Liputan6.com, Jakarta Kecombrang atau Etlingera elatior dikenal luas di Indonesia sebagai bunga rempah yang memberi aroma khas pada berbagai hidangan Nusantara seperti arsik, sambal matah, dan urap. Namun di balik keindahan dan cita rasanya yang unik, tanaman ini ternyata menyimpan berbagai manfaat kesehatan yang telah dibuktikan melalui penelitian ilmiah. Dalam masyarakat tradisional, kecombrang digunakan sebagai obat alami untuk mengatasi berbagai penyakit mulai dari demam hingga gangguan pencernaan.
Seiring berkembangnya riset herbal modern, kecombrang kini menjadi perhatian para ilmuwan karena kandungan fitokimia dan aktivitas farmakologisnya yang luar biasa. Hampir seluruh bagian tanaman, dari bunga, batang semu, daun, hingga rimpang, mengandung senyawa bioaktif yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai bahan obat, kosmetik, dan suplemen kesehatan.
Liputan6.com akan mengulas secara mendalam manfaat kecombrang berdasarkan kajian ilmiah yang diterbitkan oleh Ismail & Ridzuan (2023) dalam Notulae Scientia Biologicae, termasuk kandungan senyawa aktif, aktivitas biologisnya, serta potensi aplikasinya di bidang kesehatan dan kecantikan, Kamis (16/10/2025).
Advertisement
1. Kecombrang sebagai Antioksidan Alami
Penelitian menunjukkan bahwa bunga dan daun kecombrang memiliki aktivitas antioksidan tinggi berkat kandungan fenolik, flavonoid, dan terpenoidnya. Senyawa-senyawa ini berfungsi menangkal radikal bebas penyebab penuaan dini, peradangan, dan berbagai penyakit degeneratif.
Menurut Vimala et al. (2003), ekstrak bunga kecombrang mampu menekan hingga 92% peroksidasi lemak dan memiliki kemampuan penangkal radikal bebas sebesar 79,8%. Penelitian lain oleh Lachumy et al. (2010) menemukan bahwa aktivitas antioksidan kecombrang setara dengan antioksidan sintetis seperti BHT, menjadikannya sumber alami yang lebih aman bagi tubuh.
2. Aktivitas Antimikroba dan Antifungal
Salah satu manfaat kecombrang yang paling menonjol adalah kemampuannya melawan bakteri dan jamur penyebab penyakit. Ekstrak etanol bunga dan daun kecombrang terbukti menghambat pertumbuhan Staphylococcus aureus, Escherichia coli, dan Bacillus cereus.
Menurut penelitian Sukandar et al. (2017), minyak atsiri dari buah kecombrang juga efektif membunuh mikroorganisme patogen. Bahkan, penelitian Anzian et al. (2020) menunjukkan bahwa minyak bunga kecombrang yang diekstraksi dengan karbon dioksida subkritis memiliki aktivitas antibakteri tinggi dan stabil hingga 12 bulan penyimpanan.
3. Potensi Antitumor dan Antikanker
Ekstrak kecombrang terbukti memiliki efek antitumor dan sitotoksik terhadap beberapa sel kanker manusia. Habsah et al. (2005) melaporkan bahwa senyawa dari rimpang kecombrang dapat menghambat pertumbuhan sel kanker serviks (HeLa) dan payudara (MCF-7).
Selain itu, studi oleh Krajarng et al. (2017) menemukan bahwa ekstrak kecombrang mampu menginduksi apoptosis atau kematian sel terprogram pada sel melanoma kulit tanpa merusak sel sehat. Temuan ini memperkuat potensi kecombrang sebagai bahan alami untuk terapi kanker.
4. Menurunkan Kadar Asam Urat (Antihiperurisemia)
Ekstrak bunga kecombrang mengandung flavonoid dan fenolik yang bekerja sebagai penghambat enzim xantin oksidase, penyebab peningkatan asam urat dalam tubuh. Penelitian Dewi et al. (2016) pada tikus hiperkurisemia menunjukkan bahwa ekstrak bunga kecombrang mampu menurunkan kadar asam urat hingga 31,78%, mendekati efektivitas obat allopurinol.
5. Efek Antialergi dan Imunomodulator
Penelitian oleh Aldi et al. (2020) menunjukkan bahwa ekstrak bunga kecombrang dapat menekan jumlah eosinofil dan basofil, sel darah putih yang terlibat dalam reaksi alergi, sekaligus meningkatkan leukosit total untuk memperkuat daya tahan tubuh. Studi lanjutan oleh Husni et al. (2020) juga menemukan bahwa pemberian ekstrak kecombrang menurunkan kadar interleukin-4 (IL-4) dan imunoglobulin E (IgE), dua senyawa yang berperan dalam alergi tipe I.
Advertisement
6. Aktivitas Sitotoksik dan Keamanan Topikal
Beberapa penelitian (Sangthong et al., 2022) menemukan bahwa minyak daun kecombrang memiliki aktivitas sitotoksik selektif terhadap sel melanoma namun aman terhadap fibroblas manusia. Artinya, ekstrak ini berpotensi dikembangkan untuk produk perawatan kulit antikanker atau antiaging tanpa risiko iritasi.
