Liputan6.com, Jakarta Calcium lactate adalah jenis suplemen kalsium yang penting untuk kesehatan ibu dan janin selama kehamilan. Salah satu manfaat calcium lactate untuk ibu hamil adalah membantu pembentukan tulang dan gigi bayi secara optimal, serta menjaga tulang ibu tetap kuat.
Selain itu, manfaat calcium lactate untuk ibu hamil juga mencakup pencegahan kram otot dan membantu menjaga tekanan darah tetap stabil. Jenis kalsium ini mudah diserap tubuh, sehingga cocok digunakan selama masa kehamilan.
Tak hanya itu, manfaat calcium lactate untuk ibu hamil turut berperan dalam mendukung fungsi otot, saraf, dan jantung. Dengan asupan yang cukup, risiko komplikasi seperti preeklampsia pun bisa diminimalkan.
Advertisement
Berikut Liputan6.com merangkum dari berbagai sumber tentang penjelasan manfaat calcium lactate untuk ibu hamil, Kamis (24/7/2025).
Manfaat Calcium Lactate untuk Ibu Hamil
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3580846/original/071873100_1632378200-photo-1615766553246-9147b6d50e90.jpg)
Mengutip kajian yang dipublikasikan di Jurnal Kesehatan Mercusuar Vol. 6 No. 1 April 2023, gizi ibu hamil perlu mendapat perhatian karena sangat berpengaruh pada perkembangan janin yang dikandungnya. Kebutuhan gizi pada ibu hamil meningkat 2-3 kali dari sebelum hamil. Hal ini diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan janin.
Berikut ini manfaat calcium lactate untuk ibu hamil:
1. Memenuhi Kebutuhan Kalsium Harian
Calcium lactate merupakan suplemen kalsium yang dirancang untuk membantu ibu hamil mencukupi kebutuhan kalsium hariannya, yang meningkat seiring perkembangan janin. Kalsium sangat penting untuk proses pembentukan tulang dan gigi bayi, sekaligus menjaga tulang ibu tetap kuat. Jika kebutuhan ini tidak terpenuhi, tubuh akan mengambil cadangan kalsium dari tulang ibu, yang dalam jangka panjang dapat berdampak pada kesehatan tulang.
2. Mendukung Pertumbuhan Tulang dan Gigi Janin
Kalsium adalah komponen utama dalam pembentukan tulang dan gigi. Dengan mengonsumsi calcium lactate secara rutin, janin akan mendapatkan cukup kalsium untuk membangun sistem kerangka yang sehat dan kuat. Tak hanya itu, kalsium juga penting untuk perkembangan organ vital seperti jantung, otot, dan sistem saraf janin, terutama pada trimester ketiga saat penyerapan kalsium terjadi paling banyak.
3. Mencegah Preeklampsia dan Hipertensi Gestasional
Salah satu manfaat utama calcium lactate untuk ibu hamil adalah membantu menurunkan risiko preeklampsia, yaitu kondisi tekanan darah tinggi yang berpotensi membahayakan ibu dan bayi. Kebutuhan kalsium yang tercukupi melalui suplemen ini turut mendukung kestabilan tekanan darah dan kesehatan pembuluh darah selama kehamilan.
4. Mencegah Risiko Osteoporosis pada Ibu
Selama kehamilan, jika kebutuhan kalsium ibu tidak terpenuhi, tubuh akan menyerap kalsium dari tulang untuk mencukupi kebutuhan janin. Hal ini bisa mengarah pada penurunan massa tulang ibu, yang dalam jangka panjang meningkatkan risiko osteoporosis. Suplemen calcium lactate membantu menjaga kepadatan tulang ibu, terutama saat masa kehamilan dan menyusui yang rentan kekurangan kalsium.
5. Mengurangi Kram Kaki dan Ketegangan Otot
Kram kaki adalah keluhan umum ibu hamil, khususnya pada trimester akhir. Salah satu penyebabnya adalah kurangnya asupan kalsium yang memengaruhi fungsi otot. Dengan mengonsumsi calcium lactate, ibu hamil dapat membantu mengurangi intensitas dan frekuensi kram, karena kalsium mendukung kontraksi dan relaksasi otot yang seimbang.
