Sukses

5 Kesalahan yang Ganggu Kesehatan Mulut

Liputan6.com, Jakarta - Sikat gigi secara teratur dapat menjaga kesehatan mulut. Tapi, menyikat gigi bukan satu-satunya cara. Ada banyak cara yang dapat dilakukan untuk menjaga kebersihan gigi.

Seperti kita ketahui, dalam mulut itu ada banyak bakteri.  Menurut University of Illinois di Chicago College of Dentistry ada sekitar 300 jenis bakteri yang hidup di mulut. Jika Anda tak menjaga kesehatan mulut dengan baik, tentu akan berdampak buat kesehatan Anda.

Dr Amit Kapoor, yang juga seorang Ahli Bedah Laser Kosmetik dan Ahli Bedah Ortopedi Dentofacial, menjelaskan berbagai kesalahan dan kesalahpahaman kesehatan mulut seperti dilansir Health Shots:

1. Menyikat gigi terlalu keras

Menyikat gigi setiap hari juga dapat merusak lapisan gigi atas atau enamel gigi jika dilakukan keras-keras. Niat Anda mungkin agar gigi putih dan kotoran gigi segera terangkat.

"Menyikat gigi terlalu keras dapat menyebabkan kerusakan gigi dan gusi, serta sensitivitas," kata Kapoor.

Ia menyarankan untuk menyikat gigi selama dua menit setiap harinya secara menyeluruh dan lembut. Selain itu, hindari penggunaan pasta gigi yang salah. 

"Sikatlah gigi dua kali sehari, dan menyikat gigi segera setelah makan.

2. Melewatkan flossing

Penggunaan benang gigi atau flossing juga perlu. Untuk memastikan perawatan gigi yang tepat, belilah sikat gigi berkualitas baik dan ganti setiap dua hingga tiga bulan, dilengkapi dengan penggunaan benang gigi dan obat kumur. 

"Kebanyakan orang melewatkan langkah ini, tetapi ini adalah langkah terakhir tetapi paling penting dalam menjaga kebersihan mulut yang baik," ujar Kapoor. 

Flossing gigi secara teratur dapat membantu mencegah gigi menguning, melindungi email, dan menghilangkan noda. 

 

2 dari 4 halaman

Konsumsi Gula Berlebih dan Tidak Menyikat Lidah

3. Konsumsi gula yang berlebihan

Kelebihan gula dan makanan yang menempel di gigi dalam waktu yang lama dapat memperburuk kebersihan gigi. Makanan manis mendorong bakteri dalam plak sehingga menghasilkan lebih banyak asam.

"Hal ini dapat menyebabkan kerusakan gigi atau gigi berlubang dalam jangka panjang," jelas Kapoor. 

Berkumur terkadang tidak cukup untuk menghilangkan gula yang tertinggal di mulut. Akibatnya, Anda tidak punya pilihan selain membatasi asupan gula.

4. Melewatkan menyikat lidah

Saat menyikat gigi, lidah sering diabaikan. Untungnya, lidah tidak akan berlubang, tetapi itu adalah akar penyebab bau mulut dan penyakit mulut. 

"Menggosok lidah secara teratur membantu menghilangkan bakteri, sisa makanan, sel-sel mati, dan zat penyebab bau seperti jamur, racun, dan bakteri. Hasilnya, dapat meningkatkan indera perasa, membantu pencernaan, dan mencegah bau mulut," ujarnya.

5. Merokok

Merokok juga dapat berdampak pada kesehatan mulut . “Merokok, serta konsumsi tembakau dan alkohol harus dibatasi atau dikurangi untuk perawatan gigi yang tepat,” kata Kapoor. 

Merokok melemahkan sistem kekebalan tubuh dan dikaitkan dengan perkembangan penyakit gusi. Bahkan, bisa menyebabkan bau mulut, kerusakan gigi, dan peradangan kelenjar ludah.

3 dari 4 halaman

Jaga Kebersihan Mulut Turunkan Risiko Kanker

Membersihkan gigi atau flossing dan rajin ke dokter gigi secara teratur tidak hanya berguna untuk menjaga kesehatan gigi. Studi 2019 mengungkapkan, hal ini bisa menurunkan risiko terkena kanker mulut.

Sebuah penelitian yang dipresentasikan pada 31 Maret 2019 dalam pertemuan American Association of Cancer Research (AACR) menganalisis perilaku kesehatan gigi pasien. Para pasien tersebut didiagnosis dengan kanker mulut antara 2011 hingga 2014 di klinik telinga, hidung, dan tenggorokan (THT) di Ohio State University Comprehensive Cancer Center, Amerika serikat.

Melansir Live Science, peneliti membandingkan perilaku pasien dengan mereka yang non-kanker namun datang ke klinik karena masalah lain. Misalnya seperti pusing atau sakit telinga.

Para peserta penelitian mendapatkan beberapa pertanyaan. Di antaranya adalah mengenai seberapa sering mereka membersihkan gigi dengan benang (flossing), pergi ke dokter gigi, serta keaktifan seksual, dan perilaku merokok serta konsumsi alkohol. Dua gaya hidup terakhir merupakan faktor risiko kanker mulut yang bukan diakibatkan human papilomavirus (HPV).

Para peneliti kemudian menyesuaikan faktor-faktor lain seperti usia, jenis kelamin, status sosial ekonomi dan ras. Mereka menemukan bahwa orang yang tidak memiliki HPV secara oral dan ke dokter gigi kurang dari sekali setahun, memiliki risiko terkena kanker mulut dibandingkan mereka yang pergi setahun sekali. Begitu pula dengan orang yang HPV negatif, tetapi tidak pernah flossing yang memiliki risiko hingga dua kali lipat.

4 dari 4 halaman

Penting Jaga Kebersihan Mulut

Dalam studi ini, diambil kesimpulan bahwa kebersihan mulut yang buruk meningkatkan risiko kanker mulut pada orang yang tidak mengembangkan HPV dalam tubuhnya. Sementara itu, peneliti tidak menemukan kaitan orang dengan HPV yang tidak menjaga kebersihan oralnya dengan risiko terkena kanker mulut. Hipotesis yang muncul adalah mengenai peranan mikrobioma di mulut yang memiliki hubungan antar keduanya.

"Praktik kebersihan mulut yang buruk menyebabkan pergeseran mikrobioma oral Anda," kata penulis utama Jitesh Shewale dari University of Texas MD Anderson Cancer Center di Houston. Hal ini dianggap menyebabkan peradangan kronis yang bisa mengembangkan kanker.

Shewale mengatakan, kanker mulut HPV positif banyak mempengaruhi pangkal lidah dan amandel. Sementara yang HPV negatif sebagian besar berpengaruh pada rongga mulut dan dipengaruhi oleh kebersihan mulut.

Meskipun begitu, temuan ini dianggap terlalu dini apabila ingin menarik kesimpulan. Profesor kedokteran gigi dari University of British Columbia, Denise Laronde mengatakan bahwa ada banyak faktor yang kemungkinan mempengaruhi kanker mulut. Ini bisa dilihat dari kesehatan mulut yang kerap kali dianggap terpisah dari bagian tubuh lainnya.