Jalan Kaki Bukan Sekadar Bakar Lemak, Tapi Obat Alami Darah Tinggi dan Prediabetes

Tak sekadar bakar lemak, jalan kaki bisa jadi “obat ajaib” untuk darah tinggi dan prediabetes. Apa rahasianya? Dokter jantung ini ungkap faktanya!

Diterbitkan 17 Juli 2025, 10:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Jalan kaki bukan hanya aktivitas ringan yang baik untuk menjaga kebugaran, tapi juga terbukti sebagai terapi alami untuk menurunkan tekanan darah tinggi dan mengatasi prediabetes. Aktivitas sederhana ini bahkan bisa membantu seseorang lepas dari ketergantungan obat

Hal ini disampaikan langsung oleh Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah dari Siloam Hospitals Lippo Village, Dr. dr. Vito Anggarino Damay, SpJP(K), M.Kes, AIFO-K. Dia menekankan bahwa jalan kaki memiliki manfaat kesehatan yang jauh lebih besar dari sekadar menurunkan berat badan

"Jalan kaki ini bukan sekadar menurunkan berat badan. Bukan sekadar orang yang gemuk lalu jadi kurus, atau orang yang memang tadinya berlebihan berat badan jadi bisa langsing lagi. Bukan sekadar membakar lemak," kata dr. Vito dikutip dari unggahan video di akun Instagram pribadinya, @doktervito, pada Kamis, 17 Juli 2025. 

Menurutnya, banyak pasien dengan tekanan darah tinggi dan prediabetes yang bisa kembali ke kondisi normal berkat rutin berjalan kaki.

Bahkan, beberapa dari mereka berhasil berhenti menggunakan obat-obatan hipertensi karena tekanan darahnya stabil hanya dengan menjalani gaya hidup aktif. 

"Selama ini, pasien-pasien saya banyak yang akhirnya bisa lepas dari darah tinggi, lepas dari obat-obatan darah tinggi juga, karena mereka rutin jalan kaki," kata dr. Vito. 

Obat Alami untuk Hipertensi dan Prediabetes

Tak sedikit orang mengira bahwa jalan kaki hanya bermanfaat bagi mereka yang kelebihan berat badan. Padahal, jalan kaki punya efek terapeutik yang sangat penting, terutama bagi mereka yang baru saja terdiagnosis hipertensi ringan atau prehipertensi. 

"Jadi ini khusus untuk orang-orang yang memang baru saja diketahui punya darah tinggi, atau bahkan baru prehipertensi. Maka ini bisa menjadi obat yang ampuh," kata dr. Vito. 

Dia menyebutkan bahwa jalan kaki mampu memperbaiki sistem kardiovaskular, membantu menurunkan tekanan darah, dan meningkatkan sensitivitas insulin.

Efek ini sangat baik bagi penderita prediabetes, yang berada dalam kondisi gula darah di atas normal namun belum sampai ke tahap diabetes. 

Jalan Kaki Murah, Mudah, dan Menyehatkan

Berbeda dengan olahraga berat yang membutuhkan peralatan khusus atau biaya tinggi, jalan kaki bisa dilakukan siapa saja dan di mana saja.

Cukup dengan meluangkan waktu 30 menit sehari, tubuh akan merasakan perubahan positif dalam waktu relatif singkat. 

"Jalan kaki selain menghambat penuaan, juga menurunkan tekanan darah," tambah dr. Vito. 

Selain menyehatkan jantung, jalan kaki juga terbukti mengurangi stres, memperbaiki kualitas tidur, dan meningkatkan mood.

Aktivitas ini sangat dianjurkan untuk dimasukkan ke dalam rutinitas harian, khususnya bagi orang yang sibuk namun ingin tetap sehat tanpa perlu pergi ke pusat kebugaran. 

Untuk mendapatkan manfaat optimal, disarankan untuk jalan kaki minimal 30 menit sehari, sebanyak lima kali dalam seminggu.

Tidak perlu tergesa-gesa, cukup dengan langkah sedang hingga cepat yang membuat detak jantung meningkat secara alami. 

Dengan konsistensi, manfaat jalan kaki akan terasa tidak hanya pada fisik, tapi juga pada kondisi mental dan metabolisme tubuh secara keseluruhan.

Banyak penelitian pun mendukung klaim ini, dan pengalaman pasien yang ditangani dr. Vito menjadi bukti nyatanya.