Ibu Hamil Boleh Puasa, Asal Kebutuhan Gizinya Tetap Terpenuhi

Nutrisi seimbang seperti adanya karbohidrat, protein, serat, dan cairan, bisa membantu ibu hamil untuk berpuasa dengan aman.

Diterbitkan 07 Maret 2026, 08:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Ibu hamil tetap dapat berpuasa selama kondisi kesehatan memungkinkan dan kebutuhan gizi tetap terpenuhi seperti disampaikan dokter gizi klinik Diana Suganda.

 

Diana mengungkapkan ibu hamil sangat membutuhkan nutrisi yang seimbang selama berpuasa. Paling penting adalah memastikan asupan makanan saat sahur dan berbuka dengan zat gizi yang lengkap. 

“Kebutuhan ibu hamil pun juga harus cukup ya, seperti ada karbohidrat, protein, sayur, lemak, buah, dan air,” jelas Diana ditemui di Jakarta dalam peringatan Hari Obesitas Sedunia pada Rabu, 4 Maret 2026.

Pola makan ibu hamil saat berpuasa pada dasarnya tidak jauh berbeda dengan kebutuhan gizi harian pada umumnya. Asupan nutrisi harus tetap seimbang agar energinya tetap terjaga dan perkembangan janin tidak terganggu. 

Karbohidrat menjadi sumber energi utama yang membantu tubuh tetap bertenaga sepanjang hari. Karbohidrat dapat diperoleh dari nasi, kentang, gandum atau sumber lain yang mampu memberikan energi secara stabil. 

Oleh karena itu, ibu hamil disarankan tidak melewatkan waktu sahur dan buka puasa selama Ramadan. “Ibu hamil pokoknya jangan sampai skip, tetap harus makan untuk mengisi dan mengembalikan energi,” tegasnya.

Termasuk tidak boleh skip karbohidrat seperti nasi merah, kentang, oatmeal. Karbohidrat penting terutama saat sahur agar tubuh memiliki cadangan energi yang cukup hingga waktu berbuka.

Protein, Serat dan Cairan

Selain itu, protein juga bagus untuk menutrisi ibu hamil. Sumber protein bisa diperoleh dari berbagai sumber seperti ayam, ikan, ataupun daging. Zat gizi ini membantu pembentukan jaringan tubuh serta menjaga kondisi tubuhnya selama menjalani aktivitas harian saat berpuasa. 

Sayur dan buah juga tidak boleh diabaikan dalam menu sahur maupun berbuka. Karena kedua makanan ini mengandung vitamin, mineral, dan serat yang membantu menjaga daya tahan tubuh serta melancarkan sistem pencernaan. 

Pengolahan makanan yang lebih ringan seperti tumisan sederhana atau kuah bening bisa menjadi pilihan yang lebih aman untuk menjaga kesehatan pencernaan.

“Sayur tumis-tumis, dan kuah bening, itu boleh ya,” katanya.

Kandungan air dalam buah juga membantu menjaga hidrasi tubuh selama menjalani puasa.

Selain makanan padat gizi, kecukupan cairan juga menjadi faktor penting bagi ibu hamil. Air membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh serta mendukung berbagai fungsi metabolisme. 

Dengan keseimbangan nutrisi seperti karbohidrat, protein, serat, dan cairan. Bisa membantu ibu hamil menjalankan puasa dengan sehat.

Makanan yang Sebaiknya Tidak Dikonsumsi Ibu Hamil

Selain memperhatikan kecukupan nutrisi, Diana mengingatkan agar ibu hamil perlu lebih teliti dalam memilih jenis makanan selama berpuasa. Salah satunya, makanan yang dapat memicu ketidaknyamanan pada lambung, terutama ketika tubuh menahan lapar dalam waktu lama. 

“Mungkin yang terlalu berlemak, terlalu pedas gitu ya gorengan-gorengan, nanti pada saat berpuasa, enggak nyaman lambungnya,” tuturnya.

Makanan berlemak jika terlalu banyak dikonsumsi ibu hamil bisa menyebabkan hipertensi dan terlalu banyak makan pedas dapat menyebabkan diare berkepanjangan dan bisa menimbulkan dehidrasi.

  • liputan6
    Menurut ahli bahasa Sansekerta, upawasa bermakna ritual untuk “masuk” ke Yang Ilahi.
    puasa
  • Ramadan adalah bulan suci umat Islam yang dirayakan dengan cara melaksanakan puasa selama satu bulan penuh.
    Bulan Ramadan adalah periode suci bagi umat Muslim di seluruh dunia untuk berpuasa, meningkatkan ibadah, dan mempererat tali silaturahmi, dengan panduan lengkap mencakup jadwal, fiqih, gaya hidup, ekonomi, dan kesehatan.
    Ramadan
  • Nutrisi
  • Ibu Hamil
  • Hamil
  • sehat