Liputan6.com, Jakarta Rasa malas menghadapi hari Senin sering muncul karena peralihan dari waktu santai di akhir pekan ke rutinitas padat di hari kerja. Survei YouGov terhadap lebih dari 4.200 orang dewasa bahkan menobatkan Senin sebagai hari paling tidak disukai masyarakat Amerika.
Data Gallup tahun 2023 juga menyebut lebih dari separuh pekerja di Amerika Utara mengalami tingkat stres tinggi di hari kerja, dengan angka lebih tinggi pada perempuan.
“Peralihan dari waktu luang tanpa struktur menjadi jadwal teratur tidak terjadi semulus yang kita harapkan,” kata psikolog klinis di Jersey Shore University Medical Center, Gina Radice-Vella.
Advertisement
Menurutnya, akhir pekan sering diisi dengan aktivitas padat, mulai dari bersosialisasi hingga menuntaskan pekerjaan rumah tangga yang justru menguras energi sebelum pekan baru dimulai.
Dilansir dari Everyday Health, banyak orang juga menunda pekerjaan yang lebih sulit ke hari Senin. Pendiri Organized Jane, Jane Stoller, menilai kebiasaan ini hanya menambah tekanan.
“Saat kita menunda, semua itu akan menumpuk dan menghantam kita di awal minggu,” ujarnya.
Penelitian pun mengaitkan kebiasaan menunda dengan tingkat stres lebih tinggi, kualitas tidur lebih buruk, hingga cara menghadapi masalah yang kurang sehat.
Meski demikian, para ahli menegaskan Senin bisa dijalani dengan lebih ringan jika pola pikir dan kebiasaan di akhir pekan diubah.
“Bagaimana jika kita memandang Senin sebagai awal baru, kesempatan untuk memulai kebiasaan dan pencapaian baru?” kata Radice-Vella.
Dengan keseimbangan waktu istirahat, manajemen emosi, hingga persiapan sejak Jumat, hari Senin tak lagi terasa menakutkan.
1. Mulai Persiapan dari Hari Jumat
Jangan menunggu Senin datang baru memikirkan pekerjaan. Menurut Stoller, kunci menghadapi Senin yang lebih ringan adalah menyelesaikan sebagian hal sebelum akhir pekan.
“Perlakukan hari Jumat seperti hari biasa,” ujarnya. Ia menyarankan tetap produktif di Jumat sore dan membuat daftar prioritas untuk pekan berikutnya. Dengan begitu, Senin bisa dimulai tanpa beban tumpukan pekerjaan.
“Menyiapkan rencana untuk awal pekan dan mulai menerapkannya sejak Jumat sebelum pulang kerja bisa membantu Anda merasa lebih tenang dan tidak terlalu stres,” tambahnya.
Rutinitas sederhana seperti menuliskan lima sampai tujuh tugas penting per hari dapat membantu menciptakan kestabilan, termasuk transisi yang lebih mulus dari akhir pekan ke awal minggu.
Advertisement
2. Belajar Kelola Emosi
Senin sering terasa berat karena kita membawa kecemasan sejak Minggu malam. Psikolog Avigail Lev dari Bay Area CBT Center menyebutkan pentingnya hadir bersama emosi, bukan melawannya.
"Anda tidak bisa menghilangkan emosi, tapi Anda bisa mencegahnya makin buruk,” katanya.
Caranya bisa dengan mengenali di mana emosi muncul di tubuh, memberi label pada perasaan, hingga menilai intensitasnya.
Menurut Lev, langkah sederhana ini dapat membuat perasaan cemas atau takut lebih mudah dikelola. Alih-alih tenggelam dalam pikiran negatif seperti 'saya buruk dalam pekerjaan', latihan kelola emosi ini justru menurunkan tekanan mental.
3. Seimbangkan Akhir Pekan dan Hari Kerja
Banyak orang menjadikan akhir pekan sebagai waktu pelampiasan untuk segala aktivitas, mulai dari pesta, lembur tugas rumah, hingga tidur sampai siang. Padahal, tubuh tetap butuh keseimbangan agar Senin terasa ringan.
“Kita cenderung menjejalkan sebanyak mungkin aktivitas ke akhir pekan,” kata Radice-Vella.
