Liputan6.com, Jakarta - Kasus campak kembali menjadi sorotan setelah terjadi peningkatan di sejumlah daerah di Indonesia. Penyakit yang selama ini identik dengan anak-anak ternyata juga dapat menyerang orang dewasa dengan gejala yang serupa tapi berpotensi menimbulkan dampak yang lebih serius.
Gejala campak pada dewasa umumnya tidak jauh berbeda dengan pada anak. Penyakit ini biasanya diawali dengan demam tinggi, batuk, pilek, dan mata merah. Setelah beberapa hari, muncul ruam merah yang menyebar dari wajah ke seluruh tubuh.
Guru Besar Ilmu Penyakit Dalam FKUI-RSCM, Prof. Dr. dr. Iris Rengganis, Sp.PD-KAI menjelaskan bahwa orang dewasa tetap berisiko terkena campak, terutama jika belum pernah mendapatkan vaksin atau daya tahan tubuhnya menurun.
Advertisement
"Vaksinasi tetap merupakan pencegahan yang paling efektif dan aman untuk mencegah campak, apalagi sekarang dalam kondisi wabah," ujarnya.
Meski gejalanya tampak mirip, campak pada dewasa sering kali lebih berbahaya karena risiko komplikasi yang lebih tinggi. Pada beberapa kasus, campak dapat menyebabkan infeksi paru (pneumonia), diare berat, hingga gangguan pada sistem saraf.
Hal ini diperkuat oleh Guru Besar Ilmu Kesehatan Anak FKUI-RSCM, Prof. Dr. dr. Hinky Hindra Irawan Satari, Sp.A, Subsp. I.P.T., M.Trop.Paed, yang menegaskan bahwa campak merupakan penyakit yang sangat menular dan tidak boleh dianggap sepele.
"Campak itu sangat menular, menyebabkan penyakit serius, bahkan bisa menyebabkan kematian. Bukan hanya kepada masyarakat, tapi juga kepada teman sejawat kita," ujarnya.
Pada orang dewasa, kondisi tubuh yang sudah memiliki riwayat penyakit tertentu atau imunitas yang melemah dapat memperparah infeksi. Inilah yang membuat penanganan campak pada dewasa harus dilakukan dengan cepat dan tepat.
Â
Diagnosis Campak pada Anak
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5527709/original/005222400_1773211982-Penderita_Campak.jpg)
Sementara itu, Prof. Dr. dr. Erni Juwita Nelwan, Ph.D, Sp.PD, K-PTI, FACP, FINASIM menjelaskan bahwa diagnosis campak dapat dipastikan melalui pemeriksaan laboratorium, meskipun gejala klinis sudah cukup khas.
"Gejala campak pada dewasa mirip dengan anak, yaitu batuk, mata merah, demam, lalu muncul bercak merah di kulit. Diagnosis bisa dipastikan lewat pemeriksaan laboratorium," ujarnya.
Untuk penanganan, campak tidak memiliki terapi spesifik yang membunuh virus secara langsung. Pengobatan bersifat suportif, yakni meredakan gejala, menjaga kondisi tubuh, serta mencegah dan menangani komplikasi yang mungkin muncul.
Selain itu, pasien juga perlu menjalani isolasi untuk mencegah penularan ke orang lain, mengingat virus campak sangat mudah menyebar melalui udara.
Di sisi lain, pemerintah terus mendorong peningkatan cakupan imunisasi, termasuk melalui program imunisasi kejar bagi masyarakat yang belum mendapatkan vaksin lengkap.
Direktur Imunisasi Kementerian Kesehatan RI, dr. Indri Yogyaswari, MARS, mengungkapkan bahwa peningkatan kasus campak salah satunya dipicu oleh penurunan cakupan imunisasi dalam beberapa tahun terakhir.
"Cakupan imunisasi campak dari MR1, MR2, hingga MR BIAS menunjukkan tren penurunan dalam beberapa tahun terakhir," ujarnya.
Oleh sebab itu, masyarakat diimbau untuk tidak mengabaikan gejala campak, terutama pada orang dewasa. Mengenali tanda sejak dini dan segera mencari pertolongan medis menjadi kunci untuk mencegah kondisi yang lebih serius.
Dengan pemahaman yang tepat, campak sebenarnya dapat dicegah dan dikendalikan. Namun tanpa kewaspadaan, penyakit ini bisa menjadi ancaman serius, tidak hanya bagi anak-anak, tetapi juga orang dewasa.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9295088/original/038010600_1783912968-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-13T101127.805.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5548679/original/027938400_1775547751-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-04-07T112519.017.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8475678/original/062240100_1782386179-cek_fakta_bansos_PKH_-_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294561/original/045730600_1783843861-cek_fakta_-_pemutihan_pajak_kendaraan_gratis_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5527708/original/037687300_1773211981-Campak.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5247508/original/065942500_1749538198-pildun.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294151/original/003111900_1783815882-000_B9XL63W.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4121792/original/089615500_1660295127-000_DV796670.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294722/original/070659100_1783855098-Lautaro_Martinez.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294841/original/008907800_1783891890-20260712_183218.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294169/original/097035400_1783819062-ing7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261470/original/080593900_1781707583-haaland.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294474/original/094305800_1783838406-063_2285709844.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294171/original/030534100_1783819063-ing9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262483/original/075097700_1781805987-Argentina_s_Lionel_Messi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294699/original/022281100_1783851743-England_s_Harry_Kane__left__Jude_Bellingham__center__and_Morgan_Rogers.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294548/original/063184200_1783843237-063_2285693617.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9292072/original/001928600_1783583941-WhatsApp_Image_2026-07-09_at_11.25.29.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9291616/original/077545600_1783569990-WhatsApp_Image_2026-07-09_at_10.59.54.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5254682/original/016436200_1750136014-Gemini_Generated_Image_r03v0or03v0or03v.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9291020/original/017469700_1783501871-Thailand.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8395787/original/052169900_1782276692-Budi_Gunadi_Sadikin__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5485457/original/070806700_1769507349-bgs_jkn.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8144207/original/009352100_1780996945-55322489703_f4223effd4_c.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4301837/original/002335600_1674614987-tomek-baginski-EI3lexoBY60-unsplash_1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5411293/original/086765200_1763010317-pregnant-woman-with-baby-shoes.jpg)