Advertisement
Manfaat Calcium Lactate untuk Ibu Hamil
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5237589/original/092987300_1748596794-Ibu_hamil.jpg)
 Mengutip buku berjudul Gizi Ibu Hamil (2024) oleh Hana Fitria Andayani, janin mengumpulkan kalsium dari ibunya sekitar 25 sampai 30 mg sehari. Terlebih pada trimester ketiga kehamilan. Ibu hamil dan bayi membutuhkan kalsium untuk menguatkan tulang dan gigi. Selain itu, kalsium dibutuhkan untuk membantu pembuluh darah berkontraksi dan berdilatasi, juga untuk mengantarkan sinyal saraf, kontraksi otot, dan sekresi hormon.
Jika kebutuhan kalsium tidak terpenuhi dari makanan, maka kalsium yang dibutuhkan bayi akan diambil dari tulang ibu. Kebutuhan kalsium ibu hamil adalah sekitar 1000 mg per hari.
Berikut ini manfaat calcium lactate untuk ibu hamil:
6. Menjaga Kesehatan Jantung dan Sistem Saraf
Kalsium juga memainkan peran penting dalam menjaga fungsi jantung dan sistem saraf. Suplementasi calcium lactate membantu menjaga ritme jantung yang normal dan mendukung transmisi sinyal antar saraf, yang penting bagi keseimbangan sistem saraf pusat baik pada ibu maupun janin.
7. Menurunkan Risiko Baby Blues dan Depresi Pascapersalinan
Asupan kalsium yang memadai selama kehamilan telah dikaitkan dengan suasana hati yang lebih stabil. Manfaat calcium lactate untuk ibu hamil termasuk kemampuannya dalam mengurangi risiko gangguan suasana hati seperti baby blues, serta menurunkan kemungkinan mengalami depresi pascapersalinan. Kalsium membantu mengatur hormon dan neurotransmitter yang memengaruhi keseimbangan emosi ibu setelah melahirkan.
8. Menunjang Produksi ASI yang Optimal
Setelah persalinan, tubuh ibu memerlukan berbagai nutrisi penting untuk menghasilkan air susu ibu (ASI) yang berkualitas. Salah satunya adalah kalsium, yang dibutuhkan dalam jumlah tinggi selama masa menyusui. Calcium lactate dapat membantu memenuhi kebutuhan kalsium harian agar produksi ASI tetap optimal dan mengandung zat gizi yang penting untuk tumbuh kembang bayi. Dengan asupan kalsium yang mencukupi, ibu tidak hanya menjaga kesehatannya sendiri tetapi juga memberikan nutrisi terbaik bagi buah hatinya.
9. Membantu Keseimbangan Hormon Selama Kehamilan
Kalsium juga berperan penting dalam mendukung kerja sistem endokrin atau sistem hormon di tubuh ibu hamil. Hormon-hormon seperti estrogen dan progesteron sangat berperan dalam menjaga kehamilan tetap sehat dan stabil. Calcium lactate membantu mendukung keseimbangan hormon-hormon ini dengan menjaga fungsi kelenjar paratiroid dan tiroid yang berperan dalam pengaturan kadar kalsium tubuh. Keseimbangan hormon yang baik penting untuk mencegah gangguan suasana hati, masalah metabolisme, dan komplikasi kehamilan lainnya.
Asupan Bergizi dan Sehat untuk Ibu Hamil
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4019004/original/082720100_1652240104-young-pregnant-female-sleeping-armchair.jpg)
Ibu hamil harus memenuhi kebutuhan gizi hariannya. Menurut Manuaba IBG (2017) sebagaimana dikutip dalam kajian di Jurnal Kebidanan (JBd), 1 (2), Desember 2021, bila ibu mengalami kekurangan gizi selama hamil akan menimbulkan masalah pada ibu maupun janin yang dikandungnya, antara lain : anemia, pendarahan berat dan berat badan ibu tidak bertambah secara normal.
Kekurangan gizi dapat mempengaruhi proses persalinan, dimana dapat mengakibatkan persalinan yang sulit dan lama, premature, pendarahan setelah persalinan. Kurang gizi juga dapat mempengaruhi pertumbuhan janin dan dapat menimbulkan keguguran, abortus, cacat bawaan dan berat badan bayi lahir rendah.
