Mitos dan Fakta Seputar Tanda-tanda Mau Melahirkan Bayi Laki-Laki

Banyak mitos beredar seputar tanda-tanda mau melahirkan bayi laki-laki, mulai dari bentuk perut hingga ngidam. Namun, sebagian besar tidak didukung bukti ilmiah. Cari tahu fakta medisnya di sini.

Diterbitkan 14 September 2025, 10:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Kehamilan sering kali menjadi momen penuh misteri, termasuk rasa penasaran orang tua terhadap jenis kelamin bayi yang dikandung. Banyak mitos yang berkembang di masyarakat mengenai tanda-tanda mau melahirkan bayi laki-laki, mulai dari bentuk perut hingga perubahan fisik ibu hamil. Namun, apakah benar tanda-tanda tersebut bisa dijadikan acuan?

Menurut Medical News Today, berbagai penelitian medis menunjukkan bahwa tidak ada gejala kehamilan yang dapat secara akurat menentukan jenis kelamin bayi. Jenis kelamin baru bisa diketahui melalui tes medis seperti USG, tes DNA bebas sel (cfDNA), amniosentesis, atau chorionic villus sampling (CVS) yang memang terbukti secara ilmiah (Medical News Today, 2020).

Meski begitu, mitos seputar prediksi jenis kelamin tetap populer, termasuk anggapan bahwa ibu hamil dengan bayi laki-laki lebih suka makanan asin atau memiliki bentuk perut yang menurun. Liputan6.com akan mengulas lebih jauh mitos dan fakta mengenai tanda-tanda mau melahirkan bayi laki-laki berdasarkan literatur medis dan sumber kesehatan terpercaya, Minggu (14/9/2025).

1. Bentuk Perut yang Lebih Rendah

Mitos: Banyak orang percaya bahwa ibu hamil yang perutnya terlihat rendah sedang mengandung bayi laki-laki, sementara perut tinggi dikaitkan dengan bayi perempuan.

Fakta: Menurut University of Utah Health, bentuk perut tidak berhubungan dengan jenis kelamin janin. Posisi dan bentuk perut lebih dipengaruhi oleh kekuatan otot perut, jumlah kehamilan sebelumnya, dan posisi janin, bukan jenis kelaminnya.

2. Denyut Jantung Janin di Bawah 140 bpm

Mitos: Bayi laki-laki diyakini memiliki denyut jantung lebih lambat, kurang dari 140 bpm, sementara bayi perempuan lebih cepat.

Fakta: Sebuah studi tahun 2015 menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan signifikan antara denyut jantung janin laki-laki dan perempuan di trimester pertama (Medical News Today, 2020).

3. Mengidam Makanan Asin atau Gurih

Mitos: Ibu hamil yang lebih sering mengidam makanan asin, gurih, atau kaya protein dianggap sedang mengandung bayi laki-laki.

Fakta: Penelitian tahun 2024 terhadap 500 ibu hamil menemukan bahwa 75% mengalami ngidam, tetapi kaitannya lebih erat dengan kebutuhan nutrisi, seperti kekurangan zat besi atau vitamin D, bukan jenis kelamin janin.

4. Kulit Lebih Bersih dan Rambut Lebih Kuat

Mitos: Hamil bayi laki-laki membuat kulit ibu tetap bersih dan rambut lebih tebal, sementara bayi perempuan membuat kulit kusam dan rambut rontok.

Fakta: Menurut Medical News Today, perubahan kulit dan rambut pada ibu hamil dipengaruhi oleh hormon, bukan jenis kelamin bayi. Sebanyak 90% ibu hamil mengalami hiperpigmentasi dan 70% mengalami melasma, tanpa kaitan dengan jenis kelamin janin.

5. Tidak Mengalami Morning Sickness Parah

Mitos: Ibu hamil bayi laki-laki tidak akan mengalami mual muntah yang parah di trimester pertama.

Fakta: Sebuah studi tahun 2020 dengan data 4.320 kehamilan memang menemukan ibu yang mengandung bayi perempuan lebih sering mengalami mual parah. Namun, penelitian lain menunjukkan hasil berbeda sehingga belum ada konsensus ilmiah.

6. Tingkat Energi Lebih Rendah

Mitos: Hamil bayi laki-laki membuat ibu lebih mudah lelah dan sering mengantuk.

Fakta: Faktanya, kelelahan umum terjadi pada hampir semua kehamilan, terutama trimester awal, akibat perubahan hormon dan peningkatan beban tubuh, tanpa kaitan dengan jenis kelamin bayi.

7. Perubahan Mood yang Lebih Stabil

Mitos: Hamil bayi laki-laki membuat ibu lebih jarang mengalami perubahan mood dibandingkan dengan bayi perempuan.

Fakta: Menurut Healthcare Utah, mood swing adalah gejala umum kehamilan akibat hormon, bukan karena janin berjenis kelamin tertentu.

Cara Medis Mengetahui Jenis Kelamin Bayi

Daripada mengandalkan mitos, ada beberapa metode medis yang lebih akurat untuk mengetahui jenis kelamin bayi:

  • USG: Umumnya dapat mendeteksi jenis kelamin pada usia kehamilan 18–22 minggu, tergantung posisi janin.
  • Tes cfDNA: Bisa dilakukan sejak usia kehamilan 10 minggu, dengan akurasi tinggi.
  • Amniosentesis: Dilakukan setelah usia 15 minggu untuk memeriksa kelainan kromosom sekaligus mengetahui jenis kelamin bayi.
  • CVS (Chorionic Villus Sampling): Bisa dilakukan sejak minggu ke-10, biasanya jika ada risiko kelainan genetik.

Dengan demikian, mitos mengenai tanda-tanda mau melahirkan bayi laki-laki sebaiknya disikapi dengan bijak. Meski menarik untuk dibicarakan, metode medis tetap menjadi cara paling akurat untuk memastikan jenis kelamin janin.

FAQ Seputar Hamil Bayi Laki-Laki

1. Apakah benar hamil bayi laki-laki perut terlihat lebih menurun? 

Tidak. Bentuk perut dipengaruhi oleh posisi janin dan otot perut, bukan jenis kelamin.

2. Benarkah denyut jantung janin bisa menentukan jenis kelamin bayi?

Tidak ada bukti ilmiah yang mendukung hal ini. Denyut jantung janin normalnya berkisar 110–160 bpm, baik laki-laki maupun perempuan.

3. Apakah ngidam makanan asin tanda hamil bayi laki-laki? 

Tidak. Ngidam lebih terkait dengan kebutuhan nutrisi ibu hamil, bukan jenis kelamin janin.

4. Apakah kulit glowing dan rambut tebal tanda hamil bayi laki-laki? 

Tidak. Perubahan kulit dan rambut disebabkan oleh hormon kehamilan, bukan jenis kelamin bayi.

5. Bagaimana cara paling akurat mengetahui jenis kelamin bayi? 

Tes medis seperti USG, cfDNA, amniosentesis, atau CVS adalah cara yang valid dan akurat.

Sumber Rujukan

  • Medical News Today. Signs you are having a boy or girl: Myths vs. facts.
  • Baby Centre UK. 23 signs you’re having a boy.
  • University of Utah Health. Which Pregnancy Myths Are Actually True?
  • Healthcare Utah. The Scope of Some Myths About Pregnancy.

Â