Mengenal Hemodiafiltrasi, Inovasi Hemodialisis atau Cuci Darah pada Pasien Gagal Ginjal

Hemodialisis atau awam menyebutnya cuci darah kini memiliki beragam inovasi yang tujuannya untuk mengeluarkan limbah pada tubuh yang berukuran menengah.

Diterbitkan 27 September 2025, 09:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Hemodialisis atau awam menyebutnya dengan cuci darah adalah salah satu terapi pada pasien gagal ginjal stadium akhir. Ini adalah prosedur medis dimana darah dialirkan keluar dari tubuh lalu dibersihkan melalui alat khusus (dialyzer atau “ginjal buatan”), dan kemudian dikembalikkan ke tubuh pasien.

Terapi hemodialisis konvensional memiliki keterbatasan dalam membersihkan racun ukuran menengah. Guna membantu membersihkan racun berukuran menengah, dalam dunia medis kini ada teknologi bernama hemodiafiltrasi (HDF).

Prosedur ini menggabungkan prinsip hemodialisis dan filtrasi tekanan tinggi untuk menghilangkan racun dengan lebih efektif. HDF memerlukan perangkat mesin dan sistem water treatment yang canggih serta protokol yang lebih kompleks.

Menurut dokter spesialis penyakit dalam konsultan ginjal-hipertensi Muthalib Abdullah dari RS Bethsaida Gading Serpong, prosedur HD menggunakan teknologi hemodiafiltrasi (HDF) perlu dilakukan seminggu atau dua minggu sekali. Lalu, manfaat terapinya baru terasa setelah dilakukan selama bulanan sampai tahunan.

"Selain itu HDF memiliki syarat, dimana prosedurnya harus high-efficiency, kecepatan aliran darah (Quick of Blood) dari tubuh pasien ke dialiser harus tinggi, yaitu 300 mL/menit, sehingga akses untuk mengalirkan darah dari tubuh pasien harus bagus," kata Muthalib.

Alternatif Lain Jika Tidak Memenuhi Syarat HDF

Tidak semua pasien gagal ginjal memiliki kondisi pembuluh darah yang mendukung aliran darah besar. Muthalib menekankan pentingnya pilihan terapi lain yang bisa disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien.

“Untuk pasien yang tidak memenuhi syarat untuk HDF, bisa menggunakan Hemoperfusi, Theranova, atau HDX. Apabila akses dari tubuh pasien tidak bisa dengan kecepatan aliran darah yang cepat, maka akan menggunakan tabung tambahan," katanya.

Mengenal Hemoperfusi, HD Theranova dan HDX

Ragam inovasi dalam cuci darah yang bermacam-macam bisa membuat pasien bingung. Muthalib menjelaskan bahwa hemoperfusi, HD Theranova dan HDX memiliki teknik yang berbeda.

  • Hemoperfusi adala teknik penyaringan darah yang menggunakan media penyerap untuk mengeluarkan racun tertentu, seperti obat atau zat beracun. Tekni biasanya digunakan untuk kasus-kasus keracunan atau kondisi khusus.
  • HD Theranova adalah dialiser yang dirancang khusus memiliki kemampuan membersihkan molekul racun berukuran sedang yang selama ini sulit disaring oleh dialiser konvensional. Dengan teknologi membran yang lebih maju, HD Theranova dapat meningkatkan pembuangan racun dan zat limbah di darah, sehingga meningkatkan kualitas hidup pasien.
  • Sedangkan HDX adalah modifikasi dari HD konvensional dengan membran yang lebih besar porinya dan sistem pengaliran darah yang ditingkatkan. HDX bisa menyaring racun dengan efisiensi lebih baik hingga molekul menengah dan besar, mendekati kemampuan hemodiafiltrasi (HDF).