Hari Farmasi Sedunia 2025: Kisah Inal Membuat Profesi Apoteker Lebih Dekat dengan Masyarakat di Ruang Digital

Simak kisah Inal di sini. Apoteker influencer yang memanfaatkan media sosial untuk membuat profesi apoteker lebih dekat dengan masyarakat dan melawan hoaks kesehatan.

Diterbitkan 26 September 2025, 09:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Di era digital, informasi kesehatan beredar begitu cepat. Sayangnya, tidak semua informasi yang beredar benar. Banyak masyarakat kebingungan membedakan mana edukasi yang sesuai ilmu medis dan mana yang sekadar hoaks.

Melihat kondisi tersebut, seorang apoteker influencer bernama Aldi Rinaldi Nur Ibrahim, atau akrab disapa Inal, memilih untuk aktif berbagi pengetahuan seputar obat di media sosial. Baginya, apoteker memiliki peran penting dalam meluruskan informasi yang salah agar masyarakat lebih sehat.

"Kita sebagai apoteker yang punya ilmu itu bisa menyebarkan informasi yang baik buat masyarakat. Supaya Indonesia ini bisa lebih sehat," ujar Inal dalam acara Kalbe Academia for Media World Pharmacist Day 2025 bertajuk Think Health, Think Pharmacist di PT. Hexpharm Jaya, Cikarang Selatan pada Kamis, 25 September 2025.

Sejak menempuh pendidikan farmasi pada 2015, Inal sudah terbiasa berbagi ilmu. Dia terjun langsung ke berbagai daerah, mulai dari Bogor, Raja Ampat, hingga Labuan Bajo, melalui program pengabdian masyarakat.

Dari pengalaman tersebut, Inal menyadari minimnya akses masyarakat terhadap informasi obat yang benar. "Saya suka banget untuk aktif di pengabdian, ke Bogor, Raja Ampat, sampai Labuan Bajo. Dari situ saya sadar pentingnya menyuarakan informasi tentang obat-obatan," tambahnya.

 

Menjadi Rujukan di Era Digital

Pengalaman ini membuatnya semakin bersemangat saat mulai aktif di media sosial. Respons positif dari warganet membuat Inal yakin bahwa langkahnya tepat.

"Motivasiku untuk membagikan ilmu di sosial media itu lebih semangat lagi, apalagi setelah melihat banyak respons positif," katanya.

Kini, akun media sosial Inal menjadi rujukan banyak orang yang ingin tahu soal obat. Mulai dari dosis, aturan minum, hingga perbedaan jenis obat sering ditanyakan padanya.

Inal pun tak segan merespons pertanyaan warganet, bahkan melalui kolom komentar TikTok. Dengan gaya komunikasinya yang sederhana, Inal membuat profesi apoteker lebih dekat dengan masyarakat.

"Halo, saya apoteker. Saya coba jelasin ya (menjawab komentar TikTok). Jadi dari situ kita bisa memperkenalkan bahwa apoteker itu ada di Indonesia," ujarnya.

Menurut Inal, apoteker tidak hanya bertugas di balik apotek atau rumah sakit, tapi juga bisa menjadi garda depan edukasi publik di dunia maya.

Pesan untuk Apoteker Muda

Inal mendorong generasi muda apoteker agar lebih percaya diri berbagi ilmu di media sosial. Menurutnya, pengetahuan yang didapatkan selama bertahun-tahun kuliah farmasi akan sangat bermanfaat jika disebarkan kepada masyarakat.

"Ilmu sekecil apapun, kalau kita share di media sosial itu sangat bermanfaat buat masyarakat," katanya.

Dengan cara ini, Inal berharap semakin banyak apoteker yang berkontribusi melawan hoaks kesehatan, sekaligus mengedukasi publik mengenai penggunaan obat yang tepat.

"Silakan untuk menyebarkan informasi mengenai obat-obatan. Dengan ilmu kita, kita bisa memajukan kesehatan dan masa depan Indonesia," pungkas Inal.