Jika terlalu banyak aktivitas, energi bisa terkuras sama seperti hari kerja. Solusinya, bagi sebagian aktivitas ke hari biasa. Misalnya, mencuci atau belanja bisa dilakukan di tengah minggu agar akhir pekan tidak terlalu padat.
Dengan begitu, Minggu bisa dipakai untuk benar-benar istirahat, bukan maraton aktivitas yang justru bikin Senin semakin berat.
Advertisement
4. Utamakan Kualitas, Bukan Kuantitas
Budaya sibuk sering membuat orang merasa harus mengisi akhir pekan dengan banyak hal. Namun, Radice-Vella mengingatkan bahwa kebahagiaan justru datang dari hal-hal yang benar-benar berarti.
“Budaya kita membuat kita percaya bahwa kita harus selalu sibuk dan semakin banyak yang kita lakukan, semakin bahagia kita akan terasa,” ungkapnya.
Nyatanya, memilih satu atau dua kegiatan yang benar-benar memberi rasa senang jauh lebih efektif untuk mengisi ulang energi. Membawa perhatian penuh pada aktivitas itu akan memberi rasa puas dan segar, bukan lelah.
Jadi, kalau Senin sering terasa berat, coba evaluasi kembali cara menghabiskan akhir pekan. Apakah benar membawa kebahagiaan atau sekadar ikut-ikutan budaya sibuk?
5. Jadikan Senin sebagai Awal Baru
Selain kebiasaan, cara pandang kita terhadap Senin juga menentukan. Jika dipandang sebagai beban, Senin akan terasa berat sejak Minggu malam.
Namun, Radice-Vella menyarankan mengubah perspektif. Lihat Senin sebagai peluang, “Bagaimana kalau kita melihat hari Senin sebagai awal baru, kesempatan segar, dan peluang untuk meraih hal-hal baru?” katanya.
Dengan pola pikir ini, Senin bisa menjadi titik awal kebiasaan baru, baik dalam pekerjaan, gaya hidup sehat, maupun pengelolaan diri.
Seperti awal tahun yang penuh resolusi, awal pekan juga bisa dimanfaatkan untuk memberi energi baru. Mengawali dengan niat positif akan membantu menurunkan rasa cemas, sekaligus membuat Senin lebih produktif dan menyenangkan.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261063/original/026293200_1781677316-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-17T130056.370.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8682083/original/077005500_1782732215-dedi_mulyadi_-_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5495122/original/083308700_1770356146-Menteri_Keuangan__Menkeu__Purbaya_Yudhi_Sardewa-6_Februari_2026b.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5537107/original/075541100_1774410122-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-03-25T095300.861.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4525489/original/064634800_1691119496-asian-girl-sitting-living-room-with-laptop-woman-watching-videos-computer-home-relaxing-wit.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5415752/original/060786800_1763419826-000_84BP8PA.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263965/original/063636200_1782038065-000_B7RD77E.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8312896/original/014782800_1782180155-000_B7XU3U2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5381016/original/018832800_1760444417-AP25287418037906.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4728012/original/006431800_1706361596-000_34GE37C.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8666203/original/007626600_1782698654-000_B8H28ZD.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8633516/original/070380800_1782633001-photo-collage.png__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8674531/original/079790200_1782716407-AP26177104053905.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260382/original/054470700_1781590662-063_2281748273.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259253/original/099827400_1781493084-AP26165774269127.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4864218/original/041026400_1718404435-AP24166759629724.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263966/original/082388400_1782038241-000_B7RC3ZV.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8528998/original/044771700_1782460758-mandiri.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261955/original/080489900_1781763842-Padat_Karya.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261024/original/013118900_1781674562-Asisten.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8139188/original/097113300_1780991489-Banner_Infografis_Dunia_Kerja_H.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6377175/original/058623000_1779252360-warkop.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5556064/original/023106700_1776230515-Menteri_PANRB_Rini_Widyantini-15_April_2026a.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5562170/original/079186900_1776791834-Perempuan.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4087580/original/052940600_1657699696-Semangat_Masyarakat_Berkebutuhan_Khusus_Ikuti_Job_Fair_Disabilitas-merdeka-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5557660/original/062131100_1776351741-Kerja.jpeg)