Kulit Sensitif Bukan Sekadar Salah Skincare, Dokter Ungkap Penyebab yang Sering Diabaikan

Kulit sensitif tak selalu karena salah skincare. Dokter kulit ungkap penyebab yang sering diabaikan serta cara aman menenangkannya.

Diterbitkan 02 Februari 2026, 10:39 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Keluhan kulit sensitif belakangan semakin sering terdengar, terutama di kota-kota besar seperti Medan. Banyak orang mengira kondisi kulit yang mudah merah, perih, gatal, atau terasa panas disebabkan karena tidak cocok dengan produk skincare tertentu.

Padahal, menurut Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin dari ERHA Central Medan, dr. Ariyati Yosi, MKed(KK), Sp.DVE, Subsp.DT, FINSDV, FAADV,, penyebab kulit sensitif tidak sesederhana itu.

Yosi menjelaskan bahwa kulit sensitif umumnya muncul akibat kombinasi berbagai faktor, mulai dari lingkungan, kebiasaan perawatan, hingga gaya hidup masyarakat perkotaan.

"Kulit sensitif bukan sekadar tidak cocok skincare. Ini biasanya terjadi karena skin barrier sedang melemah, dan penyebabnya bisa sangat beragam," ujar Yosi.

Medan dikenal dengan cuaca panas dan lembap sepanjang tahun. Kondisi ini, kata Yosi, membuat kulit lebih mudah kehilangan kelembapan dan rentan mengalami iritasi, terutama jika dikombinasikan dengan paparan polusi, aktivitas padat, serta penggunaan skincare berlapis tanpa pemahaman yang tepat.

"Di Medan, kombinasi cuaca dan kebiasaan perawatan sering jadi pemicu iritasi berulang. Banyak pasien datang setelah mencoba berbagai produk mengikuti tren, tapi tanpa tahu kondisi kulitnya sendiri," ujarnya.

Tak sedikit pula yang menganggap rasa perih sebagai tanda skincare sedang 'bekerja'. Anggapan ini justru menjadi salah satu kesalahpahaman paling sering ditemui di klinik.

"Perih itu tanda kulit sedang iritasi, bukan progres. Kalau dibiarkan, justru bisa memperparah kondisi kulit," ujar Yosi.

 

Kulit Sensitif Tidak Bersifat Permanen

Kabar baiknya, kulit sensitif tidak selalu bersifat permanen. Banyak kasus bersifat sementara dan dapat membaik jika skin barrier diperbaiki dengan cara yang tepat. Namun, masalah muncul ketika kondisi ini dibiarkan terlalu lama tanpa penanganan.

"Sering kali pasien datang sudah dalam kondisi berat karena iritasi dibiarkan berulang. Padahal, penanganan sejak awal bisa mencegah kondisi makin parah," kata Yosi yang telah berpraktik lebih dari 17 tahun.

 

Cara Aman Menangani Kulit Sensitif

Menurut Yosi, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah menghentikan sementara produk yang berpotensi memicu iritasi, seperti retinol, exfoliant, atau skincare dengan pewangi kuat.

Setelah itu, fokus utama adalah menenangkan dan memperbaiki skin barrier. "Penanganan kulit sensitif itu bertahap. Yang penting aman, jelas, dan sesuai kebutuhan masing-masing orang," tambahnya.

Dia juga menekankan pentingnya penggunaan sunscreen yang lembut dan tidak mengiritasi, terutama di kota dengan paparan sinar matahari tinggi seperti Medan. Rutinitas skincare sebaiknya disederhanakan hingga kondisi kulit stabil.

Jika keluhan tidak membaik, konsultasi dengan dokter kulit sangat disarankan. Kulit sensitif bisa menjadi tanda adanya dermatitis, alergi, atau kondisi medis lain yang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.

Dengan pendekatan yang tepat dan terukur, kulit sensitif bukanlah kondisi yang harus ditakuti. "Setiap kulit itu unik. Dengan analisis yang menyeluruh, kulit sensitif bisa kembali lebih tenang, sehat, dan terkontrol," pungkas Yosi.