap pengambilan keputusan, kebijakan, peraturan, dan prosedur apa pun di perusahaan/organisasi. Terkadang, gaya kepemimpinan ini bisa berjalan sukses, jika memang pemimpin punya pengalaman dan keterampilan maksimal.

Gaya Kepemimpinan Demokratis

Dalam konsep kepemimpinan demokratis, anak buah (bawahan) mempunyai peranan penting dan dilibatkan dalam setiap keputusan. Setiap bawahan diberikan tugas dari atasan sesuai dengan kemampuan atau keahlian masing-masing. Kreativitas, kejujuran, usaha, dan tanggung jawab, sangat terlihat jelas lewat gaya kepemimpinan yang satu ini.

Komunikasi yang terjalin dari gaya kepemimpinan ini bersifat dua arah, di mana setiap bawahan dapat menyampaikan masukan jika diperlukan. Sosok pemimpin dengan gaya kepemimpinan demokratis akan disegani oleh bawahan, bahkan difavoritkan.

Gaya Kepemimpinan Birokrasi

Di sini, pemimpin tidak hanya bertugas sebagai atasan, tapi juga harus memastikan bahwa semua aturan dipatuhi oleh karyawan. Kepemimpinan birokrasi ini cukup efektif untuk memantau hasil kerja rutin dari para karyawan. Jadi, sekiranya ada karyawan yang malas-malasan atau tidak menunjukkan kinerja baik, atasan bisa segera mengambil sikap.

Gaya Kepemimpinan Karismatik

Kata 'karisma' yang berasal dari bahasa Yunani sebagai suatu sifat tertentu dari seseorang. Karisma dipandang sebagai kemampuan atau kualitas istimewa manusia yang tidak dimiliki oleh semua orang dewasa. Berdasarkan hal itu, pemimpin yang baik adalah seseorang yang memiliki karisma di dalam dirinya.

Seorang pemimpin karismatik memiliki rasa kepercayaan diri yang kuat, sehingga mampu memengaruhi anak buahnya. Dengan pembawaan seperti itu, pemimpin karismatik akan membuat orang kagum, yakin, dan benar-benar percaya.

Gaya Kepemimpinan Inovatif

Setiap organisasi maupun perusahaan selalu membutuhkan inovasi berkelanjutan. Untuk mencapai hal tersebut, sangat diperlukan sosok pemimpin dengan pribadi yang inovatif pula. Pasalnya, itu nanti akan berpengaruh pada bagaimana cara ia memimpin organisasi atau perusahaan.

Inilah yang dikenal dengan gaya kepemimpinan inovatif atau innovative leadership style. Gaya kepemimpinan inovatif lebih mengarah pada perusahaan yang memproduksi produk, layanan, dan jasa. Tipe pemimpin seperti ini akan mengarahkan setiap karyawan memiliki ide-ide segar demi kemajuan perusahaan.

 

Macam-Macam Gaya Kepemimpinan

Gaya Kepemimpinan Partisipatif

Partisipatif merupakan gaya kepemimpinan yang mengarah pada kepercayaan dan loyalitas dari bawahan ke pemimpin. Dalam hal ini, baik pimpinan maupun bawahan akan terlibat bersama menentukan kebijakan dan aturan lainnya.

Gaya Kepemimpinan Transaksional

Gaya kepemimpinan transaksional mengutamakan berbagai kesepakatan antara pimpinan dan anggotanya. Bentuk kesepakatan tersebut berupa reward (hadiah/penghargaan) dan punishment (hukuman/sanksi). Kesepakatan ini akan 'memancing' semangat para anggota bekerja sebaik-baiknya untuk memperoleh penghargaan. Sementara, bagi mereka yang tidak sanggup mencapai tujuan, maka harus siap menerima segala bentuk sanksi.

Gaya Kepemimpinan Delegatif

Hampir mirip dengan gaya kepemimpinan demokratis, di mana seorang atasan memberi kepercayaan pada tim yang ia pimpin. Dari sini, dapat terlihat bagaimana cara pemimpin meningkatkan kerjasama antara dirinya dan anggota tim dalam menyelesaikan tugas.

