Floaters: Penglihatan seperti Sarang Laba-Laba yang Bisa Jadi Tanda Ablasi Retina Penyebab Kebutaan

Floaters atau penglihatan seperti sarang laba-laba bisa jadi tanda ablasi retina. Kenali gejala sejak dini agar terhindar dari risiko kebutaan permanen.

Diterbitkan 08 September 2025, 09:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Penglihatan yang tiba-tiba dipenuhi bayangan seperti sarang laba-laba terbang bukanlah hal sepele. Kondisi ini dikenal dengan istilah floaters, bayangan kecil melayang yang terlihat ketika seseorang menggerakkan bola mata ke kiri atau ke kanan.

Menurut dokter mata dari JEC Eye Hospitals, dr. Ferdiriva Hamzah, Sp.M, gejala floaters yang muncul mendadak dalam jumlah banyak bisa menjadi tanda adanya gangguan serius pada retina.

"Kalau tiba-tiba penglihatan kamu seperti banyak sarang laba-laba terbang-terbang, lalu saat melihat ke kiri atau ke kanan bayangan itu ikut bergerak, dan kejadiannya mendadak dalam jumlah banyak, segera periksa mata ke dokter spesialis mata," kata Riva.

Floaters umumnya terjadi akibat proses penuaan alami pada mata. Namun, bila kemunculannya mendadak dan jumlahnya banyak, hal ini bisa mengindikasikan adanya robekan retina atau bahkan perdarahan di dalam bola mata.

Retina adalah lapisan tipis di bagian belakang mata yang berfungsi menangkap cahaya dan mengubahnya menjadi sinyal listrik untuk diolah oleh otak. Jika retina mengalami robekan atau kerusakan, fungsi penglihatan bisa terganggu secara permanen.

Oleh karena itu, deteksi dini sangat penting untuk mencegah komplikasi lebih lanjut. "Biar dicek retinanya, takutnya ada robekan atau perdarahan pada bola mata. Segera cek ya, jangan dianggap sepele," ujar Riva.

Awas Ablasi Retina

Robekan retina yang tidak segera ditangani bisa berkembang menjadi ablasi retina, yaitu kondisi ketika retina terlepas dari posisinya. Situasi ini merupakan darurat medis dan berpotensi menyebabkan kebutaan permanen.

"Kalau misalnya terlambat ditangani, maka dapat terjadi kebutaan permanen, seperti ablasi retina dan lain sebagainya," tambahnya.

Gejala seperti melihat sarang laba-laba terbang yang ikut bergerak ke kiri atau kanan adalah sinyal penting untuk segera melakukan pemeriksaan mata. 

Deteksi dini dapat mencegah komplikasi lebih lanjut dan menyelamatkan penglihatan. "Yuk, segera cek," pungkasnya.

 
 
 
View this post on Instagram

A post shared by Ferdiriva Hamzah (@ferdirivahamzah)

Kenali Bahaya Ablasi Retina

Ablasi retina merupakan darurat medis yang harus segera ditangani untuk mencegah kebutaan permanen, seperti dikutip dari jec.co.id. Gejala ablasi retina biasanya muncul tiba-tiba dan berkembang dengan cepat. Beberapa tanda yang umum dialami antara lain:

  • Muncul banyak bintik hitam melayang (floaters).
  • Kilatan cahaya (flashes) di salah satu sisi pandangan.
  • Pandangan seperti tertutup tirai atau bayangan gelap dari samping.
  • Penurunan penglihatan secara mendadak.
  • Penglihatan menjadi buram atau seperti berbayang.

Jika kamu mengalami salah satu gejala tersebut, segera periksa ke dokter mata untuk mencegah kerusakan retina permanen.

Jenis dan Penyebab Ablasi Retina

Terdapat tiga jenis utama ablasio retina, masing-masing dengan mekanisme penyebab yang berbeda:

1. Ablasio Retina Rhegmatogen

Jenis ini adalah yang paling sering terjadi, disebabkan oleh robekan atau lubang kecil pada retina. Cairan vitreus dapat masuk ke balik retina dan menyebabkan retina terangkat. Faktor risiko termasuk rabun jauh berat, penuaan, dan riwayat keluarga.

2. Ablasio Retina Traksional

Terjadi akibat jaringan parut di permukaan retina yang menarik retina dan menyebabkan lepas. Umumnya dialami penderita retinopati diabetik atau trauma mata.

3. Ablasio Retina Eksudatif

Jenis ini tidak melibatkan robekan retina, tetapi terjadi karena penumpukan cairan di bawah retina akibat peradangan, infeksi, atau tumor.

Faktor Risiko Ablasi Retina

Beberapa kondisi yang meningkatkan risiko seseorang mengalami ablasi retina antara lain:

  • Usia di atas 50 tahun.
  • Rabun jauh berat (miopi tinggi).
  • Pernah menjalani operasi mata, seperti operasi katarak.
  • Trauma atau cedera mata.
  • Riwayat ablasio retina sebelumnya.
  • Faktor genetik, seperti keluarga dengan riwayat ablasio retina.
  • Penyakit mata kronis seperti uveitis atau infeksi intraokular.

Pentingnya Penanganan Dini

Ablasio retina adalah kondisi serius yang tidak boleh diabaikan. Tanpa penanganan cepat, retina bisa mengalami kerusakan permanen dan menyebabkan kebutaan. Penanganan medis dapat berupa:

  • Operasi laser (photocoagulation).
  • Cryotherapy (terapi beku).
  • Vitrektomi atau scleral buckle untuk kasus berat.

Deteksi dini dapat mencegah komplikasi lebih lanjut dan menyelamatkan penglihatan. Jika Anda mengalami gejala yang mencurigakan, jangan ragu untuk segera melakukan pemeriksaan ke dokter mata.