Operasi Bibir Sumbing pada Anak, Ini Ketentuan yang Perlu Diperhatikan

Sebelum operasi bibir sumbing pada anak, ada beberapa ketentuan yang harus diperhatikan oleh orangtua. Salah satunya berat badan dan usianya.

Diterbitkan 04 Maret 2026, 14:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Sebelum operasi bibir sumbing pada anak, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan orangtua. Salah satunya adalah ketentuan usia dan berat anak.

Dokter bedah plastik rekonstruksi dan estetik, Yantoko menjelaskan syarat berat badan anak yang cukup sebelum operasi.

“Usia bayi minimal operasi itu 3 bulan untuk bibir sumbing, dengan berat yang diharapkan adalah 5 kg,” jelas Yantoko dalam acara Harmoni Ramadan Ciptakan Senyuman di Wisma 46 Jakarta pada Selasa, 3 Maret 2026.

Ia menekankan bahwa operasi tidak dapat dilakukan tanpa mempertimbangkan kesiapan fisik anak, terutama dari sisi berat badan dan kondisi kesehatan secara umum. Selain itu, ketentuan ini bukan sekadar angka, melainkan bagian dari standar keselamatan pasien agar proses operasi berjalan optimal.

Tentang Operasi Celah Langit-Langit Mulut

Ada perbedaan ketentuan yang harus diperhatikan sebelum operasi celah langit-langit dengan operasi bibir sumbing.

“Untuk operasi langit-langit biasanya usia 1 tahun, dengan berat yang diharapkan adalah 10 kg,” tambahnya.

Prosedur operasi langit-langit mulut dilakukan pada tahap tumbuh kembang yang lebih matang. Perbedaan waktu operasi ini berkaitan dengan kesiapan struktur jaringan, kondisi umum anak, serta kebutuhan pemulihan setelah pasca operasi.

Kesiapan Psikologis Orang Tua

Selain ketentuan usia dan berat badan anak, kesiapan psikologis orang tua harus diperhatikan. Ketika harapan akan kelahiran anak yang sehat berhadapan dengan kenyataan medis yang tidak terduga, orang tua harus tabah menerima.

“Sejak lahir anak ada sedikit masalah saja itu sudah bergejolak hati orang tuanya, belum lagi kalau ada tekanan sosial yang dihadapi,” ucapnya.

Tekanan emosional ini, apabila tidak dikelola dengan baik, dapat memengaruhi konsistensi perawatan anak. Dalam beberapa kasus, kurangnya semangat atau pemahaman dapat berdampak pada pola pemberian nutrisi dan pemantauan kesehatan anak.

Oleh karena itu, pentingnya dukungan informasi, pendampingan sosial, serta edukasi yang memadai. Orang tua perlu memahami tahapan operasi, waktu yang tepat, serta kondisi kesehatan yang harus dipenuhi. Diskusi mengenai jadwal operasi dan kesiapan anak sebaiknya dilakukan secara terencana agar keluarga memiliki gambaran yang jelas mengenai proses yang akan dijalani.

Kendala yang Bisa Menyebabkan Operasi di Tunda

Selain ketentuan berat badan, kondisi kesehatan anak juga harus dalam keadaan optimal. Jika sebelum operasi bayi atau anak mengalami infeksi, demam, atau gangguan pernapasan, maka kemungkinan besar pelaksanaan operasi akan di tunda.

“Kondisi fisik yang stabil penting untuk keberhasilan operasi dan minimnya risiko pasca operasi,” ujarnya.

Orang tua perlu memastikan anak dalam keadaan sehat, mendapatkan perawatan yang memadai, serta rutin berkonsultasi menjelang jadwal operasi.

Tantangan yang Biasa Dihadapi Pasien

Tantangan terbesar sebelum operasi sering kali berkaitan dengan pemenuhan berat badan. Karena bayi atau balita yang terkena bibir sumbing rentan mengalami gangguan saat menyusui karena celah pada bibir membuat proses mengisap tidak berlangsung optimal.

Kondisi tersebut dapat memengaruhi asupan nutrisi harian dan berdampak pada penurunan berat badan bayi.

“Kadang ya, bayi atau anak yang terkena bibir sumbing beratnya itu gak naik-naik. Kenapa? Karena pemenuhan nutrisinya kurang,” tuturnya.

Pernyataan tersebut menggambarkan kondisi yang sering ditemui di lapangan. Asupan gizi yang tidak mencukupi pada awal kehidupan anak dapat menghambat pencapaian berat badan ideal sesuai syarat operasi.

Oleh sebab itu, pemantauan pertumbuhan harus dilakukan secara berkala dengan pendampingan tenaga kesehatan.