Masuki Musim Mudik Lebaran, BMKG: Cuaca Relatif Kondusif

Begini prakiraan cuaca saat memasuki musim mudik Lebaran 2026 menurut BMKG.

Diterbitkan 16 Maret 2026, 09:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Memasuki periode mudik Lebaran 2026, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan pembaruan informasi cuaca.

Secara umum kondisi atmosfer di sebagian besar wilayah Indonesia masih relatif kondusif. Namun demikian, masyarakat tetap perlu mewaspadai potensi hujan yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang di beberapa wilayah.

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, mengingatkan masyarakat agar tetap tenang namun waspada dalam menyikapi perkembangan cuaca selama perjalanan mudik. Ia juga menekankan pentingnya merujuk pada sumber informasi resmi serta tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak dapat dipastikan kebenarannya.

Menurutnya, kesiapan masyarakat dalam memantau pembaruan prakiraan cuaca menjadi bagian penting dalam mendukung perjalanan yang aman dan nyaman.

“Tetap pantau informasi cuaca darat, laut, dan udara yang terbarui untuk menyesuaikan rencana perjalanan mudik melalui berbagai kanal resmi BMKG,” kata Faisal, Jumat (14/3/2026) dalam keterangan pers.

Plt. Deputi Bidang Meteorologi, Andri Ramdhani, menjelaskan, aktivitas Madden–Julian Oscillation (MJO) saat ini masih aktif di wilayah selatan dan timur Indonesia. Kondisi tersebut diikuti oleh aktivitas Gelombang Rossby Ekuatorial dan Gelombang Kelvin di sekitar wilayah Indonesia pada periode 13–20 Maret 2026. Ini turut memperkuat dinamika atmosfer yang mendukung pertumbuhan awan hujan di sebagian wilayah. Situasi ini juga dipengaruhi oleh kelembapan udara yang relatif tinggi serta kondisi atmosfer yang cukup labil.

Potensi Hujan

Lebih lanjut, Andri menyampaikan bahwa potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat diprakirakan terjadi pada periode 14–17 Maret di sebagian wilayah Sumatera serta sebagian Jawa bagian tengah dan timur. Selanjutnya, pada periode 18–20 Maret 2026, peluang hujan juga dapat terjadi di sebagian wilayah Sulawesi Selatan dan Papua.

Pada sektor penerbangan, BMKG mengidentifikasi adanya potensi pertumbuhan awan Cumulonimbus dengan cakupan cukup luas di sebagian jalur mudik, terutama di wilayah Laut Maluku dan utara Papua. Peluang kemunculan awan ini diprakirakan mencapai lebih dari 75 persen, yang berarti awan hujan berpotensi muncul cukup sering sehingga perlu menjadi perhatian bagi aktivitas penerbangan di wilayah tersebut.

“BMKG juga memprediksi potensi gelombang tinggi lebih dari 2,5 meter berpeluang terjadi di Laut Maluku dan Perairan Utara Papua yang dapat memengaruhi aktivitas transportasi laut. Selain itu, masyarakat pesisir di wilayah Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, hingga Nusa Tenggara Timur dan Kalimantan juga perlu mewaspadai potensi banjir rob yang diprakirakan terjadi secara bergantian mulai 14 hingga 19 Maret 2026,” ujarnya.

Pemudik Perlu Pantau Cuaca

Menanggapi kondisi tersebut, Plh. Direktur Meteorologi Publik, Ida Pramuwardani, merekomendasikan pemudik dan masyarakat untuk memantau informasi cuaca secara berkala melalui aplikasi InfoBMKG atau situs resmi www.bmkg.go.id.

Sebelum memulai perjalanan, masyarakat juga diimbau menyiapkan perlengkapan darurat, meningkatkan kewaspadaan saat berkendara dalam kondisi hujan, serta memastikan kondisi rumah aman dari potensi risiko hidrometeorologi sebelum ditinggalkan.

BMKG juga mengajak seluruh masyarakat untuk tetap tenang serta hanya mempercayai informasi cuaca yang bersumber dari kanal resmi pemerintah guna menghindari penyebaran informasi yang tidak benar.