7. Khasiat untuk Perawatan Kulit dan Kosmetika
Ekstrak bunga dan daun kecombrang memiliki sifat pencerah kulit alami karena kandungan flavonoidnya mampu menghambat enzim tirosinase, penyebab produksi melanin berlebih. Nithitanakool et al. (2014) membuktikan bahwa losion yang mengandung ekstrak kecombrang mampu memutihkan kulit dan mengurangi kerutan setelah pemakaian rutin.
Selain itu, Whangsomnuek et al. (2019) menyatakan bahwa kecombrang juga memiliki efek anti-kolagenase yang membantu mempertahankan elastisitas kulit serta aman digunakan tanpa menyebabkan iritasi.
8. Sumber Nutrisi dan Mineral
Menurut data Vimala et al. (2003), bunga kecombrang mengandung air (89%), protein (1,6%), karbohidrat (5,5%), serat (1,4%), serta mineral penting seperti kalsium, fosfor, dan kalium. Kandungan kalium yang tinggi membantu menurunkan tekanan darah dan menjaga fungsi jantung, sementara seratnya berperan dalam pencernaan dan menurunkan kolesterol.
9. Potensi Antidiabetes
Beberapa studi terbaru menunjukkan bahwa ekstrak daun dan bunga kecombrang mampu menurunkan kadar glukosa darah dengan menghambat aktivitas enzim α-glukosidase dan α-amilase. Penelitian Afra & Yardi (2018) serta Handayani et al. (2019) menegaskan bahwa ekstrak etanol daun kecombrang dapat menurunkan gula darah hingga 76% pada hewan uji diabetes.
Kandungan flavonoid dan saponin dalam kecombrang berfungsi melindungi sel pankreas dari kerusakan oksidatif serta meningkatkan sensitivitas insulin (Muhamad Nor et al., 2019; 2021).
10. Efek Fotoprotektif
Minyak atsiri kecombrang juga terbukti memiliki kemampuan melindungi kulit dari sinar UV. Penelitian Khor et al. (2017) menunjukkan nilai Sun Protection Factor (SPF) alami sebesar 3,55 yang mampu menyerap hingga 50% radiasi UV, berkat kandungan quercetin dan flavonol yang bersifat fotoprotektif alami.
FAQ seputar Kecombrang
1. Apakah kecombrang aman dikonsumsi setiap hari?
Ya, kecombrang tergolong aman bila digunakan sebagai bahan makanan atau jamu alami. Namun, konsumsi berlebihan sebaiknya dihindari bagi penderita gangguan lambung.
2. Bagian mana dari kecombrang yang paling berkhasiat?
Semua bagian tanaman memiliki manfaat, namun bunga dan daun merupakan bagian paling kaya senyawa antioksidan dan antibakteri.
3. Apakah kecombrang bisa digunakan untuk merawat kulit wajah?
Bisa. Ekstrak kecombrang terbukti memiliki efek pencerah dan anti-aging alami tanpa efek samping iritasi.
4. Apakah kecombrang dapat membantu menurunkan kadar gula darah?
Ya, beberapa studi menunjukkan bahwa ekstrak daun dan bunga kecombrang efektif menurunkan kadar gula darah dan melindungi organ ginjal dari kerusakan akibat diabetes.
5. Bagaimana cara terbaik mengonsumsi kecombrang untuk kesehatan?
Kecombrang dapat dikonsumsi segar sebagai lalapan, direbus untuk minuman herbal, atau dikeringkan dan dijadikan teh bunga kecombrang.
Â
Â
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8475678/original/062240100_1782386179-cek_fakta_bansos_PKH_-_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8471521/original/041151500_1782374656-Tugas__40_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3968655/original/065769700_1647752951-presiden_ukraina_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8472796/original/057767300_1782376694-cek_fakta_BPS.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/3235896/original/046311000_1777366243-pp.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2815500/original/083957300_1558773257-torch-ginger-177012_1920.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1812277/original/052062800_1684314288-Beach_life.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264253/original/054046300_1782102358-uruguay.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8456333/original/005196400_1782354547-063_2282682114.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259250/original/045793700_1781492796-curacao.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263742/original/070388900_1781993920-063_2282542238.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8416187/original/088882300_1782301187-kane.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264262/original/083963700_1782102827-senegal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8309790/original/022314100_1782176318-000_B7XQ8ZR.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5028216/original/059069000_1732870090-logo_piala_dunia_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8471172/original/087617600_1782374206-IMG-20260625-WA0035.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262546/original/008930600_1781836184-063_2282273523.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8411046/original/046902000_1782294947-000_B83G9YJ.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263356/original/061813100_1781903816-AP26170714954300-Amerika_Serikat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5496812/original/064445300_1770604938-ayam_suwir.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5432027/original/046775500_1764753933-e.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5461067/original/014816500_1767336685-Gemini_Generated_Image_3zc9if3zc9if3zc9.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5460947/original/089328700_1767328515-Batang_Kecombrang__Wikimedia_Commons_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5386031/original/076787700_1760951879-007458900_1541588569-shutterstock_320424998__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5195069/original/035300400_1745318834-american-shrimp-fried-rice-served-with-chili-fish-sauce-thai-food_1150-26576.jpg)