Liputan6.com, Jakarta - Peneliti mengungkap bahwa perempuan memegang peran sentral dalam membangun ketahanan kesehatan keluarga.
Peran ibu dalam keluarga mencakup penentuan pola pengasuhan anak hingga memastikan pemenuhan gizi yang tepat bagi anggota keluarga. Peran tersebut menjadi semakin penting dalam menghadapi berbagai tantangan kesehatan masyarakat, khususnya terkait kesehatan ibu dan anak di negara berkembang.
“Perempuan memiliki kontribusi penting dalam keberlangsungan generasi sehat dan berkualitas. Karena itu, penguatan peran perempuan perlu dilakukan melalui peningkatan akses pendidikan, informasi kesehatan, layanan kesehatan, serta dukungan sosial,” kata Kepala Organisasi Riset Kesehatan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Indi Dharmayanti, mengutip laman BRIN, Minggu (15/3/2026).
Advertisement
Indi menegaskan bahwa perempuan sering menjadi penggerak utama dalam pengambilan keputusan terkait kesehatan di lingkungan rumah tangga. Peran tersebut mencakup perawatan ibu dan anak, pengelolaan gizi keluarga, hingga penerapan perilaku hidup bersih dan sehat.
Maka dari itu, penelitian tentang kesehatan yang menempatkan perempuan sebagai aktor utama dalam keluarga menjadi semakin penting. Pendekatan riset yang komprehensif memungkinkan peneliti memahami berbagai faktor sosial, budaya, ekonomi, hingga kebijakan yang memengaruhi peran perempuan dalam menjaga kesehatan keluarga.
Menurutnya, hasil penelitian berbasis bukti diharapkan dapat menjadi landasan bagi penyusunan kebijakan publik yang lebih responsif terhadap kebutuhan perempuan dan keluarga. Sekaligus memperkuat program kesehatan masyarakat secara berkelanjutan.
Pentingnya Peran Ibu dalam Tentukan MPASI
Dalam keterangan yang sama, peneliti Kelompok Riset Kesehatan Keluarga dan Reproduksi BRIN, Bunga Astria Paramashanti, menyoroti pentingnya pengambilan keputusan ibu serta dukungan keluarga dalam praktik pemberian makanan pendamping ASI (MPASI).
Menurut Bunga, masa pemberian MPASI merupakan fase yang sangat krusial dalam perkembangan anak, karena pada periode ini bayi mulai bertransisi dari konsumsi ASI eksklusif menuju makanan keluarga.
“Pada masa transisi tersebut anak mulai mengenal berbagai jenis makanan baru dan menjadi lebih aktif secara motorik, sehingga lebih sering terpapar lingkungan yang kurang higienis yang dapat meningkatkan risiko penyakit infeksi” jelasnya.
Ia mengutip rekomendasi global dari World Health Organization (WHO) dan UNICEF yang menekankan bahwa makanan pendamping diberikan saat bayi berusia enam bulan dengan tetap melanjutkan pemberian ASI hingga dua tahun atau lebih. Selain itu, makanan harus aman, bergizi, serta diberikan secara beragam dan dengan frekuensi yang memadai.
Bunga juga menilai bahwa pemanfaatan media digital sebagai sumber informasi gizi semakin penting, namun kualitas informasi yang beredar di media sosial masih perlu diteliti lebih lanjut.
“Riset ke depan perlu mengevaluasi kualitas informasi gizi anak di media sosial serta mengkaji dinamika pengambilan keputusan dalam keluarga, misalnya bagaimana ibu menentukan jenis makanan bagi anak-anaknya,” ungkapnya.
Advertisement
Peran Ibu dalam Pengasuhan Bayi dengan BBLR
Tak kalah penting, topik soal pengasuhan bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR) juga menjadi salah satu yang disoroti.
Peneliti BRIN, Yunefit Ulfa, menjelaskan bahwa BBLR merupakan salah satu isu penting dalam kesehatan ibu dan anak di tingkat global.
Berdasarkan data WHO, bayi dengan berat lahir rendah memiliki risiko kematian neonatal hingga sekitar 20 kali lebih tinggi dibandingkan bayi dengan berat lahir normal (2.500 gram atau lebih). Selain itu, bayi BBLR juga lebih rentan mengalami berbagai masalah kesehatan, mulai dari gangguan pernapasan, komplikasi neurologis, hingga infeksi akibat sistem imun yang belum berkembang optimal.
Dalam jangka panjang, menurutnya, kondisi tersebut dapat berdampak pada pertumbuhan dan perkembangan anak, termasuk risiko stunting, keterlambatan perkembangan, serta meningkatnya kemungkinan penyakit kronis pada usia dewasa.
Karena itu, Yunefit menekankan pentingnya pemberdayaan perempuan khususnya ibu dalam perawatan bayi BBLR melalui peningkatan pengetahuan, keterampilan, serta kepercayaan diri dalam pengambilan keputusan kesehatan.
“Pemberdayaan perempuan dalam pengasuhan bayi BBLR dapat dimulai melalui edukasi dari tenaga kesehatan serta dukungan kader kesehatan di masyarakat,” jelasnya.
Melalui pendekatan riset yang menempatkan perempuan sebagai aktor kunci dalam kesehatan keluarga, para peneliti BRIN berharap dapat menghasilkan rekomendasi kebijakan yang lebih efektif. Upaya ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak, tetapi juga memperkuat fondasi ketahanan kesehatan keluarga sebagai bagian dari pembangunan kesehatan nasional.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8471519/original/070085400_1782374653-Tugas__40_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5562012/original/067915900_1776772441-Cek_fakta_Anies_baswedan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5572710/original/034284200_1777866003-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-05-04T103851.830.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297860/original/099954200_1784109220-cek_fakta_-_purbaya_kuis_tebak_nama_kota.jpg)
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1180,20,0)/kly-media-production/medias/5531302/original/021364900_1773559351-kesehatan_keluarga.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298224/original/042744300_1784155877-Argentina_s_Lionel_Messi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298444/original/012761000_1784171006-Argentina_s_Leandro_Paredes__5__falls_as_he_battles_for_the_ball_with_England_s_Jude_Bellingham.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298306/original/004606900_1784166640-tuchel.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298289/original/003845200_1784165599-063_2286277553.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298237/original/082194800_1784160981-England_head_coach_Thomas_Tuchel_talks_to_England_s_Jude_Bellingham.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298232/original/069179300_1784159975-England_s_Jude_Bellingham__10_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298228/original/014527500_1784157563-Argentina_s_Enzo_Fernandez__24__celebrates_england.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298219/original/046786200_1784155102-Argentina_s_Lautaro_Martinez.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260382/original/054470700_1781590662-063_2281748273.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4893080/original/092267000_1721123116-finalissima.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298207/original/014755300_1784152342-000_C2B98B9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1370244/original/027786900_1476152641-telur-retak.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5513181/original/096231800_1772005005-Raket_nyamuk.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5408854/original/046266100_1762836792-Larutan_Cuka.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5511768/original/061725000_1771917577-Gemini_Generated_Image_mf1z6lmf1z6lmf1z.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5496893/original/049842200_1770608755-unnamed_-_2026-02-09T104150.843.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5462769/original/039096100_1767588813-air_purifier.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5502243/original/091695300_1770974160-Picture9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5502177/original/022961900_1770971651-Picture4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5491258/original/036428100_1770089338-Cara_Mengatasi_Serbet_Dapur_yang_Bau_4.jpg)