Sembari bekerja sama, pemimpin tipe ini bisa sekaligus mengawasi jalannya sistem agar tidak 'kebablasan'. Umumnya, cara memimpin seperti ini ditemukan pada perusahaan start-up yang masih berkembang.

Gaya Kepemimpinan Situasional

Seperti namanya, gaya kepemimpinan situasional menekankan pada pengaruh lingkungan dan situasi. Dalam penerapannya, gaya kepemimpinan situasional terbagi menjadi 2 (dua) teori, Teori kepemimpinan Hersey dan Blanchard dengan empat gaya, yaitu gaya bercerita, gaya penjualan, gaya berpartisipasi, dan gaya mendelegasikan. Kemudian ada pula, Teori kepemimpinan SLII Blanchard, yang berfokus pada pengarahan, pembinaan, pendukung, dan delegasi.

Gaya Kepemimpinan Transformasional

Secara sederhana, kepemimpinan transformasional diartikan sebagi proses mengubah dan mentransformasikan individu menuju perubahan. Di dalamnya, pemimpin terlibat untuk memenuhi kebutuhan para karyawan agar kualitas mereka semakin meningkat.

Dampak Gagal Menjadi Seorang Pemimpin

1. Menurunnya motivasi dan disiplin bawahan

Research Pengaruh Perilaku Pemimpin (JMP UNJ, 2016) menemukan bahwa perilaku pemimpin yang kurang memotivasi dan memberikan penghargaan berkontribusi langsung pada rendahnya harapan dan kepuasan bawahan, serta penurunan kinerja.

2. Komunikasi buruk memicu kegagalan kepemimpinan

Dalam penelitian Peran Kepemimpinan dalam Meningkatkan Motivasi Buruh (2023) menyebut komunikasi interpersonal yang lemah sebagai satu dari tujuh faktor utama yang menyebabkan pemimpin gagal membangun motivasi kerja.

3. Ketidakmampuan adaptasi menyebabkan stagnasi organisasi

Berdasarkan kajian Pentingnya Kepemimpinan dalam Organisasi (UIN Bandung, 2018), pemimpin yang gagal menyesuaikan gaya dengan situasi akan menghambat produktivitas, semangat kerja, dan koordinasi kelompok.

4. Meningkatkan konflik dan turnover

Ketidakmampuan pemimpin dalam memimpin tim secara bijaksana akan menciptakan budaya kerja yang beracun, memicu konflik internal, dan membuat anggota tim berpotensi keluar atau meninggalkan peran mereka.

 

Pentingnya Belajar Kepemimpinan

1. Meningkatkan motivasi dan kinerja tim

Berdasarkan Analisis Faktor Penghambat Kepemimpinan (2024), penelitian menunjukkan bahwa pemimpin yang tidak kompeten dalam mengelola tim dan memberikan dukungan menyebabkan motivasi dan kinerja rendah di antara bawahan. 

2. Membangun tim yang solid dan efektif

Studi Pentingnya Kepemimpinan Pembelajaran (Jurnal STIE Semarang, 2015) menegaskan bahwa kepemimpinan yang kuat mendukung lembaga (atau tim) untuk menjadi efektif, melalui komunikasi, feedback, dan pembentukan iklim positif.

3. Mengembangkan keterampilan komunikasi dan pengambilan keputusan

Mempelajari kepemimpinan membentuk soft skill seperti pemecahan masalah, komunikasi, kolaborasi, dan kreativitas—kemampuan krusial dalam era perubahan cepat.

4. Mampu menghadapi tantangan dan perubahan

Jurnal Relevansi Pelatihan Kepemimpinan dalam Organisasi Pendidikan (2023) menekankan pentingnya keterampilan adaptasi dan manajemen perubahan melalui pelatihan kepemimpinan, khususnya di lingkungan yang dinamis.

