Sukses

Kecemasan Jadi Tanda Gangguan Kesehatan Mental pada Remaja, Ini 6 Hal yang Bisa Membantu

Liputan6.com, Jakarta Pandemi COVID-19 rentan memicu gangguan kesehatan mental pada anak dan remaja. Gangguan kesehatan mental remaja cenderung ditandai dengan perubahan mood yang berlangsung lama.

Hal ini disampaikan motivational speaker sekaligus penulis buku, Nyi Mas Diane. Ia menambahkan, gangguan kesehatan mental remaja juga dapat ditandai dengan cemas dan takut berlebihan, perubahan perilaku secara ekstrem, perubahan fisik (berat badan naik atau turun secara drastis), dan kurang konsentrasi.

Namun, Diane menegaskan agar anak-anak atau remaja jangan melakukan diagnosa sendiri, harus meminta pertolongan kepada pihak medis atau profesional.

Hal-hal yang bisa dilakukan remaja ketika mengalami kecemasan di antaranya:

- Sadari bahwa kecemasan adalah hal yang wajar.

- Cari informasi yang benar dari sumber terpercaya.

- Terbuka kepada orangtua, guru, atau konselor tentang perasaan khawatir yang dirasakan.

- Batasi melihat berita terkait COVID-19.

- Carilah pengalihan suasana dengan kegiatan yang menyenangkan.

- Hubungi teman-teman untuk jalin komunikasi.

Simak Video Berikut Ini:

2 dari 4 halaman

Mencintai Diri Sendiri

Diane menambahkan, untuk menjadi anak atau remaja dengan mental yang sehat, maka anak dan remaja harus belajar mencintai diri sendiri atau self love.

“Untuk mencintai diri sendiri terlebih dahulu kita harus menyadari atau mengenal diri sendiri, menghargai diri sendiri, memiliki kepercayaan diri, dan akhirnya dapat merawat diri sendiri,” ujar Diane mengutip keterangan pers Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA), Jumat (30/7/2021).

Pernyataan Diane senada dengan Asisten Deputi Perumusan Kebijakan Perlindungan Khusus Anak KemenPPPA, Budi Mardaya.

“Ketika anak-anak dapat mencintai diri sendiri, mereka dapat menerima segala kelebihan tanpa merasa tinggi hati, tetapi juga berlapang dada untuk merangkul semua kekurangan diri tanpa ditutupi,” kata Budi.

3 dari 4 halaman

Merawat Diri

Sementara itu, psikolog dari Himpunan Psikologi Indonesia wilayah DKI Jakarta Raya (HIMPSI JAYA), Edward A. Sutardhio mengatakan selama pandemi COVID-19, anak-anak dan remaja dapat mencintai dirinya dengan merawat diri.

Hal tersebut dapat dilakukan dengan menerapkan 3M (Mencuci tangan dengan sabun, Memakai masker, Menjaga jarak), tidur dan istirahat cukup, olahraga, makan-makanan bergizi secara cukup, beribadah, berkomunikasi dengan teman, dan mencoba hal-hal baru.

 

4 dari 4 halaman

Infografis 4 Tips Jaga Kesehatan Mental Saat Pandemi COVID-19