1. Sumber Protein Berkualitas
Protein sangat penting untuk pertumbuhan jaringan tubuh janin, pembentukan enzim dan hormon, serta menjaga massa otot ibu selama kehamilan. Konsumsi protein yang cukup juga membantu memperbaiki jaringan tubuh dan meningkatkan daya tahan tubuh. Contoh:
- Telur: Mengandung kolin yang baik untuk perkembangan otak bayi.
- Ikan (seperti salmon): Tinggi omega-3 dan vitamin D, bagus untuk otak dan mata janin.
- Daging tanpa lemak: Sumber zat besi heme yang mudah diserap tubuh.
- Tahu dan tempe: Protein nabati yang aman dan kaya kalsium.
- Kacang-kacangan dan lentil: Mengandung zat besi, folat, dan serat.
2. Karbohidrat Kompleks
Karbohidrat merupakan sumber energi utama bagi ibu hamil, apalagi saat tubuh memerlukan tenaga ekstra di masa kehamilan. Karbohidrat kompleks lebih baik karena melepaskan energi secara perlahan dan menjaga kestabilan gula darah. Contoh:
- Nasi merah: Tinggi serat dan vitamin B.
- Oatmeal: Menurunkan kolesterol dan membuat kenyang lebih lama.
- Kentang & ubi jalar: Kaya vitamin C dan karbohidrat sehat.
- Roti gandum utuh: Membantu menjaga pencernaan dan kadar gula darah.
3. Sayuran Hijau dan Berwarna
Sayuran menyediakan berbagai vitamin dan mineral penting seperti folat, zat besi, dan antioksidan. Konsumsi sayuran secara rutin dapat mendukung pembentukan sel darah, pertumbuhan janin, serta memperkuat sistem imun ibu. Contoh:
- Bayam, brokoli, kangkung: Kaya folat, zat besi, kalsium, dan serat.
- Wortel dan labu kuning: Sumber beta-karoten yang akan diubah menjadi vitamin A.
- Tomat dan paprika: Tinggi vitamin C, membantu penyerapan zat besi.
4. Buah-Buahan Segar
Buah mengandung vitamin, mineral, antioksidan, serta serat yang membantu menjaga sistem pencernaan dan kekebalan tubuh. Beberapa buah juga mengandung folat dan kalium yang baik untuk perkembangan janin. Contoh:
- Pisang: Kaya kalium, bantu cegah kram kaki.
- Alpukat: Lemak sehat dan folat tinggi.
- Jeruk: Sumber vitamin C dan hidrasi.
- Apel dan mangga: Tinggi antioksidan dan serat larut.
5. Produk Susu dan Olahannya
Susu dan turunannya adalah sumber utama kalsium yang penting untuk pembentukan tulang dan gigi janin, serta mencegah pengeroposan tulang pada ibu. Juga mengandung protein, vitamin D, dan probiotik. Contoh:
- Susu pasteurisasi: Aman dikonsumsi dan kaya nutrisi.
- Yoghurt: Baik untuk pencernaan karena probiotik.
- Keju rendah garam dan lemak: Sumber kalsium tambahan yang aman.
6. Lemak Sehat
Lemak sehat membantu perkembangan otak dan sistem saraf janin, serta berperan dalam produksi hormon ibu. Pilih lemak tak jenuh yang baik bagi kesehatan jantung dan metabolisme. Contoh:
- Alpukat: Tinggi asam lemak omega-9 dan folat.
- Minyak zaitun: Lemak tak jenuh tunggal yang menyehatkan.
- Ikan laut dalam: Seperti salmon, dalam jumlah moderat, sumber omega-3.
- Kacang almond dan kenari: Lemak sehat plus serat dan protein.
7. Asupan Cairan yang Cukup
Air menjaga tubuh tetap terhidrasi, mengatur suhu tubuh, dan mendukung pembentukan cairan ketuban. Kekurangan cairan bisa menyebabkan sembelit, kelelahan, atau kontraksi dini. Rekomendasi:
- Air putih: 8–10 gelas per hari sebagai standar minimal.
- Jus buah segar tanpa gula: Memberi tambahan vitamin.
- Air kelapa: Elektrolit alami, baik untuk cegah dehidrasi ringan.
