Liputan6.com, Jakarta - Guru Besar Bidang Genetika dan Pemuliaan Ternak Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof. Ronny Rachman Noor, mengatakan, daging kambing aman dikonsumsi asalkan tidak berlebihan, serta memperhatikan cara memasak dan penyajiannya.
Ronny menyarankan agar konsumen memilih daging kambing yang tidak mengandung lemak berlebihan. "Sebelum dimasak, dianjurkan untuk membuang lemak yang menempel pada daging guna memastikan kandungan lemak seminimal mungkin," katanya seperti dikutip dari laman IPB pada Sabtu, 31 Januari 2026.
Dalam proses pembumbuan, Ronny juga menyarankan penggunaan bumbu dan herbal dengan kandungan sodium rendah. Sementara itu, metode memasak yang dianjurkan meliputi memanggang, membakar, atau merebus.
Advertisement
"Alangkah baiknya menghindari menggoreng daging kambing. Selain itu, gunakan resep yang memadukan daging kambing dengan sayuran dan biji-bijian utuh agar gizi yang dihasilkan lebih seimbang," tambahnya.
Dia turut menanggapi mitos yang berkembang di masyarakat bahwa daging kambing bersifat 'panas' dan menjadi pemicu hipertensi. Menurutnya, anggapan tersebut lebih bersandar pada kepercayaan yang tidak didukung data ilmiah.
Tak heran, meskipun memiliki aroma dan rasa yang khas, daging kambing kerap dihindari oleh sebagian masyarakat.
Faktanya, seperti halnya daging merah lainnya, daging kambing secara ilmiah tidak menjadi pemicu hipertensi.
Namun, risiko tersebut dapat muncul akibat cara penyajian dan pola konsumsinya yang berkaitan erat dengan hipertensi.
Nilai gizi daging sangat dipengaruhi oleh jenis ternak, faktor genetik, serta manajemen pemeliharaannya.
Sebagai contoh, ternak yang digembalakan umumnya menghasilkan daging yang lebih sehat, dengan kandungan lemak jenuh dan kolesterol yang lebih rendah dibandingkan ternak dari sistem penggemukan.
Dari sisi gizi, daging kambing yang dikenal dengan sebutan chevon merupakan pilihan daging merah yang lebih sehat. Hal ini karena kandungan lemaknya lebih rendah, kepadatan proteinnya lebih tinggi, serta profil kolesterolnya lebih baik dibandingkan daging sapi dan daging domba.
Chevon juga mengandung lemak jenuh yang lebih sedikit dibandingkan daging merah lainnya, sehingga bermanfaat dalam menunjang kesehatan jantung.
Selain itu, daging kambing kaya akan zat besi dan protein yang mendukung kesehatan secara keseluruhan.
Kandungan Kolesterol Daging Kambing
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,540,20,0)/kly-media-production/medias/5245659/original/008659100_1749375638-WhatsApp_Image_2025-06-08_at_12.40.57.jpeg)
Ronny tak memungkiri, daging kambing memang mengandung kolesterol, tapi jumlahnya moderat. Lebih rendah jika dibandingkan dengan kandungan kolesterol daging sapi dan domba.
“Jadi, jika daging kambing dikonsumsi secara tidak berlebihan, tidak akan meningkatkan tekanan darah dan kadar kolesterol secara drastis,” ujar Ronny.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan pola makan yang moderat dan seimbang, mengonsumsi daging kambing terbukti tidak memengaruhi tekanan darah dan profil lemak individu dengan status hipertensi ringan.
Studi ini juga mengungkap bahwa untuk pengidap hipertensi direkomendasikan membatasi konsumsi daging merah utamanya yang sudah diproses yang mengandung lemak jenuh tinggi. Oleh sebab itu, daging kambing jika diolah dengan benar dan rendah lemak merupakan alternatif yang lebih baik bagi pasien hipertensi dibanding dengan daging merah lainnya.
Advertisement
Metode Penyajian Daging Kambing Jadi Hal Krusial
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,540,20,0)/kly-media-production/medias/5245661/original/038334400_1749375640-WhatsApp_Image_2025-06-08_at_12.41.37.jpeg)
Dalam memahami faktor penyebab hipertensi, masyarakat perlu memahami bahwa metode penyajian lebih berpengaruh dibandingkan dengan dagingnya.
“Menggoreng atau memasak dengan garam, mentega, atau saus berlemak yang berlebihan dapat mengubah daging yang sehat menjadi bahan makanan yang berisiko hipertensi,” ucap Ronny.
Di samping itu, porsi konsumsi juga perlu diperhatikan. Mengonsumsi daging merah secara berlebihan, termasuk daging kambing dapat menyebabkan tekanan kardiovaskular. Porsi konsumsi daging merah ini sangat bergantung pada status kesehatan individu. Orang dengan hipertensi atau kondisi kardiovaskular harus memantau asupan daging merah, termasuk daging kambing.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8414164/original/000004000_1782298740-Cek_fakta_-_rumor_ukraina.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7676875/original/060602200_1780471869-Tugas__23_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8406223/original/090481000_1782289085-cek_fakta_-_insentif_guru_asn.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256117/original/079954000_1781147945-Tugas__29_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1908458/original/066821200_1766619000-WhatsApp_Image_2025-12-25_at_06.29.31.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5489246/original/007737300_1769832945-kambing.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/262/original/004103300_1521089203-WhatsApp_Image_2018-03-15_at_12.45.09.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259234/original/092963300_1781492552-deniz_undav_selebrasi_jerman_curacao_ap_eric_gay.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258639/original/042157800_1781395836-AP26164834638106-Vinicius.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258626/original/079452200_1781391485-000_B6Z46WN.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8443167/original/050423700_1782336694-swiss.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8442423/original/051297200_1782335693-063_2283164257.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7809636/original/050138700_1780626362-timnas-republik-ceko.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257627/original/035946300_1781249972-AP26163143978604.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258899/original/071719200_1781422429-vini.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258705/original/024939600_1781404490-qatar_vs_swiss-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262489/original/072589900_1781818934-Switzerland_s_Johan_Manzambi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263365/original/096832600_1781914237-063_2282418040.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258625/original/008972500_1781391455-000_B6Z46X3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7612066/original/027493400_1780397532-1780397441.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4894934/original/050756800_1721286979-WhatsApp_Image_2024-07-18_at_14.06.59__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7516880/original/051039500_1780289122-Untitled3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7239877/original/052325600_1780024780-17674852802150296434.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7239875/original/090758200_1780024779-4063644926194816847.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4802010/original/004623100_1713173463-IMG_2018.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4543791/original/077857500_1692435089-Snapseed_4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7243297/original/008039400_1780028817-2350092004300823469.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5406426/original/081149500_1762572222-Sepiring_sate_klatak_Jogja__Wikimedia_Commons_.jpg)