4 Posisi Menyusui yang Sebaiknya Dihindari, Calon Ibu Perlu Tahu

Menyusui bukanlah sekedar cara alami memberi nutrisi sejak bayi lahir, maka harus dilakukan dengan baik dan benar.

Diterbitkan 14 Desember 2025, 14:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Dokter spesialis anak dan konselor laktasi, Erlina Masniari Napitupulu, dari RS EMC Sentul menyampaikan ada empat posisi menyusui yang sebaiknya dihindari. Bagi calon ibu alias perempuan yang tengah hamil penting mengetahui hal ini agar tak melakukannya saat si Kecil lahir.

Keempat posisi itu adalah:

1. Ibu Membungkuk  

Menyusui dengan posisi tubuh ibu membungkuk sebaiknya dihindari lantaran dapat membuat punggung cepat pegal.

2. Tubuh Bayi Jauh dari Payudara Ibu

Posisi menyusui dengan jarak yang tepat atau terlalu jauh antara bayi dengan payudara ibu dapat membuat pelekatan mulut bayi dengan puting tidak optimal.

3. Kepala dan Tubuh Bayi Tidak Sejajar

Posisi bayi juga perlu diperhatikan, pasalnya jika kepala dan tubuh bayi tidak sejajar maka bayi sulit menelan dengan nyaman.

4. Hanya Andalkan Satu Payudara

Menyusui hanya dari satu payudara secara terus-menerus dapat membuat produksi air susu ibu (ASI) tidak seimbang. Payudara juga berisiko bengkak atau mastitis (peradangan akibat infeksi).

“Menyusui bukanlah sekedar cara alami memberi nutrisi sejak bayi lahir. Lebih dari itu, menyusui memberikan perlindungan berharga jangka panjang bagi si kecil—sebagai nutrisi terbaik sesuai usianya,” kata Erlina mengutip laman EMC, Jumat (12/12/2025).

Erlina menambahkan, ASI adalah sumber antibodi alami, juga membangun ikatan yang kuat antara ibu dan bayi. Dengan demikian, bayi tumbuh sehat secara fisik dan emosional.

Selain memberikan manfaat besar untuk bayi, aktivitas menyusui juga memberikan banyak kebaikan bagi kesehatan Ibu. Meski tampak sederhana, proses menyusui memerlukan pengetahuan, persiapan, dan penyesuaian. Setiap ibu memiliki pengalaman berbeda, tergantung kondisi diri dan bayinya.

“Karenanya, memahami cara menyusui yang tepat akan membantu Ibu merasa lebih nyaman dan dapat memaksimalkan manfaat ASI,” kata Erlina.

 

6 Pendukung Keberhasilan Menyusui

Keberhasilan menyusui, perlu didukung oleh beberapa hal yang perlu ibu pahami dan persiapkan sejak masa kehamilan hingga setelah bayi lahir.

Menurut Erlina, setidaknya ada enam hal yang dapat mendukung keberhasilan menyusui, yakni:

Kesadaran & Motivasi

Sadari bahwa menyusui adalah memberi kehidupan. Setiap tetesan ASI adalah hak bayi yang harus dipenuhi.

Pilih Rumah Sakit yang Mendukung Keberhasilan Menyusui

Carilah informasi mengenai RS yang memiliki kebijakan ramah ASI serta mendukung ibu dan bayi sejak masa kehamilan.

Konsultasi dengan Konselor Laktasi

Persiapkan diri dengan berkonsultasi sejak hamil, saat persalinan, hingga pasca melahirkan.

Inisiasi Menyusu Dini

Inisiasi Menyusu Dini (IMD) juga merupakan hal penting dan dapat dilakukan dengan kontak kulit ke kulit dalam waktu 1 jam pertama setelah bayi lahir. Kemudian dilanjutkan lagi minimal 1 jam.

Rooming-in and Bedding-in

Usahakan Ibu dan bayi selalu bersama agar lebih mudah merespons tanda lapar bayi.

Jaga Kebersihan dan Nutrisi Ibu

Cuci tangan sebelum dan sesudah menyusui, serta konsumsi makanan bergizi seimbang untuk mendukung kesehatan Ibu dan bayi.

 

 

Posisi Menyusui yang Tepat

Agar proses menyusui lebih efektif dan nyaman, ibu perlu menemukan posisi yang tepat. Pastikan Ibu dan bayi rileks. Ibu bisa menggunakan bantal di punggung atau bantal menyusui di pangkuan agar lebih nyaman.

Beberapa posisi umum yang bisa dicoba untuk dilakukan, di antaranya adalah:

  • Cradle Hold – posisi klasik, bayi digendong di lengan Ibu
  • Cross-Cradle Hold – mirip cradle, tetapi bayi ditopang dengan lengan berlawanan
  • Football Hold (Clutch Hold) – bayi diselipkan di samping tubuh seperti memegang bola
  • Side-Lying Position – menyusui sambil berbaring, cocok saat Ibu lelah atau pasca operasi
  • Laid-Back Breastfeeding (Biological Nurturing) – posisi setengah berbaring, bayi diletakkan di dada Ibu, lebih alami dan santai

“Tidak ada posisi yang paling benar yang penting nyaman untuk Ibu dan bayi serta membantu pelekatan (latch) dengan baik,” kata Erlina.

 

Posisi Benar dan Salah Saat Bayi Menyusu

Agar menyusui lebih nyaman dan ASI lebih efektif keluar, perhatikan juga posisi tubuh bayi. Posisi tubuh bayi yang benar saat menyusu ditandai dengan:

  • Wajah bayi menghadap langsung ke payudara (chin to breast), hidung bayi sejajar dengan puting ibu
  • Perut/dada bayi menempel pada perut/dada Ibu
  • Telinga, lengan, dan badan bayi berada dalam satu garis lurus
  • Seluruh tubuh bayi didekap erat dan ditopang dengan baik
  • Kepala bayi berada di lengan Ibu (bukan di lipatan siku).

Sementara, posisi yang salah dapat ditandai dengan:

  • Leher bayi terputar, sehingga tubuh menjauh dari Ibu
  • Badan bayi tidak menghadap ke badan Ibu
  • Ibu hanya menyangga kepala/leher bayi tanpa menopang tubuh
  • Kontak mata antara Ibu dan bayi sulit dilakukan.

“Posisi yang benar akan membuat bayi lebih mudah untuk memasukan puting payudara ke dalam mulutnya, dapat mencegah puting lecet dan memperkuat bonding dengan Ibu,” kata Erlina.