Mengenal Kebocoran Katup Mitral Jantung yang Bisa Berujung Gagal Jantung

Salah satu orang yang pernah mengalami regurgitasi mitral atau kebocoran katup mitral jantung adalah Presiden ke-3 RI, BJ Habibie

Diperbarui 30 April 2025, 10:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Kebocoran katup mitral pada jantung atau regurgitasi mitral terdengar asing di telinga banyak orang. Padahal, gangguan ini menjadi salah satu penyebab gagal jantung di dunia.

Salah satu orang yang pernah mengalami regurgitasi mitral adalah Presiden ke-3 RI, BJ Habibie. Lalu, apa itu regurgitasi mitral?

Kebocoran katup mitral pada jantung atau regurgitasi mitral adalah kondisi ketika katup mitral tidak menutup sempurna. Alhasil, darah yang seharusnya mengalir ke seluruh tubuh malah kembali ke jantung.

"Seperti pintu air yang bocor, seharusnya air mengalir satu arah, namun justru kembali ke belakang," kata dokter spesialis jantung dan pembuluh darah konsultan Ario S. Kuncoro, Sp.JP(K)dari Heartology Jakarta.

Kebocoran katup mitral membuat jantung bekerja lebih keras. Kondisi ini memicu gejala seperti sesak napas, mudah lelah, hingga pembengkakan di kaki. Jika dibiarkan, ini bisa berujung pada gagal jantung.

Di Indonesia, kesadaran terhadap kondisi ini masih tergolong rendah. Banyak pasien baru memeriksakan diri setelah muncul gejala seperti sesak napas, mudah lelah, atau pembengkakan di kaki yang menandakan bahwa jantung telah bekerja terlalu keras untuk mengimbangi kebocoran.

 

Teknologi untuk Penanganan Kebocoran Katup Mitral Jantung

Dunia medis kini memiliki teknologi bernama MitraClip, sebuah prosedur minimal invasif yang memungkinkan perbaikan katup mitral tanpa harus menjalani operasi terbuka.

Prosedur ini membantu pasien dengan risiko tinggi, seperti lansia atau mereka dengan kondisi medis kompleks, yang tidak memungkinkan untuk menjalani operasi jantung konvensional.

Bagaimana Cara MitraClip Dilakukan?

Metode Mitraclip dilakukan dengan cara kateter kecil dimasukkan melalui pembuluh darah di paha dan diarahkan menuju jantung.

Alat klip khusus kemudian dipasang di katup mitral untuk membantu aliran darah kembali normal.

"MitraClip prosedurnya minim invasif dengan tingkat keberhasilan yang tinggi,” jelas dr. Dafsah Arifa Juzar, Sp.JP(K), spesialis intervensi kardiologi di Heartology Jakarta. 

Tanpa sayatan besar, tanpa menghentikan kerja jantung, dan waktu pemulihan yang jauh lebih cepat.

Menurut studi, teknologi ini berhasil mengurangi kebocoran katup hingga level minimal dalam satu tahun dengan tingkat keberhasilan mencapai 93%.

 

Apa Beda dengan Operasi Katup Mitral Terbuka?

Dibandingkan dengan operasi katup mitral terbuka, MitraClip memiliki keunggulan:

● Minim risiko: Tanpa sayatan besar dan tanpa bypass jantung.

● Pemulihan lebih cepat: Pasien bisa kembali beraktivitas dalam hitungan hari.

● Efektivitas tinggi: Terbukti dalam berbagai studi global.