Awalnya Cuma Tensi Biasa, Mahasiswa 25 Tahun Ini Harus Cuci Darah Saat Skripsi

Mahasiswa 25 tahun harus cuci darah saat skripsi. Awalnya hanya tensi tinggi yang diabaikan, ini tanda awal gangguan ginjal yang perlu diwaspadai.

Diterbitkan 31 Maret 2026, 16:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kasus cuci darah akibat penyakit ginjal, seperti gagal ginjal, kini mulai banyak terjadi pada generasi muda. Hal ini disampaikan oleh Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Ginjal Hipertensi dari RS EMC Pulomas, dr. Pujiwati, Sp.PD-KGH, FINASIM.

Dia pernah menangani pasien berumur 25 tahun yang saat itu masih mengerjakan skripsi, tapi sudah harus menjalani cuci darah. Pasien tersebut diketahui sudah mengalami tekanan darah tinggi sejak beberapa tahun sebelumnya. Namun, kondisi itu dianggap sepele.

"Dia hanya menganggap itu tensi biasa. Berobat ke puskesmas, kadang minum obat, kadang tidak," kata Pujiwati kepada Health Liputan6.com di Jakarta baru-baru ini.

Setelah sekitar tiga tahun, kondisi ginjalnya memburuk hingga akhirnya harus menjalani cuci darah. Menurut Pujiwati, hipertensi di usia muda biasanya bukan tanpa sebab.

"Kalau usia muda sudah hipertensi, pasti ada sesuatu. Yang paling sering adalah radang ginjal atau Glomerulonefritis," ujarnya.

Pujiwati, menjelaskan, tanda awal sebenarnya sudah terlihat dari tekanan darah tinggi. Namun, karena dianggap biasa, penanganan menjadi terlambat.

"Prosesnya mungkin sudah berlangsung lima sampai enam tahun sebelumnya, sampai akhirnya di usia 25 tahun harus cuci darah," tambahnya.

Selain faktor penyakit, gaya hidup juga menjadi penyebab yang semakin sering ditemukan.

Menurut Pujiwati, banyak pasien muda yang memiliki kebiasaan mengonsumsi minuman berenergi tinggi kafein untuk begadang mengerjakan tugas.

Beberapa pasiennya, lanjut Pujiwati, hobinya minum minuman energi. "Tujuannya supaya tidak mengantuk dan bisa begadang,” katanya.

Dia, menegaskan, kemungkinan ada kandungan lain selain kafein yang berpengaruh terhadap kesehatan ginjal, meski masih menunggu penelitian lebih lanjut.

"Kalau hanya kafein, kita yang minum kopi juga kena. Berarti ada faktor lain, tapi saya belum melihat hasil penelitiannya," ujarnya.

Tak hanya itu, kebiasaan kurang minum air putih juga menjadi masalah besar.

Banyak anak muda lebih memilih minuman manis atau bersoda berperisa, hingga minuman vitamin C tinggi dibandingkan air putih.

"Kalau haus, yang dicari bukan air putih, tapi minuman manis atau dingin. Rasanya memang enak, tapi ini yang berbahaya," tambahnya.

Padahal, minuman bersoda dapat memicu berbagai gangguan, mulai dari dehidrasi hingga pembentukan batu ginjal.

 

Tanda-Tanda Awal Gagal Ginjal

Pujiwati juga mengingatkan pentingnya mengenali tanda-tanda awal gangguan ginjal. Salah satu gejala yang sering tidak disadari adalah perubahan pola buang air kecil, terutama sering buang air kecil di malam hari.

"Kalau tiap malam berkali-kali bangun untuk buang air kecil, itu harus hati-hati. Bisa jadi ginjal sudah tidak mampu mengonsentrasikan urine," katanya.

Selain itu, tanda lain yang perlu diwaspadai antara lain:

  1. Jumlah urine berkurang atau tidak wajar
  2. Urine berbusa dan tidak hilang setelah didiamkan
  3. Urine berdarah atau keruh
  4. Tekanan darah tinggi di usia muda tanpa sebab jelas

Jika kondisi mulai memburuk, gejala yang muncul bisa semakin berat, seperti:

  1. Bengkak di sekitar mata
  2. Mudah lelah dan lemas
  3. Kram otot
  4. Gatal pada kulit

Pada tahap lebih lanjut, pasien dapat mengalami:

  1. Sesak napas
  2. Bengkak pada kaki
  3. Mual dan muntah
  4. Tidak nafsu makan

"Kalau sudah sampai tahap ini, biasanya sudah mendekati cuci darah, bahkan mungkin sudah harus menjalani cuci darah," pungkasnya.