Cara Mencegah Sakit Gigi pada Anak, Mulai dari Kebiasaan Sehari-hari

Cegah sakit gigi pada anak dengan kebiasaan sehari-hari. Ini tips mudah dari dokter agar gigi anak tetap sehat.

Diterbitkan 03 April 2026, 14:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Sakit gigi pada anak, baik akibat gigi berlubang maupun gusi bengkak, bisa berdampak besar pada aktivitas sehari-hari. Anak menjadi tidak nafsu makan, mudah rewel, bahkan berisiko mengalami gangguan kesehatan lain.

Karena itu, orang tua perlu lebih memperhatikan kesehatan gigi anak sejak dini, terutama dari kebiasaan sehari-hari.

Dokter gigi dari Happy Dental Clinic, drg. Janet Jessica, mengingatkan bahwa konsumsi makanan dan minuman manis pada anak harus dikontrol dan diimbangi dengan kebiasaan yang tepat.

"Anak-anak memang suka makanan dan minuman manis, tapi sifatnya lengket. Boleh dikonsumsi, tapi jangan berlebihan. Setelah makan, langsung minum atau bilas dengan air putih," ujar Janet.

Dia menekankan jangan sampai anak sudah mengonsumsi makanan tinggi gula, lalu minumnya juga masih minuman manis. Kebiasaan ini dapat mempercepat kerusakan gigi.

Pentingnya Sikat Gigi dengan Cara yang Tepat

Selain mengontrol asupan gula, kebiasaan menyikat gigi juga menjadi kunci utama dalam menjaga kesehatan gigi anak.

Janet menyarankan agar anak menyikat gigi minimal dua kali sehari, yaitu:

  • Pagi hari setelah sarapan
  • Malam hari sebelum tidur

Sikat gigi sebaiknya dilakukan dengan pendampingan orang tua agar tekniknya benar.

"Gunakan pasta gigi ber-fluoride, dengan cara menyikat yang tepat dan di waktu yang benar. Malam hari penting karena saat tidur produksi air liur menurun, sehingga mulut menjadi lebih asam dan bakteri lebih mudah merusak gigi," ujarnya.

Ke Dokter Gigi Jangan Tunggu sakit

Tak hanya anak-anak, orang dewasa juga disarankan untuk rutin memeriksakan gigi ke dokter setidaknya setiap 6 bulan sekali.

Pemeriksaan ini penting untuk:

  • Deteksi dini gigi berlubang
  • Membersihkan karang gigi
  • Mencegah kerusakan yang lebih parah

Sayangnya, banyak pasien datang ke dokter gigi saat kondisi sudah serius, padahal sebelumnya sudah ada tanda awal.

"Penindakan preventif sangat penting, terutama untuk anak. Idealnya anak sudah dikenalkan ke dokter gigi sejak dini," ujar Janet.

Dengan begitu, orang tua bisa lebih cepat menyadari jika ada perubahan pada kondisi gigi anak.

Peran Fluoride untuk Mencegah Gigi Berlubang

Pencegahan gigi berlubang pada anak sebenarnya cukup mudah dilakukan, salah satunya dengan penggunaan fluoride.

Pada tahap awal kerusakan gigi, biasanya muncul tanda berupa white spot. Dalam kondisi ini, fluoride masih bisa membantu memperbaiki enamel melalui proses remineralisasi.

Fluoride dapat diaplikasikan secara topikal oleh dokter gigi untuk melindungi seluruh permukaan gigi. "Jika digunakan sesuai anjuran, fluoride justru membantu memperkuat enamel gigi. Namun, penggunaan berlebihan bisa menyebabkan bercak," tambahnya.

Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, acara Shine and Smile by 10Xhibition digelar di West Atrium Living World Alam Sutera, mulai 31 Maret hingga 5 April 2026.

Penyelenggara acara, Oki Baren, mengatakan bahwa pameran ini mengusung tema beauty and wellness. "Ekshibisi ini menghadirkan berbagai layanan, mulai dari klinik kecantikan, dental clinic, hingga layanan kesehatan dan finansial," ujarnya.

 

Â