CKG Capai 66 Juta Penduduk, Kemenkes Optimistis Capai 70 Juta di Akhir 2025

Akhir 2025 sekitar dua minggu lagi. Kemenkes yakin capaian Cek Kesehatan Gratis (CKG) bisa mencapai 70 juta penduduk

Diterbitkan 16 Desember 2025, 15:54 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Cek Kesehatan Gratis (CKG) telah dimanfaatkan oleh 66 juta penduduk Indonesia. Hal ini seperti disampaikan Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Profesor Dante Saksono pada Selasa, 16 Desember 2025.

Melihat angka ini, Dante optimistis 70 juta penduduk Indonesia yang memanfaatkan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di akhir tahun 2025.

"Kita targetkan nanti di akhir tahun akan tercapai 70 juta orang periksa kesehatan gratis," tutur Dante usai mengunjungi Puskesmas Sabutung di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan.

Saat kunjungan Dante juga mengapresiasi upaya tenaga kesehatan Pangkep yang aktif mengajak warga melakukan CKG. Bukan cuma di Puskesmas, CKG juga aktif dilakukan di luar Puskesmas. 

Salah satunya program inovatif Perahu Sehat Pulau Bahagia (PSPB), ini adalah program yang mana tenaga kesehatan pergi naik perahu menuju pulau untuk bertemu warga. 

"CKG tidak hanya di Puskesmas, tapi mereka (nakes) datang ke pulau-pulau, daerah-daerah, bekerja sama dengan desa," kata Dante.

Contohnya Puskesmas Sabutung, fasilitas pelayanan kesehatan masyarakat ini melayani warga dari 17 pulau. Lewat program PSPB, warga di pulau lain dikunjungi setahun empat kali. 

"Masyarakat senang sekali saat ada dokter, dokter gigi dan tenaga kesehatan lain berkunjung," tutur Kepala Puskesmas Sabutung, Harmawati di kesempatan yang sama.  

 

Masalah Kesehatan Terbanyak: Karies, Hipertensi dan Diabetes

Mengenai masalah kesehatan terbanyak yang ditemukan berdasarkan CKG adalah karies atau gigi berlubang. Lalu, hipertensi (tekanan darah tinggi) dan penyakit diabetes melitus juga banyak ditemukan. 

Terkait lanjutan dari temuan hipertensi, Dante yang juga dokter penyakit dalam konsultan endokrin metabolik dan diabetes ini menyarankan untuk segera memberikan obat. Jadi, bila pasien terindikasi tekanan darah tinggi maka segera diberikan obat.

"Jadi, tidak menunggu mereka balik lagi. Tadi saya tanya ke Ibu Kepala Puskesmas Sabutung, ternyata sudah menerapkan seperti itu. Begitu terdiagnosis, langsung diobati," saran Dante.