Begini Cara Menyimpan Daging Kurban yang Benar agar Tetap Bergizi dan Terhindar dari Risiko Kesehatan

Langsung memasukkan daging kurban ke freezer justru bisa merusak kualitas daging. Lalu bagaimana cara menyimpan daging yang benar?

Diterbitkan 05 Juni 2025, 20:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Di balik semangat berbagi daging kurban saat Hari Raya Iduladha, ada satu hal penting yang tidak boleh diabaikan, yakni cara menyimpan daging kurban dengan benar. Kesalahan dalam menyimpan dan mengolah daging bisa berdampak pada kualitas gizi, bahkan menimbulkan risiko kesehatan. Lantas, bagaimana cara menyimpang daging yang tepat?

Dalam Talkshow Keluarga Sehat yang digelar oleh Kementerian Kesehatan, Asri Arumawati, S.Tr.Gz., ahli gizi dari RSUP Dr. Sardjito, membagikan berbagai tips penting terkait penyimpanan daging kurban.

Menurutnya, kesalahan paling umum yang masih sering terjadi adalah langsung menyimpan daging kurban ke dalam freezer tanpa proses persiapan yang benar.

Jangan Langsung Masuk Freezer

"Begitu dapat daging kurban, banyak yang langsung memasukkannya ke dalam lemari pendingin atau freezer karena merasa belum sempat mengolahnya. Nah, itu tidak diperbolehkan ya," ujar Asri.

Daging yang baru dipotong biasanya masih dalam kondisi hangat karena suhu tubuh hewan. Langsung memasukkannya ke freezer dalam kondisi seperti ini justru bisa merusak kualitas daging.

“Ada masa tenggang, di mana suhu daging kurban harus disesuaikan dulu dengan suhu ruang. Idealnya, daging didiamkan dulu selama sekitar 3 jam agar suhunya turun,” tambahnya.

Bersihkan dengan Benar Sebelum Disimpan

Jika daging masih terlihat kotor atau ada sisa darah, tidak disarankan langsung mencucinya dengan air.

"Ketika daging masih hangat, cukup dibersihkan dulu menggunakan tisu bersih untuk menyerap darahnya. Jangan langsung dicuci dengan air," kata Asri.

Setelah suhu daging sudah normal dan siap disimpan, barulah dicuci menggunakan air yang mengalir.

"Kalau pakai air yang menggenang, justru kotorannya bisa balik lagi dan mencemari daging. Jadi gunakan air mengalir agar bersih maksimal," jelasnya.

Waspadai Kemasan Plastik Hitam

Hal penting lainnya yang kerap luput dari perhatian adalah jenis kemasan yang digunakan. Masih banyak masyarakat yang menerima atau menyimpan daging dalam plastik hitam. Padahal, menurut Asri, itu sangat tidak disarankan.

“Plastik hitam biasanya terbuat dari bahan daur ulang dan mengandung senyawa yang bersifat karsinogenik. Jadi sekarang sudah tidak disarankan lagi menggunakan plastik hitam,” katanya.

Sebagai gantinya, gunakan plastik bening yang berlabel food grade atau wadah makanan yang aman dan kedap udara.

 

Jangan Lupa Labeling

 

Hindari menyimpan daging dalam jumlah besar sekaligus. Sebaiknya simpan daging sesuai kebutuhan. Ini akan memudahkan saat pengolahan dan mencegah daging terbuang.

“Pisahkan dulu antara lemak dan dagingnya, lalu simpan dalam wadah tertutup dan kedap udara. Jangan lupa beri label tanggal penyimpanan,” kata Asri.

Labeling ini sangat penting agar kita tahu urutan daging yang harus diolah terlebih dahulu, terutama jika menerima daging dari lebih dari satu sumber atau pada hari yang berbeda.

 

Hindari Daging Dihangatkan Berulang

Asri juga mengingatkan agar daging kurban tidak dimasak sekaligus dalam jumlah besar, lalu dihangatkan berulang kali.

“Cukup olah sesuai kebutuhan. Misalnya keluarga terdiri dari lima orang, maka tak perlu memasak semuanya sekaligus. Daging yang terlalu sering dihangatkan bisa kehilangan nilai gizinya dan berisiko menyebabkan kontaminasi,” jelasnya.