Sukses

Minum Jus Seledri dan 4 Cara Alami Turunkan Darah Tinggi Tanpa Obat

Liputan6.com, Jakarta - Darah tinggi merupakan penyakit yang perlu dikontrol secara rutin agar tidak berujung pada kondisi yang tak diinginkan seperti stroke.

Selain konsumsi obat, ada cara alami yang bisa diterapkan sehari-hari untuk mengontrol darah tinggi.

Menurut dokter spesialis jantung dan pembuluh darah Vito Damay, setidaknya ada 5 cara alami untuk turunkan darah tinggi tanpa obat. Kelima cara tersebut adalah:

Minum Jus Sayur dan Buah

Pertama, minum jus seledri, mentimun, atau sayuran lainnya. Selain dijus, dimakan langsung pun boleh.

“Ini benar bisa menurunkan tekanan darah, bahkan kalau minum jus buah pun itu bisa menurunkan tekanan darah,” ujar Vito dalam video yang diunggah di YouTube DRV Channel yang dikutip setelah dihubungi Health Liputan6.com, Senin (17/10/2022).

“Karena memang buah-buahan dan sayuran misalnya seledri itu dapat membantu menetralisir hormon yang membuat tekanan darah semakin tinggi karena pembuluh darah yang menguncup. Jadi dia membantu melebarkan pembuluh darah sehingga tekanan darah pun menjadi turun.”

Jus ini juga boleh digabung dengan bawang putih tunggal. Namun, sebelum meminum jus ini pasien perlu memberitahukan dokter supaya bisa berdiskusi terlebih dahulu.

Jalan Cepat

Jalan kaki khususnya jalan cepat juga bisa sangat membantu menurunkan darah tinggi. Jalan cepat bisa dilakukan di mana pun, seperti di taman, di tempat olahraga, bahkan di mal.

“Jalan cepat selama 30 menit sehari, lakukan 5 hingga 7 kali dalam seminggu. Kalau setelah makan lebih dari 30 menit misalkan jalan cepatnya 50 menit ya boleh.”

Jalan cepat membantu sirkulasi darah dalam tubuh menjadi lebih baik. Tekanan darah pun bisa lebih stabil karena tekanan darah di pembuluh darah lebih rileks.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Tidur Cukup

Kedua, tidur yang cukup. Menurut Vito, cukup tidur sangat berpengaruh pada penurunan darah tinggi.

“Anda yang sampai malam masih main gadget atau masih rapat zoom itu akan membuat tekanan darah kurang stabil. Tapi ketika Anda tidur tepat waktu, reguler, teratur setiap harinya maka ini membuat tekanan Anda semakin rileks.”

“Rahasianya di sini nih, ada yang namanya irama sirkadian atau bioritmik tubuh. Ketika kita bangun pagi, kita memang cenderung lebih tinggi tensinya karena mempersiapkan diri kita untuk kegiatan sehari-hari,” kata Vito.

Ketika beranjak sore ke malam hari, tubuh mempersiapkan diri juga untuk tidur dan beristirahat. Namun, rangsangan cahaya dari gawai dan TV membuat tubuh membangkitkan hormon stres yang membuat seseorang tetap terjaga.

“Susah untuk tidur akhirnya membuat tekanan darah ikut naik juga. Ketika Anda masuk fase di mana harusnya Anda istirahat, mungkin malam atau subuh harusnya tekanan darah juga semakin turun dan detak jantung lambat karena memang harusnya tidur.”

Namun, jika terus terjaga hingga larut malam, maka tekanan darah yang harusnya turun pun akan tetap tinggi. Hal ini mengakibatkan tubuh tak terasa segar saat bangun pagi.

3 dari 4 halaman

Santai

Cara alami berikutnya yang bisa menurunkan tekanan darah tinggi adalah santai atau rileks. Ini bisa dilakukan dengan menemukan hobi.

“Ada pasien saya yang belajar piano ada juga yang hobinya memperbaiki sepeda, melukis, mendengarkan musik ini membuat mereka rileks.”

“Jadi temukan hobi Anda dan lakukan itu, nikmati diri Anda,” kata Vito.

Memiliki perasaan yang rileks juga penting bagi pasien darah tinggi yang masih aktif bekerja. Di sela-sela pekerjaan, maka perlu ada waktu untuk rileks atau me time.

“Rileks dan me time sangat membantu Anda lebih produktif di kemudian hari. Jadi, rileks pada tempatnya, nonton film sekalipun asal jangan tengah malam itu membantu menurunkan tekanan darah.”

4 dari 4 halaman

Kurangi Garam

Kiat turunkan darah tinggi tanpa obat yang kelima adalah mengurangi konsumsi garam. Vito menyarankan untuk menghindari penggunaan garam tambahan ketika hendak makan.

“Saya sendiri di rumah jarang pakai garam tambahan. Bahkan pakai garam aja jarang karena saya mengandalkan bumbu-bumbu dari pekarangan rumah. Ada bawang, sayuran, bumbu-bumbu, dan itu bisa digunakan untuk bumbu juga.”

Jumlah garam yang optimal dikonsumsi tubuh maksimal satu sendok teh dalam sehari. Ini sangat sedikit dan biasanya terkandung dalam berbagai bahan makanan selain garam dapur. Contohnya, kecap manis yang juga mengandung natrium walau tidak terasa asin.

Kelima cara ini dapat digabungkan dengan konsumsi obat sehari-hari. Pasalnya, kelima cara ini tidak menggantikan obat yang seharusnya diminum. Namun, bisa mengurangi dosisnya. Cara-cara ini juga bisa menyembuhkan darah tinggi pada orang-orang yang tidak mengalami komplikasi. Khususnya pada anak muda yang belum pernah stroke.

“Tapi apabila memang sudah harus dibantu dengan obat, maka minum obat tambah dengan 5 cara tadi,” pungkasnya.

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS