Liputan6.com, Jakarta - Direct Hair Implantation (DHI) adalah teknik transplantasi rambut modern yang menanam rambut tanpa rasa sakit, tanpa sayatan, tanpa bekas luka, dan memberikan hasil yang tampak alami.
Sayangnya, banyak klinik meniru atau memodifikasi nama DHI demi menarik pasien, padahal tidak mengikuti standar aslinya. Karena itu, masyarakat perlu lebih berhati-hati agar tidak terjebak prosedur palsu.
Ahli rambut, dr. Cintawati Farmanina, M.Bio (AAM), menjelaskan bahwa teknik DHI asli mengikuti standar global yang dikembangkan secara eksklusif oleh DHI Global Medical Group. Lembaga medis internasional yang berdiri sejak 1970 di Athena, Yunani, dengan lebih dari 70 klinik resmi di 45 negara dan lebih dari 500.000 pasien di seluruh dunia.
Advertisement
“Dalam prosedur DHI yang asli, setiap tahap dilakukan sesuai protokol medis internasional, mulai dari konsultasi awal, persiapan, implantasi, hingga perawatan pasca tindakan,” ujar Cintawati dalam keterangan pers pada Selasa, 18 November 2025.
Salah satu keunggulan utama DHI adalah metode Single-Step Implantation, yaitu proses satu langkah menggunakan alat eksklusif DHI Implanter. Alat ini memungkinkan dokter menanam folikel rambut tanpa perlu membuat sayatan terlebih dahulu.
Waspada DHI Palsu
DHI Implanter juga dapat mengatur kedalaman, arah, dan sudut tumbuh rambut sehingga hasilnya terlihat alami dan tidak meninggalkan jaringan parut.
Seluruh proses dilakukan langsung oleh dokter yang telah menempuh pendidikan khusus sesuai standar DHI Global, bukan oleh teknisi atau asisten. Selain itu, folikel rambut langsung ditanam setelah diambil untuk menjaga tingkat keberhasilan mencapai 97 persen. Jauh di atas rata-rata metode konvensional.
Dalam menentukan kebutuhan jumlah rambut, klinik DHI di seluruh dunia melakukan perhitungan personal berdasarkan bentuk wajah dan kondisi rambut setiap pasien.
Karena sifatnya yang sangat individual, klinik DHI tidak mengenal istilah “maximum graft” dalam prosedur transplantasi mereka.
Sebaliknya, prosedur yang disebut DHI di banyak klinik tidak jarang hanyalah modifikasi dari metode Follicular Unit Extraction (FUE) konvensional.
"Klinik semacam ini biasanya tetap melakukan dua langkah. Membuat saluran, lalu menanam folikel. Namun, melabelinya sebagai DHI untuk meningkatkan prestise," kata Cintawati.
Advertisement
Tips Mengenal DHI Asli dan Palsu
Prosedur ini kerap dilakukan oleh klinik yang bukan representatif dan tidak memenuhi standar dan sertifikasi resmi dari DHI Global. Dan tidak mengikuti protokol sterilisasi atau batas waktu penanaman graft yang ketat.
Akibatnya, banyak pasien yang mengeluhkan hasil yang tidak alami: kepadatan rambut tidak merata, arah tumbuh salah, hingga munculnya jaringan parut yang tampak jelas.
Selain itu, tidak sedikit klinik yang menggunakan foto hasil editan atau gambar dari internet untuk promosi di media sosial.
"Pemasaran seperti ini menyesatkan dan berpotensi membahayakan pasien yang tidak memahami perbedaannya," ujar Cintawati, pendiri Farmanina Hair & Aesthetic Clinic, representatif resmi DHI Global di Indonesia.
Bagi calon pasien yang ingin menjalani transplantasi rambut, Cintawati mengungkap panduan singkat untuk memastikan keaslian teknik DHI yang digunakan sebagai berikut:
- Verifikasi sertifikasi resmi dari DHI Medical Group.
- Periksa foto hasil pasien asli klinik tersebut, bukan stok foto.
- Pastikan klinik yang didatangi adalah klinik yang terverifikasi dan representatif resmi dari DHI Global.
- Hitung jumlah folikel secara logis dan minta penjelasan medis yang transparan.
- Utamakan keamanan dan kejujuran biaya. Klinik resmi selalu terbuka mengenai proses, risiko, dan hasil yang realistis.
"Kami ingin memastikan masyarakat Indonesia mendapatkan hasil transplantasi rambut yang aman, alami, dan sesuai standar global — bukan versi tiruannya," pungkas Cintawati.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9310889/original/017316800_1785380146-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-30T095434.257.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9312077/original/024885800_1785478974-indomaret.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9316854/original/006178900_1785992062-Screenshot_2026-08-06_113022.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9316905/original/064384100_1785995980-cek_fakta_luhut.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5416732/original/049036100_1763461349-DHI.jpeg)