Yura Yunita Buktikan Mampu Naik Gunung Merbabu Saat Menstruasi, Kok Bisa?

Yura Yunita membuktikan perempuan tetap bisa aktif naik Gunung Merbabu saat menstruasi. Simak pengalaman dan tipsnya agar red days bukan halangan bergerak.

Diterbitkan 21 Agustus 2025, 06:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Bagi banyak perempuan, masa menstruasi kerap dianggap sebagai penghalang beraktivitas. Namun, solois Yura Yunita membuktikan hal itu tidak berlaku baginya. Yura tetap mendaki Gunung Merbabu meski sedang menstruasi.

"Yang perempuan pasti tahu rasanya, kalau lagi red days ada perasaan tidak nyaman dan ingin menarik diri," kata Yura dalam konferensi pers #BeUnstoppable 50 Years Stories for Indonesia yang digelar Betadine pada Selasa, 19 Agustus 2025.

Awalnya, Yura sempat ragu naik gunung saat menstruasi karena dia tidak tahu perempuan tetap bisa aktif bergerak di periode tersebut.

Pemahamannya berubah setelah mengikuti forum edukasi dan diskusi dengan teman-teman yang juga hobi hiking.

"Teman-teman saya membangun motivasi, bilang menstruasi bukan halangan untuk tetap aktif bergerak. Itu membuat saya akhirnya memutuskan mendaki Merbabu," ujarnya.

Lebih lanjut, Yura, menambahkan,"Momen red days penting. Kita perlu merasa bahwa momen kita didukung dan tetap bisa aktif bergerak."

Dr. Gia Pratama: Perempuan Menstruasi Tetap Bisa Hiking

Hal senada diungkapkan Kepala Instalasi Gawat Darurat sekaligus dokter selebritis media sosial, dr. Gia Pratama Putra. Menurutnya, perempuan tetap bisa hiking saat menstruasi, meski ada beberapa tantangan.

"Itu PR juga. Red days memang memengaruhi kenyamanan, rasa kram muncul karena hormon. Antiseptik bisa membantu kebersihan, tapi pengaruh hormon tidak bisa diatasi begitu saja," kata Gia.

"Boleh hiking kok, tapi perlu tenaga dan otot yang prima. Kalau sudah terlatih, no worries," tambahnya.

Gia kemudian menambahkan perumpamaan menarik. "Jumlah otot kita sama dengan Bang Ade Rai, sekitar enam ratusan. Bedanya, dia melatih semua ototnya. Ayo, latih otot kalian juga. Itu salah satu yang membantu tetap aktif meski menstruasi," ujarnya.

Membawa Antiseptik Merupakan Kunci Kenyamanan

Gia menekankan bahwa kenyamanan dan kebersihan area kewanitaan saat mendaki gunung bisa didapatkan dengan penggunaan antiseptik. 

Menurut Gia, antiseptik merupakan pertahanan pertama sebelum infeksi mikroorganisme berkembang lebih jauh. "Kalau sudah masuk ke pembuluh darah, bukan pakai antiseptik lagi. Pakainya apa? Antibiotik, karena mulai bikin demam," katanya. 

Di kesehariannya, Yura juga mengatakan bahwa dirinya selalu membawa perlengkapan kebersihan dan antiseptik. Bagi istri Donne Maula, menjaga kebersihan adalah bagian penting dari gaya hidup sehat, terutama bagi perempuan.

Antiseptik bermanfaat untuk mencegah kuman, virus, maupun bakteri yang bisa menyerang tubuh lewat luka terbuka. "Apalagi kita aktif banget, terus diam. Jadi tergores, terluka jadi aku selalu bawa betadine (antiseptik)," ujarnya.

 

Tanpa Antiseptik, Virus, Bakteri, dan Jamur Mengintai

Menurut Gia, kulit dan area lembab di tubuh bisa menjadi pintu masuk bagi bakteri, virus, dan jamur ke dalam tubuh dan menginfeksi tubuh. 

Untuk itu, Gia kembali menekankan, pentingnya pencegahan infeksi dengan penggunaan antiseptik. 

"Bentuk antiseptik macem-macem, kan? Ada yang salep, ada yang cair, ada yang kumur. Itu semua antiseptik," ujarnya.

Menurut Gia, ketika kulit gagal mencegah bakteri masuk, tubuh akan menaikkan suhunya, sehingga tubuh akan mengalami demam. 

"Jadi, kalau demam hari pertama, jangan langsung minum penurun demam. Kompres-kompres aja dulu. Minum air putih aja yang banyak dulu, gitu. Baru nanti kalau tiga hari --- nggak boleh ya demam tiga hari," pungkasnya.