Sukses

Sayangi Tubuh, Kenali Gejala Khas Penyakit Jantung

Liputan6.com, Jakarta - Semua orang berharap memiliki jantung yang sehat hingga tua. Maka dari itu penting untuk mengetahui macam-macam serta gejala penyakit jantung.

Penyakit jantung pun ada banyak macamnya mulai dari penyakit jantung koroner (PJK), aritmia, gagal jantung, maupun penyakit katup jantung. Penyakit-penyakit tersebut membahayakan karena dapat berakibat fatal.

"Serangan jantung adalah kondisi yang life-threatening, kondisi yang bisa berbahaya, dan yang perlu mencari pertolongan kesehatan segera," jelas dokter spesialis penyakit dalam dan konsultan kardiovaskular RS EMC Pulomas, Didi Kurniadhi di Healthy Monday bersama Liputan6.com dan EMC Healthcare pada Senin (26/09/2022)

Guna mencegah fatalitas akibat kondisi tersebut, penting untuk mengetahui gejala-gejala apa saja yang timbul jika seseorang mengidap penyakit jantung.

Gejala umum yang menandakan ada masalah di jantung antara lain nyeri dada, dada tidak nyaman, mudah lelah, berdebar-debar, sesak napas, dan terkadang disertai pingsan seperti disampaikan dokter spesialis jantung dan pembuluh darah konsultan dari RS EMC Tangerang Aron Husink pada kesempatan yang sama.

Selain itu, terdapat gejala lain yang mungkin dirasakan tergantung jenis penyakit jantung yang diderita. Misalnya, pada penyakit jantung koroner (PJK), gejala lainnya yaitu nyeri leher, rahang, tenggorokan, daerah perut bagian atas maupun punggung. Rasa nyeri, mati rasa, kelemahan atau kedinginan di kaki atau lengan juga dapat muncul apabila pembuluh darah di area tubuh menyempit.

Untuk aritmia, gejala yang muncul juga disertai rasa pusing, jantung berdetak lebih cepat dari normal (takikardia) atau lebih lambat dari normal (bradikardia).

Sedangkan untuk gagal jantung (CHF), gejala yang dirasakan yaitu mual dan menurunnya nafsu makan, berkurangnya kemampuan untuk berolahraga, detak jantung tidak teratur, dan pembengkakan pada area perut. Kenaikan berat badan yang signifikan dari penumpukan cairan, kesulitan berkonsentrasi atau menurunnya kewaspadaan juga merupakan gejala yang muncul mengutip dari laman mayoclinic.

 

 

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.

2 dari 4 halaman

Kapan Harus ke Dokter?

Risiko bahaya yang dibawa penyakit jantung sangat besar sehingga penting bagi kita melakukan deteksi agar tak terserang penyakit jantung.

"Yang paling bagus adalah melakukan skrining atau deteksi sedini mungkin," ucap dokter spesialis penyakit dalam dan konsultan kardiovaskular RS EMC Pulomas, Didi Kurniadhi dalam kesempatan yang sama.

Jika mengalami gejala tersebut, Aron menyarankan untuk segera memeriksakan diri ke dokter untuk menjalani pemeriksaan. Diantaranya dengan pemeriksaan rekam jantung atau elektrokardiogram (EKG) dan rontgen. Lalu, dapat juga dilanjutkan dengan beberapa pemeriksaan jantung yang lain seperti ekokardiografi atau USG jantung maupun CT scan jantung tergantung keluhan yang dirasakan oleh pasien.

Di acara yang sama, Aron juga menjelaskan alasan rokok dapat memengaruhi kesehatan jantung.

"Dengan jumlah perokok aktif yang besar, tentunya penting mengetahui dampak rokok bagi jantung guna mengurangi risko penyakit jantung. Ketika asap tembakau beserta kertas pembungkusnya terbakar dan asapnya terhirup, maka zat-zat dari asap itu akan masuk ke paru-paru kemudian masuk ke dalam sirkulasi darah kita," katanya.

Zat-zat beracun itu akan menyebabkan kerusakan pada sel-sel yang melapisi pembuluh darah sehingga terjadi gumpalan lemak. Kondisi inilah yang menyebabkan penyumbatan di pembuluh darah jantung koroner, jelasnya lagi.

"Ketika sumbatan ini terjadi di pembuluh darah arteri koroner, jadi jantungnya tidak bisa mendapatkan makanan dengan baik. Nah, itulah disebutkan namanya penyakit jantung koroner," lanjut Aron.

 

 

3 dari 4 halaman

Prosedur PCI dan CABG

Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah sekaligus konsultan kardiologi intervensi RS EMC Cikarang, Kabul Priyantoro menjelaskan mengenai dua prosedur yang dapat digunakan untuk penyakit jantung koroner (PJK) yaitu prosedur PCI dan CABG.

Menurut dokter Kabul, penderita penyakit jantung koroner dapat ditangani dengan prosedur Percutaneous Coronary Intervention (PCI) ataupun Coronary Artery Bypass Graft (CABG) tergantung kondisi pasien.

PCI merupakan prosedur intervensi non bedah dengan menggunakan kateter untuk melebarkan atau membuka pembuluh darah koroner yang menyempit dengan balon atau stent, dikutip laman Pusat Jantung Nasional Harapan Kita. Kelebihan Tindakan ini yaitu pasien tidak memerlukan waktu pemulihan yang lama.

“Jadi habis Tindakan PCI, pasien besoknya atau sorenya bisa nonton film di bioskop lagi,” jelas dr. Kabul.

Sedangkan CABG merupakan prosedur bedah yang dilakukan khusus bagi mereka yang mengalami penyumbatan atau penyempitan arteri serius. Tentunya, dalam pemilihan kedua prosedur ini dokter akan mempertimbangkan tanda-tanda serta kondisi yang dialami pasien terlebih dahulu sebelum memutuskan sehingga dapat memberi manfaat bagi pasien tersebut.

4 dari 4 halaman

Pentingnya Pola Hidup Sehat

Meskipun telah menjalani prosedur di atas, pola hidup sehat tetap harus diterapkan sebab proses tersebut bukan mengobati penyakit dasar seperti hipertensi, diabetes, serta kadar kolesterol tinggi, tetapi mengatasi sumbatan akibat penyakit-penyakit tersebut.

Dengan menjalani pola hidup sehat, kita dapat menurunkan risiko terkena penyakit jantung. Tak hanya itu, pola hidup sehat juga bermanfaat untuk menjaga tubuh kita tetap sehat dan bugar serta menghindarkan diri dari berbagai penyakit lainnya.

Oleh sebab itu, kita harus membiasakan diri dengan pola hidup sehat. Hal-hal yang dapat dilakukan untuk menerapkan pola hidup sehat antara lain dengan menghentikan kebiasaan merokok, menurunkan berat badan yang berlebihan, mengatur pola makan yang sehat serta olahraga secara rutin.

Menghindari konsumsi makanan tidak sehat seperti makanan yang mengandung banyak lemak serta kebiasaan mengkonsumsi makanan yang asin merupakan cara sederhana yang dapat dilakukan untuk memulai pola hidup sehat. Selain itu, mengurangi stres dan memperbaiki jam tidur juga perlu untuk dilakukan. Ayo sayangi jantung kita dengan menerapkan pola hidup sehat sedari dini.

 

(Adelina Wahyu Martanti)

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.