Liputan6.com, Jakarta - Pemanfaatan bahan lokal kembali menunjukkan potensinya sebagai solusi ramah lingkungan. Onclang dan serai, dua bahan yang mudah ditemukan di Desa Munding, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, diolah menjadi disinfektan dan spray anti-nyamuk alami oleh mahasiswa Universitas Negeri Semarang (UNNES).
Inovasi tersebut diperkenalkan dalam kegiatan edukasi dan pelatihan pembuatan produk berbasis bahan dapur yang digelar oleh mahasiswa Program Studi Teknik Kimia, Kimia Murni, dan Biologi UNNES pada Minggu, 28 Desember 2025. Kegiatan ini berlangsung bersamaan dengan agenda rutin pertemuan PKK RT 04 Dusun Gemawang, dengan sasaran utama ibu-ibu PKK setempat.
Sebanyak 13 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UNNES terlibat dalam kegiatan ini. Empat mahasiswa menjadi pemateri utama, yakni Hasna, Lutfi, Fitri, dan Udin, yang berasal dari lintas program studi.
Advertisement
Kolaborasi ini dinilai mampu mendorong kreativitas dalam mengolah potensi lokal desa menjadi produk yang aplikatif dan berkelanjutan.
"Onclang dan serai kami pilih sebagai bahan utama karena merupakan komoditas unggulan di Desa Munding. Selain itu, pembuatan spray anti-nyamuk ini juga dilatarbelakangi oleh meningkatnya kasus DBD di wilayah ini," ujar mahasiswa KKN UNNES sekaligus pencipta produk spray anti-nyamuk, Udin.
Selain disinfektan berbahan dasar onclang dan spray anti-nyamuk dari serai, mahasiswa juga memperkenalkan lilin aromaterapi berbahan limbah minyak jelantah serta pestisida organik dari onclang dan kulit bawang. Seluruh produk dirancang agar mudah dibuat, aman digunakan, dan ramah lingkungan.
Pemilihan onclang dan serai bukan tanpa alasan. Kedua bahan tersebut merupakan komoditas yang banyak dijumpai di Desa Munding serta memiliki kandungan senyawa alami yang berpotensi sebagai antimikroba dan pengusir nyamuk.
Â
Edukasi Interaktif dan Aplikatif
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5468223/original/025272000_1767944596-KKN.jpg)
Rangkaian kegiatan dirancang secara interaktif. Sebelum praktik, para peserta menerima brosur edukatif yang berisi penjelasan singkat mengenai manfaat produk, tujuan pembuatan, cara penggunaan, serta tahapan prosesnya.
Setelah itu, mahasiswa memberikan tutorial langsung agar ibu-ibu PKK dapat memahami dan mempraktikkan pembuatan produk secara mandiri.
Kegiatan ditutup dengan pembagian produk hasil olahan dan sesi diskusi terbuka. Dalam sesi ini, peserta aktif bertanya mulai dari bahan yang digunakan, masa simpan produk, hingga manfaatnya untuk kebutuhan rumah tangga sehari-hari.
"Sosialisasi ini kami lakukan dengan memaparkan keempat produk kepada ibu-ibu PKK Dusun Gemawang. Harapannya, produk yang dihasilkan bisa diaplikasikan secara maksimal dalam kehidupan sehari-hari," ujar mahasiswa pencipta lilin aromaterapi berbahan minyak jelantah, Fitri.
Â
Advertisement
Berangkat dari Observasi Desa
Sementara itu, Hasna, pelopor produk biopestisida dari onclang dan kulit bawang, menjelaskan bahwa kegiatan ini diawali dengan proses observasi yang matang.
"Langkah awal yang kami lakukan adalah observasi desa, mulai dari komoditas unggulan hingga permasalahan yang dihadapi masyarakat. Setelah itu kami melakukan perencanaan, persiapan alat dan bahan, hingga pembuatan serta pengemasan produk agar lebih menarik," ujarnya.
Ketua PKK Desa Munding, Jumiyarti, menyambut positif kegiatan tersebut dan mengapresiasi peran aktif mahasiswa KKN UNNES.
"Saya mewakili masyarakat Dusun Gemawang sangat senang dengan kegiatan mahasiswa KKN seperti ini. Manfaatnya sangat terasa karena produknya bisa langsung diaplikasikan oleh masyarakat," ujarnya.
Â
Inovasi yang Sangat Relevan
Antusiasme juga datang dari para peserta. Salah seorang ibu rumah tangga, Ardana, menilai inovasi tersebut sangat relevan dengan kebutuhan warga desa.
"Bagus sekali inovasi adik-adik KKN UNNES dalam memanfaatkan hasil bumi Desa Munding. Ke depannya mungkin bisa dikembangkan lagi dengan tambahan aroma alami lain, seperti daun jeruk atau bunga," ujarnya.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa UNNES menunjukkan bagaimana onclang dan serai tidak hanya menjadi bahan dapur biasa, tapi juga dapat diolah menjadi disinfektan dan anti-nyamuk ramah lingkungan.
Inisiatif ini sekaligus menegaskan peran generasi muda dalam menerapkan ilmu pengetahuan secara langsung untuk menjawab kebutuhan nyata masyarakat.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8336960/original/043977000_1782207955-cek_fakta_-_bibit_Ikan_lele.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8968722/original/090452400_1782980277-cek_fakta_-_tenaga_pendamping_masyarakat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5562012/original/067915900_1776772441-Cek_fakta_Anies_baswedan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8810983/original/080616100_1782907341-cek_fakta_-_bibit_ayam_dan_ikan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5468221/original/063508500_1767944595-Onclang_dan_Serai.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260345/original/097053600_1781587471-spanyol.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261027/original/025366000_1781675161-AP26168084988387.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257805/original/092292600_1781257252-9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264149/original/054877000_1782096496-063_2282689905-Timnas_Mesir.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8929510/original/065051700_1782959692-bos7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776148/original/089087200_1782856721-France_s_Kylian_Mbappe__left__celebrates_with_his_teammate_ousmane_dembele.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776140/original/038104800_1782846348-063_2284057834.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8711662/original/096717100_1782792792-korsel_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8864051/original/078185200_1782929110-063_2284211401.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8933715/original/054098500_1782962062-AP26183008148565.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3983384/original/070885000_1648973797-WhatsApp_Image_2022-04-02_at_14.41.04.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5467636/original/014194400_1767925988-Tanaman_Sawi_Langit__Wikimedia_Commons_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5467349/original/079815100_1767873932-WhatsApp_Image_2026-01-08_at_10.37.50.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4016767/original/084602400_1652066166-20220509-FOTO---GAGE-Herman-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5278625/original/058751700_1752116095-20250707_135157.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3068931/original/070689500_1583394243-20200305-Dampak-Corona_-Harga-Jahe-di-Pasar-Rumput-Capai-Rp-95.000-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5467460/original/038705100_1767888051-VideoCapture_20260108-224228.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4815900/original/078100200_1714359776-MENIRAN_MERAH.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5467690/original/001587500_1767927487-Screenshot_2026-01-09_095121.png)