Mengenal Drug-Coated Ballon, Prosedur Intervensi Sumbatan Jantung Tanpa Stent

Tidak meninggalkan benda di dalam tubuh, penanganan sumbatan jantung dengan prosedur DCB telah banyak dilakukan di negara-negara Eropa.

Diperbarui 20 Juli 2025, 05:20 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah konsultan jantung intervensi Profesor Dasaad Mulijono mengungkapkan bahwa saat ini di Indonesia sudah ada teknologi prosedur intervensi untuk menangani sumbatan jantung tanpa stent (ring). Teknologi itu bernama Drug-Coated Balloon (DCB).

"DCB adalah salah satu terobosan dalam dunia intervensi jantung, karena tidak meninggalkan benda asing seperti stent di dalam tubuh," kata Dasaad yang sehari-hari praktik di Heart & Vascular Center Bethsaida Hospital Gading Serpong.

Penanganan sumbatan jantung dengan DCB telah banyak dilakukan di negara-negara Eropa seperti Inggris, Jerman, Prancis, dan Italia.

"Sekitar 90 persen (tindakan intervensi sumbatan jantung) di Eropa dengan DCB," katanya saat ditemui pekan lalu di Gading Serpong, Tangerang.

Dasaad mengatakan proses pemasangan DCB mirip dengan stent. Namun, berbeda dari stent yang 'meninggalkan jejak' logam dalam tubuh, cara kerjanya DCB dengan memasukkan balon ke pembuluh darah untuk mengantarkan obat. Setelah pengantaran selesai, balon dikeluarkan.

"Ini menguntungkan bagi pasien dalam jangka panjang karena risiko komplikasi lebih rendah dan memungkinkan pembuluh darah pulih secara alami," katanya.

Jika Tidak Berhasil dengan DCB, Bisa Lanjut Stent

Drug-Coated Balloon (DCB) kini semakin sering menjadi pilihan utama dalam penanganan sumbatan pembuluh darah jantung.

“Sekarang hampir semua kasus sumbatan pembuluh darah jantung kami rencanakan menggunakan Drug-Coated Balloon (DCB) terlebih dahulu," katanya.

Jika pada saat proses tindakan DCB memperlihatkan tidak ada reaksi yang baik terhadap cara ini maka bisa dilakukan dengan pemasangan stent.

"Kalau tidak berhasil dengan DCB jangan takut, masih bisa dengan stent di saa tindakan itu berlangsung," katanya.

Dasaad mengatakan tingkat keberhasilan prosedur DCB di rumah sakit tempatnya praktik mencapai 90 persen. Setara dengan standar pusat jantung internasional.