Sukses

Mau Coba Retinol untuk Cegah Penuaan Dini dan Jerawat? Bisa Dimulai dari Usia 25 Tahun

Liputan6.com, Jakarta - Produk perawatan wajah atau skincare dengan kandungan retinol dianggap dapat membantu mengurangi munculnya garis-garis halus di area wajah. Kandungan satu ini tidak lagi asing dalam rangkaian skincare untuk mencegah penuaan dini.

Retinol sendiri merupakan turunan dari vitamin A yang memiliki mampu memberikan nutrisi pada tubuh untuk pergantian sel. Dokter kulit di New York, Whitney Bowe mengungkapkan bahwa penggunaan retinol dapat memberikan banyak manfaat.

"Ini bisa digunakan sebagai perawatan kulit topikal untuk meregenerasi kulit, mencerahkan warna kulit, mengurangi jerawat, dan meningkatkan produksi kolagen. Bahkan retinol juga bisa berfungsi seperti antioksidan untuk membantu mengatasi radikal bebas yang mengarah pada tanda-tanda penuaan," ujar Whitney mengutip laman Vogue, Rabu (3/8/2022).

Menurut ahli dermatologi, Francesca Fusco, retinol pun mampu dikatakan sebagai bahan aktif yang mampu melakukan segala hal dalam satu waktu, baik secara medis maupun di dalam sebuah kosmetik.

"Saya menganggapnya sebagai standar emas dalam perawatan kulit dan sering menjelaskan pada pasien saya bahwa retinol merupakan sesuatu yang bisa menyapu sel-sel kulit mati, pori-pori tersumbat, dan kulit kusam," kata Francesca.

Namun penting untuk mengingat bahwa penggunaan retinol sebaiknya tidak sembarangan. Kebanyakan wanita baru mulai menggunakan retinol pada usia 30an. Padahal, penggunaan retinol bisa sebelum kepala tiga lho.

"Pertengahan dua puluhan yakni usia 25 tahun adalah waktu yang tepat untuk menggunakan retinol," ujar dokter spesialis kulit dan ahli bedah kulit, Ellen Marmur.

2 dari 4 halaman

Gunakan Retinol Secara Perlahan dan Lembut

Menurut Whitney, keseimbangan dalam penggunaan retinol menjadi sangat penting. Hal tersebut lantaran menggunakan retinol yang terlalu berlebihan justru dapat berdampak negatif pada kulit.

"Retinol bisa sangat mengiritasi jika digunakan terlalu sering atau jika formulasinya terlalu kuat untuk kulit Anda," kata Whitney.

Ia menyarankan untuk mulai menggunakan retinol hanya dengan seukuran kacang polong dan formulasi rendah. Anda juga disarankan untuk menggunakannya secara bertahap.

"Dua kali per minggu, perlahan-lahan baru meningkatkan penggunaannya untuk memberikan kulit waktu dan kesempatan untuk menyesuaikan diri. Hindari juga penggunaan retinol pada hari sebelum Anda melakukan eksfoliasi," ujar Whitney.

"Pengelupasan bersifat abrasif dan menjengkelkan, dan Anda tentu tidak ingin menambah iritasi dengan meningkatkan sensitivitas kulit Anda," tambahnya.

Terlebih, menggunakan retinol secara perlahan juga dianggap dapat membantu kulit yang sensitif untuk terhindar dari kemerahan atau jerawat saat menggunakan retinol. 

3 dari 4 halaman

Dianjurkan Peka pada Efek Samping

Ellen mengungkapkan bahwa saat menggunakan retinol, pengguna pun harus lebih peka terhadap efek samping yang mungkin muncul. Seperti iritasi ringan, kekeringan, dan meningkatnya kepekaan kulit terhadap sinar matahari.

Namun bila efek samping yang muncul seperti pengelupasan yang intens, kemerahan, dan rasa terbakar, maka Anda perlu waspada terhadap retinol.

"Jika Anda tidak bisa mentolerir retinol, tak usah khawatir. Ini bukan satu-satunya cara untuk mencegah penuaan. Ada banyak bahan lainnya yang bisa digunakan untuk mencegah penuaan dini," ujar Ellen.

Penggunaan retinol juga dianjurkan hanya pada malam hari. Pastikan pula keesokan harinya Anda menggunakan tabir surya (sunscreen) setidaknya dengan SPF 30 untuk melindungi kulit dari paparan sinar matahari.

"Retinol membuat kulit Anda lebih sensitif terhadap sinar UV dan sinar matahari mengurangi kemanjuran produk. Jadi jangan gunakan retinol saat Anda harus berhadapan dengan matahari secara langsung dalam waktu lama," ujar Whitney.

4 dari 4 halaman

Butuh Usaha Ekstra dalam Penggunaan Retinol

Penggunaan retinol diketahui membutuhkan langkah yang lebih ekstra untuk berubah menjadi asam retinoat dibandingkan dengan retinoid. Terlebih, retinol juga dianggap dapat lebih bermanfaat bagi kulit yang memang mampu menangani vitamin A dengan konsentrasi tinggi.

"Agar kulit Anda dapat memproses vitamin A dan manfaatnya, perlu mengubah retinol menjadi asam retinoat sebelum dapat digunakan. Ini membuat retinol yang dijual bebas sebenarnya kurang efektif tapi lebih dapat ditoleransi untuk kulit," ujar dokter kulit dan pendiri Facet Dermatology di Toronto, dr Geeta Yadav mengutip laman Instyle.

Geeta menjelaskan, perbedaan antara retinol dan retinoid terkadang juga membingungkan, karena keduanya memang memiliki keterkaitan satu sama lain. Sehingga terkadang banyak yang sering menganggap keduanya serupa.

Retinoid sendiri merupakan turunan dari vitamin A yang diubah menjadi asam retinoat. Menurut Geeta, retinoid memang berfungsi untuk membantu proses pergantian sel.

"Retinoid sendiri bekerja untuk merangsang fibroblas, sebuah sel yang bertanggung jawab untuk produksi kolagen yang berada jauh di dalam kulit," ujar Geeta.