Kolaborasi Daerah Jadi Kunci Tangkal Lonjakan Kasus Dengue

Kolaborasi daerah dan pusat penting untuk tangkal lonjakan kasus dengue. Vaksinasi dan pencegahan jadi kunci pengendalian penyakit ini di Indonesia.

Diperbarui 05 Mei 2025, 12:14 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Peningkatan kasus dengue di Indonesia terus menjadi masalah kesehatan serius. Data terbaru menunjukkan bahwa hampir seluruh kabupaten/kota di Indonesia terjangkit penyakit yang disebabkan oleh nyamuk Aedes aegypti ini. 

Semiloka Nasional ADINKES 2025 yang berlangsung di Bali pada akhir April 2025 menyoroti pentingnya kolaborasi antara pusat dan daerah dalam upaya pencegahan dan pengendalian dengue.

Dengue bukanlah penyakit musiman. Virus penyebab demam berdarah ini dapat menyebar sepanjang tahun, terlebih dengan perubahan iklim yang semakin tidak menentu. 

Data dari Kementerian Kesehatan RI menunjukkan bahwa jumlah kabupaten/kota yang terjangkit dengue pada 2024 mencapai 488, atau hampir seluruh daerah di Indonesia. 

Tak hanya itu, kasus dengue dapat menyebabkan infeksi yang lebih parah bila seseorang terjangkit untuk kedua kalinya.

Kolaborasi Lintas Sektor Jadi Kunci

Dalam diskusi panel 'Efektivitas Vaksinasi untuk Pengendalian Dengue', Direktur Penyakit Menular, Kementerian Kesehatan RI, dr. Ina Agustina Isturini, MKM, menekankan pentingnya peran aktif pemerintah daerah dalam penanggulangan penyakit ini. 

"Pencegahan dan pengendalian penyakit tidak bisa hanya bergantung pada pemerintah pusat. Peran aktif pemerintah daerah, yang langsung bersentuhan dengan masyarakat, menjadi kunci keberhasilan," ujarnya.

ADINKES (Asosiasi Dinas Kesehatan Seluruh Indonesia) juga menyoroti peran daerah yang sangat penting dalam menghadapi tantangan ini. 

Ketua ADINKES, dr. M. Subuh, MPPM menyatakan bahwa Semiloka Nasional ADINKES 2025 merupakan langkah strategis dalam memperkuat peran desa sebagai garda terdepan dalam pencegahan dan pengendalian penyakit.

Inovasi Vaksinasi sebagai Solusi

Salah satu upaya yang tengah digalakkan adalah vaksinasi dengue, yang telah terbukti efektif mengurangi angka hospitalisasi dan kematian akibat penyakit ini. 

Menurut dr. dr. I Made Susila Utama, SpPD-KPTI FINASIM, dengue sampai saat ini belum ada obatnya, sehingga pencegahan melalui vaksinasi menjadi langkah yang sangat penting.

Program vaksinasi dengue telah diimplementasikan di beberapa daerah seperti Kalimantan Timur dan Probolinggo. 

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur, dr. H. Jaya Mualimin, SpKJ, M.Kes, MARS, berbagi pengalaman terkait pelaksanaan vaksinasi di Balikpapan. 

"Kami memulai program vaksinasi pada 9.800 anak usia sekolah dasar di Balikpapan. Sampai saat ini, hampir seluruh peserta telah mendapatkan dosis vaksin lengkap, dan kami melihat penurunan signifikan pada kasus dengue di kalangan anak-anak," katanya.

Dukungan Semua Pihak Sangat Dibutuhkan

Presiden Direktur PT Takeda Innovative Medicines, Andreas Gutknecht, sebagai mitra penyelenggara acara Semiloka Nasional ADINKES, juga menekankan pentingnya dukungan semua pihak. 

"Indonesia sebagai negara kepulauan dengan populasi besar dan tersebar membutuhkan keterlibatan aktif dari seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah dan sektor swasta," kata Andreas.

Selain vaksinasi, langkah-langkah pencegahan lainnya, seperti penerapan 3M Plus (menguras, menutup, mengubur/mendaur ulang, dan tindakan tambahan lain untuk menghindari gigitan nyamuk), tetap harus dilakukan secara konsisten. 

Hal ini sangat penting untuk memperkuat perlindungan terhadap risiko penyebaran dengue di masyarakat.