Menkes Budi: Kanker Teridentifikasi Sejak Awal, Peluang Hidup Lebih Besar

Deteksi dini menjadi kunci utama menurunkan angka kematian akibat kanker seperti disampaikan Menkes Budi.

Diperbarui 07 September 2025, 12:09 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Deteksi dini menjadi kunci utama menurunkan angka kematian akibat kanker. Termasuk kanker paru, salah satu jenis kanker paling mematikan di Indonesia.

"Kanker, sebagai strategi bukan pada pengobatan, tetapi pada deteksi dini. Karena kalau kita bisa identifikasi sejak awal, maka peluang hidup pasien jauh lebih besar,” kata Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.

Maka dari itu, deteksi dini kanker paru amat penting dilakukan mengingat ini adalah penyebab kematian nomor satu akibat kanker di Indonesia.

“Jika terdeteksi pada stadium satu, terapinya bukan kemoterapi atau radioterapi, melainkan operasi,” jelas Menkes Budi dalam Pertemuan Tahunan ke-5 Asian Association for Pediatric and Congenital Heart Surgery (AAPCHS) yang dirangkaikan dengan Pertemuan Ilmiah Tahunan Himpunan Bedah Toraks Kardiak dan Vaskular Indonesia (PIT HBTKVI) di Bali, Jumat, 5 September 2025.

 

Fasilitas Skrining Bertambah

Kemenkes tengah menyiapkan program besar untuk memperkuat deteksi dini kanker paru. Saat ini, alat CT Scan dosis rendah tengah didistribusikan ke seluruh kota di Indonesia. Teknologi ini memungkinkan layanan kesehatan melakukan skrining kanker paru secara cepat dan merata.

Peningkatan fasilitas skrining akan berdampak besar pada meningkatnya jumlah pasien yang terdiagnosis lebih awal dan mendapatkan penanganan lebih cepat.

“Apapun infrastrukturnya, ujungnya kembali pada manusianya. Tapi dengan skrining yang lebih baik, kita bisa menyelamatkan lebih banyak nyawa,” tegas Budi.