5 Alasan Memakai Masker Penting untuk Kesehatan dan Lingkungan

Temukan 5 alasan pakai masker penting untuk kesehatan dan lingkungan. Lindungi diri dari polusi, penyakit, dan jaga udara bersih agar hidup lebih sehat setiap hari.

Diterbitkan 18 Agustus 2025, 08:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Dalam beberapa tahun terakhir, bukti ilmiah semakin menguat bahwa masker, terutama jenis N95 dan KN95, mampu secara signifikan mengurangi paparan partikel berbahaya serta memutus rantai penularan penyakit. Inilah salah satu alasan menggunakan masker bagi siapa pun yang peduli terhadap kesehatan pernapasan.

Badan seperti National Institute for Occupational Safety and Health (NIOSH) bahkan merekomendasikan masker dengan filtrasi di atas 95 persen untuk perlindungan maksimal. Standar ini menunjukkan pentingnya alasan pakai masker sebagai langkah preventif di lingkungan yang berisiko tinggi.

Dilansir dari Health, masker juga memberikan perlindungan ekstra bagi mereka yang memiliki sistem imun lemah, membantu mereka terhindar dari paparan kuman berbahaya. Fakta ini menjadi alasan pakai masker terutama bagi kelompok rentan seperti lansia atau orang dengan penyakit kronis.

Para ahli kesehatan menekankan bahwa meski situasi pandemi telah mereda, kebiasaan memakai masker tetap relevan dalam menghadapi polusi udara, cuaca ekstrem, atau musim alergi. Hal ini menjadikan alasan pakai masker bukan hanya soal pandemi, tapi juga menjaga kualitas hidup sehari-hari.

Mencegah Penularan Penyakit

Beberapa masyarakat bahkan mulai menjadikan masker sebagai bagian dari gaya hidup sehat, sejalan dengan meningkatnya kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan pernapasan.

Kini, pilihan masker semakin beragam dan mudah ditemukan, mulai dari masker medis sekali pakai hingga respirator berstandar internasional.

Memilih masker yang tepat, ditambah pemakaian yang benar, menjadi alasan pakai masker agar perlindungan terhadap kesehatan pernapasan dan keselamatan pribadi lebih optimal.

Masker juga menjadi alat paling efektif untuk mencegah penyebaran kuman saat seseorang sedang sakit. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa bahkan one-way masking, hanya satu pihak yang memakai masker, tetap memberikan perlindungan lebih baik dibandingkan jika tidak ada yang memakainya.

"Memakai masker mengurangi kemungkinan Anda menghembuskan dan menyebarkan kuman ke udara sekitar," kata seorang pakar epidemiologi.

Mekanisme ini bekerja dengan menahan tetesan (droplet) yang keluar saat batuk, bersin, atau berbicara.

Dengan begitu, risiko penularan penyakit menular seperti flu, COVID-19, atau infeksi pernapasan lainnya dapat ditekan secara signifikan, terutama di ruang tertutup atau padat.

Kondisi ini menjadi alasan pakai masker yang tidak boleh diabaikan untuk menjaga kesehatan diri sendiri dan orang di sekitar.

Perlindungan dari Paparan Langsung

Selain melindungi orang lain, masker juga berfungsi sebagai benteng pertahanan dari paparan langsung kuman di udara.

Droplet yang mengandung virus atau bakteri dapat terhirup saat orang di sekitar berbicara, batuk, atau bersin.

Dalam uji coba laboratorium, masker dengan filtrasi tinggi seperti N95 terbukti menyaring hingga lebih dari 95% partikel mikroskopis yang dapat mengganggu kesehatan pernapasan.

Hasil penelitian menegaskan bahwa satu orang memakai masker lebih baik daripada tidak ada yang memakainya sama sekali.

Dengan perlindungan ini, masker menjadi penting digunakan di rumah sakit, transportasi umum, atau area dengan risiko penularan tinggi, sehingga paparan langsung terhadap penyakit bisa diminimalkan.

Mengurangi Risiko pada Kelompok Rentan

Bagi orang dengan sistem kekebalan tubuh lemah, misalnya penderita penyakit kronis, pasien kanker, atau orang dengan HIV memakai masker dapat menjadi penyelamat.

Sistem imun yang terganggu membuat mereka lebih mudah jatuh sakit akibat paparan kuman yang bagi orang sehat mungkin tidak berbahaya.

Menurut Centers for Disease Control and Prevention, “Masker melindungi orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh lemah."

Terapi seperti kemoterapi atau penggunaan obat imunosupresif juga membuat seseorang lebih rentan terhadap infeksi.

Dalam kondisi ini, masker berperan sebagai pelindung tambahan di tempat umum, rumah sakit, atau saat berinteraksi dengan banyak orang, membantu mencegah terjadinya komplikasi serius.

Mengurangi Paparan Alergen

Bagi penderita alergi musiman, masker dapat menjadi alat pencegahan yang efektif. Butiran serbuk sari, debu, atau polutan mikro lainnya dapat memicu gejala seperti bersin, hidung tersumbat, dan mata berair.

Masker yang menutupi hidung dan mulut membantu menyaring partikel pemicu alergi tersebut.

Menurut American Academy of Allergy, Asthma, & Immunology, “Masker yang menutupi mulut dan hidung membantu menyaring serbuk sari atau iritan."

Selain itu, masker juga memengaruhi kelembapan dan suhu udara yang dihirup, sehingga dapat mengurangi iritasi pada saluran pernapasan.

Dengan pemakaian rutin saat musim alergi atau di area berdebu, penderita alergi dapat beraktivitas lebih nyaman tanpa khawatir gejalanya kambuh

Perlindungan dari Polusi Udara

Polusi udara menjadi masalah kesehatan global yang berdampak pada jutaan orang setiap tahun.

Partikel halus, gas beracun, dan ozon permukaan dapat memicu penyakit paru, jantung, hingga memperburuk kondisi kronis seperti asma.

Menurut Environmental Protection Agency (EPA), kualitas udara yang buruk dapat diukur melalui Air Quality Index (AQI), yang mengkategorikan tingkat polusi dari sedang hingga berbahaya.

“Memakai masker dapat melindungi sistem pernapasan dan kesehatan secara umum saat kualitas udara buruk," jelas EPA.

Dengan masker berfiltrasi tinggi seperti N95 atau KN95, paparan polutan berbahaya dapat dikurangi secara signifikan. Pemakaian masker ini sangat dianjurkan saat kebakaran hutan, musim asap, atau di kota dengan tingkat polusi tinggi.