Sukses

14 Provinsi Tidak Ada Penambahan Kasus COVID-19 per 23 Mei 2022

Liputan6.com, Jakarta - Data harian sebaran COVID-19 per 23 Mei 2022 pukul 12.00 WIB menunjukkan ada 14 provinsi tanpa penambahan kasus baru sama sekali.

Provinsi-provinsi tersebut adalah Aceh, Jambi, Bengkulu, Bangka Belitung, Kepulauan Riau, DI Yogyakarta, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Utara, Sulawesi Tengah, Gorontalo, Maluku, dan Maluku Utara.

Sedangkan, provinsi dengan penambahan kasus terbanyak hari ini dilaporkan oleh DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten.

  • DKI Jakarta hari ini melaporkan 58 kasus baru dan 115 orang telah sembuh.
  • Jawa Barat 31 kasus positif baru dan 114 sembuh dari COVID-19.
  • Banten 28 kasus konfirmasi baru dan 30 sembuh.

Data tersebut juga menunjukkan penambahan kasus positif sebanyak 174. Angka ini turut menambah akumulasi kasus positif COVID-19 menjadi 6.052.754.

Sebelumnya, yakni pada Minggu 22 Mei 2022, penambahan kasus positif tercatat sebanyak 227. Dengan demikian, penambahan kasus baru hari ini lebih rendah dari kemarin dengan selisih 53 kasus.

Penambahan juga terjadi pada kasus sembuh sebanyak 929 sehingga akumulasinya menjadi 5.893.340.

Sayangnya, kasus meninggal juga mengalami penambahan walau tidak sesignifikan beberapa bulan ke belakang. Hari ini kasus meninggal tercatat sebanyak 12 orang sehingga akumulasinya menjadi 156.534.

Sedangkan, kasus aktif hari ini mengalami penurunan sebanyak 767 sehingga akumulasinya menjadi 2.890. Data juga menunjukkan jumlah spesimen sebanyak 81.197 dan suspek sebanyak 2.610.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Laporan Sebelumnya

Data kemarin juga menunjukkan penambahan kasus sembuh sebanyak 285 sehingga akumulasinya menjadi 5.892.411.

Sayangnya, kasus meninggal juga masih mengalami penambahan. Pada Minggu, penambahan kasus meninggal tercatat sebanyak 3 orang sehingga akumulasinya menjadi 156.522.

Sedangkan, kasus aktif mengalami penurunan sebanyak 61 sehingga totalnya menjadi 3.657.

Data juga menunjukkan jumlah spesimen sebanyak 62.661 dan suspek sebanyak 2.477.

Laporan dalam bentuk tabel turut merinci 5 provinsi dengan penambahan kasus baru terbanyak. Kelima provinsi itu adalah DKI Jakarta, Banten, Jawa Timur, Jawa Barat, dan Jawa Tengah.

  • DKI Jakarta hari ini melaporkan 110 kasus baru dan 89 sembuh.
  • Banten 27 kasus positif baru dan 100 orang sembuh.
  • Jawa Timur di peringkat ketiga dengan 25 kasus baru dan 26 sembuh dari COVID-19.
  • Jawa Barat 19 kasus baru dan 17 sembuh.
  • Jawa Tengah 10 kasus baru dan 14 telah sembuh.

Provinsi lain tidak menunjukkan penambahan kasus baru yang terlalu signifikan. Bahkan ada 14 provinsi tanpa penambahan kasus sama sekali. Provinsi-provinsi itu adalah Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu, Bangka Belitung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat, dan Maluku Utara.

3 dari 4 halaman

Capaian Vaksinasi 22 Mei 2022

Selain rincian penambahan kasus, data yang dibagikan Satgas Penanganan COVID-19 juga menunjukkan capaian vaksinasi COVID-19 per 22 Mei 2022.

Kemarin ada penambahan pada vaksinasi dosis pertama, kedua dan ketiga alias booster dengan rincian sebagai berikut:

  • Vaksinasi pertama bertambah 39.277 sehingga akumulasinya menjadi 199.883.553.
  • Vaksinasi kedua bertambah 72.895 sehingga akumulasinya menjadi 166.837.615.
  • Sedangkan vaksinasi ketiga bertambah 188.452 sehingga akumulasinya menjadi 44.099.737.

Total penambahan capaian vaksinasi kemarin adalah 300.624 sehingga jumlah akumulasinya menjadi 410.820.905.

Sejauh ini, vaksinasi COVID-19 masih dinilai penting. Menurut peneliti di School of Medicine, Dentistry and Biomedical Sciences, Queen's University of Belfast, Inggris, Lindsay Broadbent vaksin tidak hanya mengurangi risiko penyakit parah tetapi juga mengurangi kemungkinan penularan.

“Kita tahu dari beberapa penelitian bahwa vaksin tidak hanya mengurangi risiko penyakit parah tetapi juga mengurangi kemungkinan penularan SARS-CoV-2 di rumah hingga sekitar setengahnya. Jadi tentu saja vaksinasi dapat membantu beberapa kontak dekat agar tidak terinfeksi,” katanya mengutip CNA, Minggu (22/5/2022).

4 dari 4 halaman

Yang Tampak Kebal

Pandemi COVID-19 sudah melanda dunia lebih dari dua tahun. Selama periode ini banyak orang telah terinfeksi bahkan hingga dua kali. Namun, ada pula sebagian orang yang tidak terinfeksi sama sekali.

Apakah ini hanya kebetulan atau sekadar keberuntungan?

Lindsay Broadbent mengatakan, lebih dari 60 persen orang di Inggris telah dites positif COVID-19 setidaknya sekali.

Namun, jumlah orang yang benar-benar terinfeksi SARS-CoV-2, virus penyebab COVID-19, diperkirakan lebih tinggi. Kasus infeksi tanpa gejala juga ditemukan pada banyak orang.

Kemungkinan besar ada pula orang yang pernah terkena COVID-19 dan tidak menyadarinya. Di sisi lain, bisa saja ada sekelompok orang yang benar-benar tidak pernah terinfeksi sama sekali.

“Alasan mengapa beberapa orang tampak kebal terhadap COVID-19 adalah satu pertanyaan yang terus ada selama pandemi. Seperti banyak hal dalam sains, (belum) ada satu jawaban sederhana,” ujar Broadbent.

“Kita mungkin bisa mengabaikan teori kekuatan super Marvel-esque. Tetapi sains dan keberuntungan sepertinya memiliki peran untuk dimainkan.”

Kemungkinan lain adalah manfaat vaksinasi, virus tidak membentuk infeksi, dan gaya hidup sehat.