Cara Menteri Wihaji Jaga Komunikasi dengan Anak: Ngobrol Minimal Satu Jam per Hari

Begini cara Menteri Wihaji sempatkan waktu mengobrol satu jam setiap hari bersama anak.

Diterbitkan 19 Desember 2025, 18:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga) Wihaji berkisah, dirinya diberi tugas oleh sang istri untuk menyempatkan waktu mengobrol dengan anak.

Dulu, saat ia menjadi Bupati Batang Provinsi Jawa Tengah, ia diminta menyempatkan waktu dua jam dalam seminggu khusus untuk mengobrol dengan anak.

"Pengalaman aja, kita sharing, saya pernah jadi bupati. Ketika saya bupati, biasa aktivitas muter terus, dulu saya dikasih kewajiban sama istri saya, minimal satu minggu dua jam ngobrol sama anak. Satu minggu tuh dua jam, saya coba ikhtiar, jam 6 handphone anak, bapaknya, ibunya masukin kotak sampai jam 8, minimal dua jam," kata Wihaji dalam Gerakan Ayah Mengambil Rapor (GEMAR) di SDN Pondok Bambu 11, Jakarta Timur, Jumat (19/12/2025).

Kini setelah menjadi menteri, ia diminta sang istri untuk menyempatkan waktu satu jam per hari untuk berbincang dengan anak.

"Sekarang pasalnya berubah, kalau dulu saat jadi bupati dua jam seminggu, sekarang dikasih pasal sama istri sehari satu jam ngobrol sama anak. Kapan? Saya ngobrol sama anak saat antar sekolah, setiap hari saya antar anak sekolah, jam 6 berangkat sampai jam 7, anak saya kelas 6 SD," ujarnya.

 

Titip Pesan untuk Para Ayah

Cerita ini disampaikan Wihaji di hadapan para ayah yang sedang mengambil rapor anaknya sebagai pengingat begitu pentingnya peran seorang bapak.

"Kenapa sih hari ini ayah-ayah suruh ambil rapor? Sekadar informasi, hari ini anak-anak Indonesia 25,8 persen kehilangan ayahnya, adanya seperti tidak adanya. Anak-anak sekarang ayahnya bukan bapak-bapak, anak-anak sekarang ayahnya handphone," kata Wihaji.

Dia menambahkan, anak-anak biasanya memegang ponsel sekitar tujuh hingga sembilan jam dalam sehari. Ini menjadi salah satu alasan kenapa anak-anak sulit dinasihati. "Sekarang anak-anak susah dibiliangin, ya gimana nggak susah, bapak-bapak jarang ngobrol dengan anaknya," kata Wihaji.

Wihaji pun mengajak para ayah untuk mulai menyempatkan waktu mengobrol dengan anak-anak."Oleh karena itu, saya titip, sempatkan ngobrol dengan anaknya. Mau siang, mau malam sempatkan."

Ingatkan untuk Bersyukur

Tak lupa, Wihaji mengingatkan para ayah untuk bersyukur karena masih bisa mendampingi anak-anaknya.

"Kita harus bersyukur masih ada ayah masih ada anak, kalau saudara-saudara kita di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, mereka boro-boro mengambil rapor, mereka tengah mencari anaknya yang hilang, ayahnya yang hilang, rumahnya yang hilang," ucapnya.

Momen mengambil rapor bersama ayah adalah hal yang tak akan terlupakan oleh anak, kata Wihaji. Mereka akan merasa ayahnya hadir sehingga menimbulkan rasa percaya diri.

Â