Begini Cara Olah 7 Tanaman Herbal Anti Pegal Linu Buat Remaja Jompo

Dokter membagikan cara mengolah 7 tanaman herbal buat remaja jempo agar tidak pegal linu dan kaku.

Diterbitkan 21 Desember 2025, 10:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Belakangan ini, tanaman herbal dilirik sebagai pengobatan alternatif terhadap berbagai penyakit. Salah satunya adalah penyakit pegal linu yang kerap dialami ‘remaja jompo’. Hal ini karena sebagian besar generasi muda menganggap bahwa olahan tanaman herbal ampuh untuk mengatasi pegal dan nyeri otot secara aman.

Dokter Danang Ardiyanto, MKM, dari UPF Yankestrad Tawangmangu RSUP Dr. Sardjito merekomendasikan setidaknya tujuh tanaman herbal yang mampu mengatasi pegal linu. Tanaman tersebut adalah jahe, kunyit, temulawak, kencur, daun salam, serai, dan cabe jawa.

Sementara itu, tanaman herbal tidak selalu aman untuk dikonsumsi, katanya. Perlu pengolahan khusus dan cara mengolah yang tepat sehingga khasiatnya bisa maksimal untuk tubuh.

Danang mengungkapkan tiga prinsip penting yang harus diperhatikan saat mengolah tanaman herbal. Di antaranya yaitu:

  • Pastikan tanaman yang digunakan masih segar
  • Kecilkan api saat merebus tanaman herbal
  • Kombinasikan tanaman agar manfaatnya maksimal

“Ketiga prinsip tersebut dilakukan agar senyawa tanaman tidak rusak,” jelasnya kepada Tim Health Liputan6.com melalui pesan singkat pada Selasa, 16 Desember 2025.

Selain untuk dikonsumsi, Danang menyebutkan bahwa tanaman herbal juga bisa diolah menjadi obat balur. Hal ini bisa dilakukan dengan menumbuk halus tanaman atau diekstrak menjadi minyak atau balsam. Dengan begitu, remaja jompo bisa merasakan manfaat tanaman herbal secara efektif.

 

Herbal Tidak Selamanya Boleh

Danang menegaskan bahwa sesuatu yang herbal bukan berarti boleh dikonsumsi tanpa batas. Dalam hal ini, masyarakat perlu memperhatikan hal-hal berikut.

  • Dosis yang wajar
  • Tidak berlebihan
  • Tidak dikonsumsi terus-menerus tanpa jeda

Menurutnya, dosis yang terbaik untuk mengonsumsi tanaman herbal yaitu satu sampai dua kali dalam sehari selama seminggu. Dosis ini sesuai untuk keluhan pegal yang ringan. Jika level nyeri meningkat dan menetap lebih dari dua minggu, evaluasi medis perlu dilakukan.

 

Efek Samping Konsumsi Tanaman Herbal

Danang menggarisbawahi bahwa tanaman herbal juga memiliki efek samping. Meski jarang, masyarakat juga perlu memperhatikan indikasi berikut.

  • Iritasi lambung (umumnya disebabkan oleh kelebihan jahe atau kunyit)
  • Reaksi alergi
  • Reaksi akibat interaksi obat tertentu

Oleh karena itu, Danang mengatakan bahwa mengonsumsi olahan tanaman herbal harus bijak dan terukur. Hal ini supaya tanaman herbal tetap memberikan manfaat, bukan kerugian atau gangguan kesehatan.

 

Kondisi yang Harus Diperhatikan Saat Mengonsumsi Herbal

Meskipun alami, olahan tanaman herbal tidak bisa dikonsumsi sembarangan oleh sebagian orang. Danang memaparkan kondisi-kondisi yang perlu diperhatikan saat mengonsumsi obat atau minuman herbal, di antaranya adalah:

  • Ibu hamil atau menyusui
  • Penderita maag akut
  • Pasien gangguan ginjal, hati, atau jantung
  • Pasien yang sedang rutin minum obat medis (misalnya pengencer darah)

Danang menyarankan, orang dengan salah satu kondisi tersebut perlu konsultasi sebelum mengonsumsi olahan tanaman herbal. Sehingga efek samping yang dirasakan tidak memperburuk kondisinya.