Liputan6.com, Jakarta - Penglihatan yang tiba-tiba dipenuhi bayangan seperti sarang laba-laba terbang bukanlah hal sepele. Kondisi ini dikenal dengan istilah floaters, bayangan kecil melayang yang terlihat ketika seseorang menggerakkan bola mata ke kiri atau ke kanan.
Menurut dokter mata dari JEC Eye Hospitals, dr. Ferdiriva Hamzah, Sp.M, gejala floaters yang muncul mendadak dalam jumlah banyak bisa menjadi tanda adanya gangguan serius pada retina.
"Kalau tiba-tiba penglihatan kamu seperti banyak sarang laba-laba terbang-terbang, lalu saat melihat ke kiri atau ke kanan bayangan itu ikut bergerak, dan kejadiannya mendadak dalam jumlah banyak, segera periksa mata ke dokter spesialis mata," kata Riva.
Advertisement
Floaters umumnya terjadi akibat proses penuaan alami pada mata. Namun, bila kemunculannya mendadak dan jumlahnya banyak, hal ini bisa mengindikasikan adanya robekan retina atau bahkan perdarahan di dalam bola mata.
Retina adalah lapisan tipis di bagian belakang mata yang berfungsi menangkap cahaya dan mengubahnya menjadi sinyal listrik untuk diolah oleh otak. Jika retina mengalami robekan atau kerusakan, fungsi penglihatan bisa terganggu secara permanen.
Oleh karena itu, deteksi dini sangat penting untuk mencegah komplikasi lebih lanjut. "Biar dicek retinanya, takutnya ada robekan atau perdarahan pada bola mata. Segera cek ya, jangan dianggap sepele," ujar Riva.
Awas Ablasi Retina
Robekan retina yang tidak segera ditangani bisa berkembang menjadi ablasi retina, yaitu kondisi ketika retina terlepas dari posisinya. Situasi ini merupakan darurat medis dan berpotensi menyebabkan kebutaan permanen.
"Kalau misalnya terlambat ditangani, maka dapat terjadi kebutaan permanen, seperti ablasi retina dan lain sebagainya," tambahnya.
Gejala seperti melihat sarang laba-laba terbang yang ikut bergerak ke kiri atau kanan adalah sinyal penting untuk segera melakukan pemeriksaan mata.Â
Deteksi dini dapat mencegah komplikasi lebih lanjut dan menyelamatkan penglihatan. "Yuk, segera cek," pungkasnya.
ÂÂÂView this post on Instagram
Advertisement
Kenali Bahaya Ablasi Retina
Ablasi retina merupakan darurat medis yang harus segera ditangani untuk mencegah kebutaan permanen, seperti dikutip dari jec.co.id. Gejala ablasi retina biasanya muncul tiba-tiba dan berkembang dengan cepat. Beberapa tanda yang umum dialami antara lain:
- Muncul banyak bintik hitam melayang (floaters).
- Kilatan cahaya (flashes) di salah satu sisi pandangan.
- Pandangan seperti tertutup tirai atau bayangan gelap dari samping.
- Penurunan penglihatan secara mendadak.
- Penglihatan menjadi buram atau seperti berbayang.
Jika kamu mengalami salah satu gejala tersebut, segera periksa ke dokter mata untuk mencegah kerusakan retina permanen.
Jenis dan Penyebab Ablasi Retina
Terdapat tiga jenis utama ablasio retina, masing-masing dengan mekanisme penyebab yang berbeda:
1. Ablasio Retina Rhegmatogen
Jenis ini adalah yang paling sering terjadi, disebabkan oleh robekan atau lubang kecil pada retina. Cairan vitreus dapat masuk ke balik retina dan menyebabkan retina terangkat. Faktor risiko termasuk rabun jauh berat, penuaan, dan riwayat keluarga.
2. Ablasio Retina Traksional
Terjadi akibat jaringan parut di permukaan retina yang menarik retina dan menyebabkan lepas. Umumnya dialami penderita retinopati diabetik atau trauma mata.
3. Ablasio Retina Eksudatif
Jenis ini tidak melibatkan robekan retina, tetapi terjadi karena penumpukan cairan di bawah retina akibat peradangan, infeksi, atau tumor.
Advertisement
Faktor Risiko Ablasi Retina
Beberapa kondisi yang meningkatkan risiko seseorang mengalami ablasi retina antara lain:
- Usia di atas 50 tahun.
- Rabun jauh berat (miopi tinggi).
- Pernah menjalani operasi mata, seperti operasi katarak.
- Trauma atau cedera mata.
- Riwayat ablasio retina sebelumnya.
- Faktor genetik, seperti keluarga dengan riwayat ablasio retina.
- Penyakit mata kronis seperti uveitis atau infeksi intraokular.
Pentingnya Penanganan Dini
Ablasio retina adalah kondisi serius yang tidak boleh diabaikan. Tanpa penanganan cepat, retina bisa mengalami kerusakan permanen dan menyebabkan kebutaan. Penanganan medis dapat berupa:
- Operasi laser (photocoagulation).
- Cryotherapy (terapi beku).
- Vitrektomi atau scleral buckle untuk kasus berat.
Deteksi dini dapat mencegah komplikasi lebih lanjut dan menyelamatkan penglihatan. Jika Anda mengalami gejala yang mencurigakan, jangan ragu untuk segera melakukan pemeriksaan ke dokter mata.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5493673/original/005478800_1770263148-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-05T103223.078.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782149/original/002861400_1782877955-Cek_fakta_-_SIM_seumur_hidup.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5449906/original/063102600_1766118428-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-12-19T112523.408.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5564063/original/036332000_1776924981-cek_fakta_-_BSU_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/262/original/004103300_1521089203-WhatsApp_Image_2018-03-15_at_12.45.09.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5032121/original/066078000_1733123995-fotor-ai-2024120214153.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782365/original/061503000_1782884376-AP26181805083891.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782203/original/029416800_1782879842-mex4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782208/original/070447800_1782879843-mex9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776307/original/030285700_1782873381-AP26182087478676.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8524757/original/078321100_1782454482-AP26176835585287.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262583/original/036434300_1781838197-000_B7LE9YQ.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776146/original/063906300_1782856231-Sweden_s_Lucas_Bergvall__7__and_Yasin_Ayari__18__defend_France_s_Ousmane_Dembele.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8584006/original/084196900_1782546499-AP26178201151443.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776154/original/033634700_1782859536-France_s_Kylian_Mbappe__10__celebrates_scoring_their_third_goal_with_Michael_Olise.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776150/original/042954000_1782857106-France_s_Kylian_Mbappe.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263357/original/030094600_1781903941-063_2282397170.jpg)