Makan Sambal Goreng Saat Lebaran Berujung Diare, Kok Bisa?

Sebelum bulan Puasa makan sambal goreng kentang ati itu perut kuat alias tidak mencret. Namun, saat Lebaran kok jadi bikin diare. Ini kemungkinan penyebabnya

Diterbitkan 24 Maret 2026, 18:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Sambal goreng sambal kentang ati merupakan salah satu menu yang wajib di banyak keluarga saat Lebaran. Namun, tak sedikit yang justru mengalami diare setelah menyantap makanan pedas ini. Apa penyebabnya?

Dokter spesialis penyakit dalam, Prof dr Ari Fahrial Syam SpPD-KGEH, menjelaskan bahwa kondisi ini berkaitan dengan perubahan pola makan setelah sebulan berpuasa.

Selama Ramadan, konsumsi makanan pedas umumnya berkurang sehingga sistem pencernaan menjadi lebih “tenang”. Namun, perubahan secara mendadak terjadi ketika memasuki Lebaran, sebagian orang langsung kembali mengonsumsi makanan pedas dalam jumlah cukup banyak. Perubahan mendadak ini bisa membuat usus “kaget” dan memicu gangguan pencernaan, termasuk diare.

"Di minggu pertama bulan syawal ini terjadi peningkatan kasus-kasus diare, karena tadi, usus yang selama ini diisirahatka lalu makan yang pedas-pedas itu kaget gitu ya sehingga akhirnya terjadi diare," tutur Ari dalam pesan suara ke Health Liputan6.com pada Selasa, 24 Maret 2026.

Selain faktor pedas, kondisi ini juga bisa berkaitan dengan sensitivitas usus atau yang dikenal sebagai irritable bowel syndrome (IBS). Pada orang dengan usus yang lebih sensitif, makanan pedas dapat lebih mudah memicu gejala seperti mulas hingga diare.

Level Pedas Naik Perlahan, Jangan Langsung Gas

Guru Besar Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini pun menyarankan agar konsumsi makanan pedas dilakukan secara bertahap setelah Lebaran.

"Karena itu maka memang harus secara perlahan-lahan konsumsi pedas ini ditingkatkan kalau memang hobi makan pedas. Jadi dengan tidak boleh secara tiba-tiba," pesan Ari.

Dengan penyesuaian pola makan yang lebih perlahan, risiko gangguan pencernaan seperti diare dapat diminimalkan.