 

 

Fungsi Kepemimpinan Secara Umum

Dijelaskan dalam penelitian Fungsi Kepemimpinan Secara Umum oleh Ivan Fauzi, kepemimpinan memiliki beberapa fungsi antara lain sebagai berikut:

  1. Memprakarsai struktur organisasi

  2. Menjaga koordinasi dan integrasi di dalam organisasi agar dapat berjalan dengan efektif.

  3. Merumuskan tujuan institusional atau organisasional dan menentukan sarana serta cara-cara yang efisien dalam mencapai tujuan tersebut.

  4. Mengatasi pertentangan serta konflik-konflik yang muncul dan mengadakan evaluasi serta evaluasi ulang.

  5. Mengadakan revisi, perubahan, inovasi pengembangan dan penyempurnaan dalam organisasi. (Baharudindan Umiarso, 2012 : 86).

Pada hakikatnya, fungsi kepemimpinan terdiri dari dua aspek yaitu sebagai berikut:

  1. Fungsi Administrasi, yaitu mengadakan formulasi kebijaksanaan administrasi dan menyediakan fasilitasnya.

  2. Fungsi Sebagai Top Manajement, adalah mengadakan planning, organizing, staffing, directing, commanding, controling, dsb.(Baharudindan Umiarso, 2012 : 53)

 

Fungsi Kepemimpinan Menurut Hadari Nawawi

Menurut Hadari Hawawin (2010 : 90) bahwa fungsi kepemimpinan yaitu sebagai berikut:

1. Fungsi Instruktif, adalah pemimpin sebagai komunikator yang menentukan apa (isi perintah), bagiamana (cara mengerjakan perintah), bilamana (waktu memulai, melaksanakan dan melaporkan hasilnya), dan diman (tempat mengerjakan perintah) agar keputusan dapat diwujudkan secara efektif. Sehingga fungsi orang yang dipimpin hanyalah melaksanakan suatu perintah.

2. Fungsi Konsultatif, adalah pemimpin menggunakan fungsi konsultatif sebagai bentuk dari komunikasi dua arah untuk usaha menetapkan keputusan yang membutuhkan pertimbangna dan konsultasi dengan orang yang dipimpinnya.

3. Fungsi Partisipasi, adalah pemimpin dapat mengaktifkan anggotanya dalam pengambilan keptuusan maupun dalam melaksanakannya.

4. Fungsi Delegasi, adalah pemimpin memberikan pelimpahan wewenang yang membuat atau sampai dengan menetapkan keputusan. Fungsi delegasi merupakan kepercayaan seorang pemimpin kepada seorang yang diberikan pelimpahan wewenang untuk bertanggung jawab.

5. Fungsi Pengendalian, adalah pemimpin dapat membimbing, mengarahkan, koordinasi dan pengawasan terhadapa aktivitas anggotanya

QnA:Pertanyaan & Jawaban tentang Kepemimpinan

Q: Apa bedanya gaya otokratis dan demokratis?

A: Gaya otokratis menekankan kontrol penuh pemimpin tanpa konsultasi, sementara gaya demokratis mengajak tim berdiskusi sebelum keputusan diambil .

Q: Gaya transformasional efektif di kondisi kerja seperti apa?

A: Paling efektif di organisasi yang ingin inovasi dan budaya perubahan, karena pemimpin menginspirasi visi jangka panjang.

Q: Apa risiko gaya transaksional jika diterapkan terus-menerus?

A: Meskipun efektif jangka pendek, gaya ini dapat mematikan motivasi intrinsik jika tidak diimbangi penghargaan non-material .

Q: Kenapa penting belajar kepemimpinan di era 4.0?

A: Karena pemimpin harus mahir digital, fleksibel dalam manajemen jarak jauh, dan mampu memimpin tim lintas budaya serta teknologi.

Q: Apa indikator umum pemimpin gagal?

A: Indikatornya termasuk kinerja tim stagnan, turnover tinggi, konflik meningkat, serta rendahnya loyalitas tanpa solusi nyata.

 

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6