8. Suplemen Tambahan Sesuai Anjuran Dokter
Meskipun makanan utama adalah sumber nutrisi terbaik, terkadang ibu hamil memerlukan tambahan suplemen untuk memastikan asupan zat gizi penting terpenuhi, apalagi jika mengalami mual berat atau pola makan tidak seimbang. Contoh:
- Asam folat: Mencegah cacat tabung saraf.
- Zat besi: Mencegah anemia selama kehamilan.
- Kalsium (seperti calcium lactate): Menjaga kepadatan tulang ibu dan mendukung pembentukan tulang janin.
- Vitamin D dan B kompleks: Mendukung metabolisme dan sistem saraf janin.
Â
Â
Sumber:
- Kajian berjudul Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Pentingnya Gizi Pada Masa Kehamilan di Jurnal Kesehatan Mercusuar Vol. 6 No. 1 April 2023
- Buku berjudul Gizi Ibu Hamil (2024) oleh Hana Fitria Andayani
- Kajian berjudul Pengetahuan dan Asupan Zat Gizi Ibu Hamil (Energi, Protein dan Zat Besi) di Jurnal Kebidanan (JBd), 1 (2), Desember 2021
Advertisement
Q & A Seputar Topik
Apa itu calcium lactate dan mengapa penting bagi ibu hamil?
Calcium lactate adalah salah satu bentuk suplemen kalsium yang mudah diserap tubuh. Bagi ibu hamil, asupan kalsium sangat penting untuk mendukung pertumbuhan tulang dan gigi janin, serta menjaga kekuatan tulang ibu selama masa kehamilan.
Apa manfaat utama calcium lactate untuk perkembangan janin?
Calcium lactate membantu pembentukan struktur tulang, gigi, dan otot janin secara optimal. Asupan kalsium yang cukup juga berperan dalam pembentukan sistem saraf dan jantung bayi yang sehat.
Bagaimana calcium lactate membantu menjaga kesehatan ibu selama hamil?
Calcium lactate membantu mencegah pengeroposan tulang pada ibu hamil, mengurangi risiko preeklamsia (tekanan darah tinggi), serta mendukung kerja otot dan fungsi jantung selama kehamilan.
Kapan waktu terbaik untuk mengonsumsi calcium lactate saat hamil?
Waktu terbaik adalah sesuai anjuran dokter, tetapi umumnya dikonsumsi setelah makan untuk membantu penyerapan dan mencegah mual. Hindari dikonsumsi bersamaan dengan zat besi agar penyerapan keduanya tidak terganggu.
Apakah calcium lactate aman dikonsumsi sepanjang kehamilan?
Ya, calcium lactate aman dikonsumsi sepanjang kehamilan selama sesuai dosis yang dianjurkan oleh dokter. Konsultasi rutin diperlukan agar asupan kalsium tetap seimbang dan tidak berlebihan, karena kelebihan kalsium juga bisa berdampak pada ginjal.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2559129/original/026504800_1546249540-vietnam.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8805424/original/032384700_1782904857-Cek_fakta_-_Anies_baswedan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5490270/original/075910100_1770004204-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-02T104539.335.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8627383/original/048072800_1782622786-153948.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3243956/original/072932600_1600665128-photo-1493894473891-10fc1e5dbd22__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8864051/original/078185200_1782929110-063_2284211401.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8933715/original/054098500_1782962062-AP26183008148565.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8929510/original/065051700_1782959692-bos7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8920532/original/092816500_1782954338-AP26183030266108.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262489/original/072589900_1781818934-Switzerland_s_Johan_Manzambi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8888290/original/030850900_1782938816-Senegal_s_Habib_Diarra__21__scores_their_first_goal_against_Belgium_goalkeeper_Thibaut_Courtois.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8898171/original/047299800_1782942914-Belgium_s_Romelu_Lukaku_senegal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8896227/original/086707700_1782942096-Belgium_s_Romelu_Lukaku.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782402/original/009814100_1782885154-belanda.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8901298/original/009057900_1782944367-Belgium_s_Youri_Tielemans__left__celebrates_with_Belgium_s_Romelu_Lukaku.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263356/original/061813100_1781903816-AP26170714954300-Amerika_Serikat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8899597/original/014754500_1782943656-Belgian_players_celebrate_youre_tieleman_s_goal.jpg)