Sukses

Pakar Ingatkan Penonton Piala Dunia 2022 di Qatar Berisiko Tertular Flu Unta

Liputan6.com, Jakarta - Demam sepak bola mengguncang penggemar olahraga seiring berlangsungnya Piala Dunia 2022 yang digelar di Qatar. Namun, para pakar di Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) khawatir flu unta mungkin juga menyerang penonton di sana.

Penggemar sepak bola di Qatar berisiko terkena infeksi sindrom pernapasan Timur Tengah (Middle East Respiratory Syndrome/MERS) yang juga dikenal sebagai flu Unta, menurut para pakar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Qatar berbatasan dengan Arab Saudi, tempat MERS pertama kali dilaporkan satu dekade lalu. Puluhan orang telah jatuh sakit karena MERS di negara tuan rumah Qatar selama dekade terakhir. MERS membunuh hingga sepertiga dari total orang yang terinfeksi.

Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal New Microbes and New Infections, para ilmuwan menyebutkan flu unta sebagai salah satu dari delapan 'risiko infeksi' potensial yang secara teoritis dapat muncul dalam turnamen yang berlangsung selama 4 minggu ini. Jutaan massa yang berkumpul dianggap dapat memicu penyebaran virus.

Sementara COVID-19 dan Mpox disebut sebagai dua ancaman yang paling mungkin menyerang.

Dilansir dari situs MSN, berikut delapan risiko infeksi yang mungkin terjadi selama Piala Dunia tersebut meliputi:

1. COVID-19

2. Mpox

3. MERS

4. Penyakit yang ditularkan melalui vektor (leishmaniasis kulit, malaria, demam berdarah, rabies)

5. Campak

6. Hepatitis A

7. Hepatitis B

8. Diare wisatawan atau traveler’s diarrhea.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Keluarga Coronavirus

MERS termasuk dalam keluarga coronavirus yang meliputi COVID-19 dan sindrom pernapasan akut parah (SARS)

Menurut WHO seperti yang dilansir dari situs situs Business Today, virus flu unta dapat ditransfer ke manusia dari unta yang terinfeksi. Flu unta telah diidentifikasi pada unta dromedaris di beberapa negara di Timur Tengah, Afrika, dan Asia Selatan. WHO juga mengklaim bahwa penularan dari manusia ke manusia juga mungkin terjadi.

Sejak 2012, 27 negara telah melaporkan kasus flu Unta, yang telah menyebabkan 858 kematian yang diketahui karena infeksi tersebut.

Profesor Patricia Schlagenhauf, seorang ahli epidemiologi dari Pusat Kolaborasi WHO untuk Kesehatan Wisatawan beserta timnya—Dr Jaffar Al-Tawfiq, seorang konsultan penyakit menular di Johns Hopkins Aramco Healthcare Arab Saudi, dan Dr Philippe Gautret dari Aix Marseille University di Perancis—mengungapkan bahwa penyakit ini juga dapat dibawa ke negara lain, seperti Inggris dan AS mengingat banyaknya penggemar yang melakukan perjalanan ke Qatar untuk menonton turnamen.

3 dari 4 halaman

Siapa yang Berisiko Terkena MERS?

Selain karena menonton Piala Dunia di Qatar, situs Cleveland Clinic menyebutkan seseorang juga berisiko terkena MERS jika ia:

-Baru-baru ini melakukan perjalanan ke semenanjung Arab.

-Melakukan kontak dekat dengan seseorang yang melakukan perjalanan ke semenanjung Arab dan jatuh sakit.

-Melakukan kontak dekat dengan seseorang yang dikonfirmasi terinfeksi MERS-CoV.

-Seorang petugas kesehatan yang melakukan kontak dekat dengan pasien MERS dan tidak mengikuti langkah-langkah pengendalian infeksi.

-Melakukan kontak langsung dengan unta atau mengonsumsi daging atau susu unta mentah.

Gejala MERS

Seseorang dengan MERS bisa saja tidak bergejala, memiliki gejala seperti pilek ringan hingga penyakit parah yang mengancam jiwa. Biasanya, orang dengan MERS menunjukkan gejala pernapasan yang meliputi:

-Batuk

-Demam

-Sesak napas

Beberapa orang juga dapat mengalami diare, mual dan muntah. Gejala MERS biasanya muncul dalam dua hingga 14 hari setelah terpapar virus.

Hingga saat ini, belum ada pengobatan yang disetujui untuk MERS. Perawatan medis yang Anda dapatkan berfokus untuk mengelola gejala sementara tubuh melawan infeksi.

4 dari 4 halaman

Cara Mencegah Penyebaran MERS

Upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah menginfeksi orang lain sama seperti upaya pencegahan penyebaran COVID-19, yaitu:

- Berada di rumah

- Saat berada di rumah, tinggallah di kamar terpisah dan gunakan kamar mandi terpisah dari orang lain di rumah

- Rajin mencuci tangan

- Kenakan masker wajah saat berada di ruangan yang sama dengan orang lain

- Tutup mulut dan hidung dengan tisu saat batuk atau bersin, kemudian segera buang tisu dan cuci tangan

- Hubungi penyedia layanan kesehatan sebelum berkunjung. Jika gejala Anda semakin parah, segera hubungi dokter.

Sementara jika Anda tinggal bersama atau merawat seseorang yang terkena MERS, lakukan upaya di bawah ini:

- Pakai masker wajah, gaun medis, dan sarung tangan ketika melakukan kontak dengan cairan atau sekresi tubuh orang tersebut.

- Gunakan sarung tangan saat mencuci piring, handuk, pakaian, dan hal lainnya yang memiliki kemungkinan paparan. Cuci tangan setelah melepas sarung tangan Anda.

 

(Adelina Wahyu Martanti)

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS