Gejala Campak Muncul Bertahap, Orangtua Perlu Tahu

Gejala campak muncul dalam beberapa tahap. Diawali dengan demam tinggi lalu ruam baru muncul di hari ke-14.

Diterbitkan 24 Maret 2026, 11:04 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kasus campak di Indonesia berada di urutan kedua di dunia seperti disampaikan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).

"Indonesia urutan kedua KLB (kejadian luar biasa) campak di dunia memang demikian, mau apa lagi. Dan kasus campak di 2025 yang konfirmasi jadi pasti-pastinya itu 11 ribu lebih, suspeknya itu 60-an ribu lebih," kata Ketua IDAI Jawa Barat yang juga pakar infeksi dan penyakit tropis anak, Prof. Dr. dr. Anggraini Alam, Sp.A, Subsp. IPT(K) dalam temu media daring beberapa waktu lalu.

Campak merupakan penyakit yang disebabkan oleh serangan virus RNA dari keluarga Paramyxoviridae.

Virus penyebab penyakit campak mudah menular. Penularan melalui percikan ludah atau ingus penderita yang tersebar di udara saat bernapas, batuk, atau bersin seperti disampaikan dokter Regina Satya Wiraharja yang juga Dosen Program Studi Spesialis Kedokteran Keluarga Layanan Primer Unika Atma Jaya Jakarta.

Regina mengatakan virus penyebab campak akan berkembang biak dan menyebar melalui saluran getah bening, limpa, hati, dan saluran pernapasan.

Lalu, masa inkubasi campak umumnya delapan hingga 14 hari. Gejala penyakit ini muncul dalam beberapa tahap.

Gejala Campak Tahap Awal

Pada tahap awal, sekitar dua sampai tujuh hari, penderita campak biasanya mengalami demam tinggi, badannya lemas, pilek, batuk, serta matanya merah dan sensitif terhadap cahaya.

Dalam beberapa kasus juga dapat muncul bercak khas di bagian dalam pipi yang dikenal sebagai Koplik spots.

Tahapan ruam biasanya muncul pada hari ke-4 hingga ke-14. Ruam kemerahan bisa muncul di area telinga atau wajah kemudian menyebar ke seluruh tubuh dalam enam sampai tujuh hari. Kemunculan ruam sering disertai demam tinggi.

Memasuki tahap penyembuhan, demam biasanya mereda dalam tiga sampai empat hari dan ruam berubah warna menjadi kecokelatan kemudian menghilang secara bertahap dalam waktu tujuh sampai 10 hari.

Regina mengingatkan masyarakat untuk memeriksakan kesehatan bila mendapati gejala di atas.

"Apabila seseorang mengalami gejala yang mengarah pada campak, segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan serta membatasi kontak dengan orang lain guna mencegah penularan lebih lanjut," kata Regina dalam keterangan tertulis mengutip Antara.

 

Campak Bisa Sembuh Sendiri tapi Bisa Juga Komplikasi Serius

Dalam banyak kasus penyakit campak dapat sembuh dengan sendirinya.Namun, penyakit ini juga dapat menimbulkan komplikasi serius. Mulai dari radang paru, diare, dehidrasi, infeksi telinga tengah, dan peradangan otak.

Biasanya, kasus campak dengan komplikasi serius terjadi pada bayi, individu dengan daya tahan tubuh lemah, serta orang yang kekurangan gizi atau vitamin A.

Lalu, pada ibu hamil, infeksi campak dapat meningkatkan risiko komplikasi kehamilan seperti keguguran, kelahiran prematur dan kelahiran bayi dengan berat badan lahir rendah.

 

Vaksinasi Campak dan Sederet Upaya Cegah Campak

Regina menekankan pentingnya upaya pencegahan untuk menekan penularan campak yakni dengan vaksinasi. "Vaksinasi campak atau MMR merupakan cara paling efektif untuk mencegah penyakit ini," katanya.

Vaksin campak direkomendasikan diberikan tiga kali kepada anak, yaitu pada usia sembilan bulan, dua tahun, serta lima sampai enam tahun. Selain vaksinasi, penerapan pola hidup bersih dan sehat juga penting untuk mencegah penularan virus penyebab penyakit campak.

Pola hidup bersih dan sehat meliputi menjaga kebersihan tangan, menerapkan etika batuk dan bersin, menggunakan masker saat mengalami gejala infeksi saluran pernapasan, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, serta rutin berolahraga.

​​