Daun Murbei Lebih dari Pakan Ulat Sutra, Punya Potensi Besar di Dunia Pengobatan

Di China daun murbei banyak dimanfaatkan untuk menurunkan tekanan darah hingga redakan batuk.

Diterbitkan 27 Juli 2025, 12:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

 

Liputan6.com, Jakarta Tanaman murbei biasa dijadikan pakan ulat sutra. Nyatanya tanaman bernama Latin Morus spp memiliki potensi besar di dunia kesehatan.

Ahli tanaman obat dari IPB University, Prof Sandra Arifin Aziz mengungkapkan di China daun murbei banyak dimanfaatkan untuk menurunkan tekanan darah hingga redakan batuk.

“Di China, daun murbei digunakan untuk menurunkan tekanan darah, sebagai antidiabetes, membantu fungsi hati, meredakan batuk, serta memperbaiki kesehatan mata, ginjal, dan kulit,” ungkap Prof Sandra.

Kandungan Daun Murbei

Sandra mengungkapkan daun murbei mengandung senyawa aktif seperti deoxynojirimycin (DNJ), yang berpotensi sebagai antidiabetes, serta flavonoid yang memiliki sifat antioksidan.

“Daunnya juga dapat dikeringkan dan diseduh seperti teh. Bagian lain seperti kulit batang, buah, dan akar juga memiliki manfaat, meskipun belum umum digunakan di Indonesia,” ujarnya mengutip laman resmi IPB.

 Kurangnya pemanfaatan murbei sebagai tanaman obat di Indonesia bisa jadi disebabkan karena statusnya sebagai tanaman introduksi. Apa itu? Tanaman introduksi adalah yang didatangkan atau dipindahkan dari satu wilayah atau negara ke wilayah lain yang sebelumnya belum ada tanaman tersebut.

Ia menyarankan agar potensi murbei dikaji lebih dalam dan dimanfaatkan secara maksimal, mengingat kandungan bioaktifnya yang kaya dan manfaatnya bagi kesehatan

 

Murbei Tumbuh Baik di Dataran Tinggi

 

Tanaman murbei tumbuh baik di dataran tinggi. Di Indonesia, jenis Morus alba paling banyak dibudidayakan, terutama di wilayah Cianjur, Jawa Barat.

Daerah lain seperti Sulawesi Selatan dan Kalimantan Timur juga dikenal sebagai sentra produksi sutra, meski pemanfaatan murbei di bidang kesehatan belum berkembang luas.