Liputan6.com, Jakarta - Bertepatan dengan Hari Diabetes Sedunia, perhatian terhadap Retinopati Diabetik (RD) semakin menguat. Kondisi ini kini menjadi salah satu penyebab utama gangguan penglihatan dan kebutaan di Indonesia, seiring meningkatnya jumlah masyarakat yang hidup dengan Diabetes Mellitus.
Para ahli menekankan bahwa Retinopati Diabetik harus ditangani dengan pendekatan komprehensif yang menghubungkan fasilitas layanan kesehatan primer, pemanfaatan teknologi, dan kolaborasi lintas sektor.
Data terbaru menunjukkan bahwa dua dari lima atau sekitar 43,1 persen penyandang diabetes tipe 2 mengalami Retinopati Diabetik. Kerusakan pembuluh darah di retina ini sering berkembang tanpa gejala awal, membuat banyak pasien baru menyadari kondisinya ketika sudah memasuki tahap lanjut.
Advertisement
Komplikasi seperti Diabetic Macular Edema (DME), yang menyebabkan pembengkakan makula dan meningkatkan risiko kebutaan, juga ditemukan pada sekitar 29 persen pasien RD secara global.
Direktur Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid, menyampaikan bahwa beban diabetes di Indonesia masih sangat besar. "Prevalensinya mencapai hampir 30 persen, artinya sekitar 65 juta masyarakat Indonesia terindikasi mengidap diabetes. Namun, saat ini kita baru bisa mendeteksi sekitar 10 juta," ujarnya.
Â
Rendahnya Cakupan Skrining Penyakit Diabetes
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5032122/original/009055300_1733123996-fotor-ai-2024120214150.jpg)
Kondisi ini diperparah oleh rendahnya cakupan skrining retina berbasis populasi. "Kami ingin memastikan skrining RD dapat dilakukan secara masif di layanan primer, tidak hanya bergantung pada ketersediaan dokter spesialis," tambah dr. Nadia.
Upaya penguatan layanan RD kini mulai mengarah pada kolaborasi strategis antara institusi pendidikan dan sektor swasta, termasuk kerja sama antara FK-KMK UGM dan Roche Indonesia yang bertujuan meningkatkan cakupan skrining serta akses tatalaksana RD berbasis standar medis terkini. Pendekatan ini sekaligus mendukung pemanfaatan tele-oftalmologi dan teknologi berbasis AI untuk deteksi dini.
Hal ini juga ditekankan oleh Prof. dr. Muhammad Bayu Sasongko, M.Epi., Ph.D., Sp.M(K), yang memimpin pengembangan model layanan Retinopati Diabetik. Menurutnya, ada tiga tantangan besar yang harus segera diatasi.
"Jumlah pasien diabetes sangat besar, cakupan skrining mata masih kurang dari 5 persen, dan distribusi tenaga ahli mata tidak merata. Akibatnya, banyak pasien datang dalam kondisi sudah lanjut, bahkan terlambat," kata Prof. Bayu.
Â
Advertisement
Penguatan Kerja Sama Lintas Sektor
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5032121/original/066078000_1733123995-fotor-ai-2024120214153.jpg)
Untuk menjawab tantangan tersebut, kerja sama lintas sektor mendorong penerapan lima langkah strategis penanganan Retinopati Diabetik yang menjadi prioritas:
- Penguatan koordinasi dan kepemimpinan lintas sektor, dari pusat hingga daerah, guna memastikan implementasi program berjalan seragam.
- Peningkatan akses skrining retina dan pelayanan kesehatan mata yang bermutu dan sesuai standar medis.
- Penguatan tata kelola SDM kesehatan, termasuk pemerataan tenaga ahli mata dan pelatihan tenaga skrining di layanan primer.
- Optimalisasi cakupan layanan dan pembiayaan, agar intervensi RD dan DME dapat diakses lebih luas oleh masyarakat.
- Pengembangan sistem informasi dan teknologi digital, termasuk pemanfaatan AI dan tele-oftalmologi untuk mempercepat deteksi dini dan alur rujukan.
Bayu menegaskan bahwa keberlanjutan menjadi kunci utama keberhasilan model layanan ini. "Melalui model ini, kami menargetkan peningkatan cakupan skrining secara signifikan dan memastikan pasien yang membutuhkan tatalaksana dapat segera mengaksesnya sebelum terjadi kebutaan permanen," ujarnya.
Dengan ancaman RD yang terus meningkat, hadirnya kerja sama seperti yang dilakukan UGM dan Roche Indonesia diharapkan dapat memperkuat sistem layanan kesehatan mata nasional.
Upaya ini diyakini mampu mempercepat deteksi dini, memperluas akses tatalaksana, dan menurunkan beban kebutaan akibat diabetes di Indonesia.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8528276/original/060137100_1782459682-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-26T143742.924.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9310444/original/096202200_1785317792-cek_fakta_-_pendamping_PKH.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8475678/original/062240100_1782386179-cek_fakta_bansos_PKH_-_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9310112/original/014361000_1785306495-Screenshot_2026-07-29_125347.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5032120/original/020113400_1733123995-fotor-ai-2024120214155.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294318/original/065079400_1783829517-063_2285706113.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9245742/original/085478200_1783138991-verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299398/original/064759200_1784250864-000_B8VA8NK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300741/original/083077900_1784373810-olmo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289600/original/065309500_1783409865-Portugal_s_Cristiano_Ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301613/original/093079500_1784504537-000_C2LE74U.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301644/original/087929500_1784508450-trump_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260490/original/004683900_1781597232-063_2281735743-Spanyol_vs_Tanjung_Verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257806/original/036653900_1781257253-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301596/original/087157300_1784500330-063_2286807575.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4786318/original/084826700_1711521270-GJmtYCIbgAAkw1f.jpeg)