Menggali Thibbun Nabawi: Cara Nabi Menjaga Kesehatan dengan Herbal dan Buah Lemon

Thibbun Nabawi mengajarkan hidup sehat ala Nabi dengan herbal sunnah dan buah lemon yang terbukti menyehatkan tubuh serta otak.

Diterbitkan 30 Agustus 2025, 08:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Konsep kesehatan dalam Islam dikenal dengan istilah Thibbun Nabawi atau pengobatan ala Nabi. Pendekatan ini bukan sekadar soal fisik, melainkan juga menyentuh aspek mental, emosional, dan spiritual.

Konsultan Herbalis dan Praktisi Thibbun Nabawi, Musriyanti, menekankan bahwa kesehatan dalam Islam erat kaitannya dengan keyakinan kepada Allah SWT. 

"Dalam Islam, konsep sehat merupakan bagian dari ibadah dan tanggung jawab spiritual. Kita harus yakin bahwa Allah SWT adalah satu-satunya penyembuh. Sedangkan dokter, obat, atau terapi hanyalah sarana untuk berikhtiar," ujarnya dalam webinar Pusat Riset Manuskrip, Literatur, dan Tradisi Lisan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) pada Kamis, 28 Agustus 2025.

Thibbun Nabawi sejalan dengan kekayaan herbal Nusantara. Beberapa tanaman sunnah seperti habbatussauda, madu, zaitun, dan siwak dapat dipadukan dengan jahe merah, temulawak, daun kelor, hingga kunyit. 

"Herba-herba itu kini telah diolah dalam bentuk modern seperti kapsul, minyak, minuman herbal, dan suplemen yang terstandar serta bersertifikat halal," tambah Musriyanti.

3 Rukun Sehat dalam Thibbun Nabawi

Dia menyebut ada tiga rukun sehat dalam Thibbun Nabawi. Pertama, yakin bahwa Allah adalah penyembuh. Kedua, menjaga asupan halal dan thayyib. Ketiga, meneladani gaya hidup Rasulullah SAW.

Menariknya, Rasulullah hanya dua kali mengalami sakit berat sepanjang hidupnya. Pola hidup sehat Nabi mencakup menjaga pola makan, tidur cukup, kebersihan diri, berbekam, hingga konsumsi herbal tertentu. Para sahabat Nabi pun dikenal memiliki fisik kuat dan jarang sakit.

Selain gaya hidup, Musriyanti juga memperkenalkan metode diagnosis ringan melalui telapak tangan dan jari. Cara sederhana ini bisa membantu keluarga mengenali gejala awal penyakit sebelum memutuskan berobat ke fasilitas medis. Dia juga menekankan pentingnya detoksifikasi untuk membersihkan racun dari dalam tubuh. Beberapa bahan yang digunakan antara lain madu multiflora, biofir, serta ramuan herbal lainnya.

"Pendekatan kesehatan umat Islam harus ilmiah, alamiah, sekaligus ilahiah. Dengan menggabungkan pengobatan sunnah dan tanaman obat lokal, masyarakat bisa menjaga kesehatan secara mandiri, aman, dan sesuai syariat," kata Musriyanti.

Khasiat Lemon dalam Islam dan Medis

Salah satu buah yang dibahas dalam literatur Thibbun Nabawi adalah lemon. Buah beraroma segar ini sering dijadikan minuman maupun aromaterapi. Dalam kitab At-Thibbun Nabawi, Nabi Muhammad SAW bersabda bahwa orang mukmin seperti buah Utrujjah (berbagai jenis jeruk).

Rasanya segar dan menyehatkan, demikian pula aromanya.Apoteker dan peneliti farmasi, Yuhansyah Nurfauzi, menjelaskan bahwa air perasan jeruk bermanfaat untuk menenangkan perut panas, memperkuat jantung, serta menggembirakan hati.

"Air perasan jeruk juga bisa membantu sistem pencernaan dan memberikan rasa segar," tulis Yuhansyah di NU Online.

Selain itu, Nabi SAW disebut menyukai warna buah jeruk. Warna lemon yang cerah ternyata memiliki manfaat medis. Sebuah penelitian berjudul Treatment of Alzheimer’s Disease with a Combination of Laser, Magnetic Field and Chromo Light [Colour] Therapies (Arakelyan, 2005) menemukan bahwa terapi warna lemon, kombinasi hijau dan kuning, bisa membantu memperbaiki daya ingat pasien Alzheimer. 

Terapi warna ini dilakukan dengan memandang warna lemon selama 15 s.d 20 menit. Hasilnya, pasien dengan gangguan memori menunjukkan perbaikan fungsi otak.

Cara Praktis Konsumsi Lemon

Di Indonesia, lemon tersedia dalam berbagai varian. Ada lemon lokal berwarna hijau atau lemon impor dengan warna kuning cerah. Keduanya mudah ditemukan di pasar maupun supermarket. 

Salah satu cara praktis menikmati lemon adalah dengan menyeduhnya bersama teh hangat. "Kulit lemon yang dimasukkan ke dalam teh hangat dapat melepaskan kandungan minyak atsirinya. Efek aromaterapinya bisa dirasakan secara simultan saat meminumnya," kata Yuhansyah. 

Selain itu, lemon juga dapat dipadukan dengan madu sebagai minuman kesehatan harian. Kandungan vitamin C, antioksidan, dan minyak atsiri dalam lemon membuatnya cocok dijadikan pelengkap pola hidup sehat ala Rasulullah.

Thibbun Nabawi mengajarkan bahwa menjaga kesehatan bukan hanya ikhtiar fisik, tetapi juga spiritual. Dengan memadukan gaya hidup Rasulullah, tanaman herbal sunnah, serta kekayaan alam Nusantara, masyarakat bisa membangun pola hidup yang lebih sehat, mandiri, dan sesuai syariat. 

Lemon menjadi salah satu contoh nyata bagaimana ajaran Nabi dapat selaras dengan penelitian ilmiah modern. Buah sederhana ini tidak hanya menyegarkan, tetapi juga bermanfaat untuk tubuh dan pikiran.Â