Emak-Emak Punya Peran Besar Jaga Bumi, Ini Caranya dari Co Founder @ibu2id

Emak-emak punya peran penting jaga bumi, lho! Dari air bersih sampai urusan sampah rumah tangga, Poetri Andayani kasih tipsnya yang bisa langsung dipraktikkan.

Diterbitkan 20 Juli 2025, 14:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Menjadi ibu rumah tangga bukan hanya soal urusan dapur dan anak. Nyatanya, emak-emak memegang peranan penting dalam menjaga kelestarian lingkungan, mulai dari rumah sendiri.

Hal ini disampaikan langsung Co-founder komunitas @ibu2id, Poetri Andayani, dalam sebuah diskusi seputar peran ibu dalam mewujudkan gaya hidup sehat dan berkelanjutan.

Poetri menyoroti keresahan banyak ibu soal kualitas air yang tidak selalu bisa dikendalikan. Banyak keluarga yang sudah merasa aman membeli rumah, tapi ternyata kualitas airnya buruk.

"Kadang kita beli rumah, tampak bagus, lingkungannya nyaman. Tapi, pas dicek, airnya enggak bisa dipakai buat cuci sayur, buat mandi pun bikin kulit kering. Masak mi instan pun jadi aneh rasanya," ujar Poetri.

Air adalah kebutuhan paling dasar di rumah tangga. Menurutnya, jika air saja tidak bersih, maka semua aspek lain dalam kehidupan sehari-hari ikut terdampak. "Dari skincare kita bisa pilih yang bagus, tapi kalau airnya jelek, ya percuma. Air harus benar-benar dijaga," tambahnya.

 

Sampah Rumah Tangga Bikin Pusing Tapi Bisa Diatasi

Tak hanya air, udara juga menjadi perhatian utama, apalagi bagi mereka yang tinggal di kawasan padat penduduk dan penuh polusi.

"Kalau tinggal di tempat yang padat dan banyak kendaraan, kualitas udaranya tuh rebutan oksigen. Ini PR besar buat keluarga yang tinggal di kota-kota besar," kata Poetri.

Selain persoalan air dan udara, Poetri juga mengungkap betapa rumitnya persoalan sampah rumah tangga yang sering kali diabaikan.

"Saya pribadi dulu frustrasi banget pas awal-awal jadi ibu. Milah sampah tuh capek, mana plastik, mana kertas, mana yang bisa diurai, mana yang nggak," katanya.

Menurut Poetri, kegiatan belanja dan konsumsi sehari-hari di rumah seringkali menghasilkan banyak sampah tanpa disadari. Barang kecil, kemasannya jadi sampah. Barang besar, isinya nggak habis. 

"Akhirnya kita yang harus beresin semua," katanya.

Karena itu, dia mulai menerapkan kebiasaan untuk memilih barang yang bisa dipakai ulang (reusable) dan menghindari produk yang menambah limbah. 

"Lebih baik beli sesuatu yang jelas gunanya dan nggak ninggalin sampah. Karena ujung-ujungnya ya kita juga yang beresin," kata Poetri.

 

Mulai dari Rumah dan Mulai dari Hal Kecil

Bagi Poetri, perubahan gaya hidup ke arah yang lebih ramah lingkungan tidak harus dimulai dengan langkah besar. Justru, perubahan kecil yang dilakukan konsisten dari rumah memiliki dampak yang besar.

"Kita ini yang paling tahu kondisi rumah. Kalau bukan kita yang mulai, siapa lagi?" katanya.

Dia menekankan bahwa peran ibu sangat penting dalam membentuk pola konsumsi keluarga yang lebih sadar lingkungan.

Dengan menjaga kualitas air, mengupayakan udara bersih, dan mengurangi sampah, emak-emak sebenarnya sedang berkontribusi besar menjaga bumi.

 

Emak-Emak ada Agen Perubahan Lingkungan

Tanpa disadari, peran emak-emak dalam mengatur kehidupan rumah tangga berdampak langsung pada lingkungan. Dari memilih produk yang tidak boros kemasan, hingga memastikan air bersih untuk keluarga, semua itu bagian dari aksi nyata menjaga bumi.

"Perubahan bisa dimulai dari hal kecil di rumah. Dan kita, para ibu, ada di garis depan untuk itu," pungkas Poetri.

Â