Sukses

Kemenkes: Konsumsi Obat Terapi COVID-19 Tidak Sesuai Resep Dokter Malah Jadi Racun

Liputan6.com, Jakarta Saat ini banyak pasien COVID-19 yang menjalani isolasi mandiri. Lalu, ada juga masyarakat yang membeli obat hanya berdasarkan rekomendasi teman atau yang beredar di WhatsApp Group. Terkait hal ini, Kementerian Kesehatan kembali mengimbau masyarakat untuk berkonsultasi terlebih dahulu sebelum membeli obat terapi COVID-19.

"Kepada seluruh masyarakat sebelum membeli obat-obatan terapi COVID-19 harus berkonsultasi dulu dengan dokter," kata Plt Dirjen Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kemenkes RI, drg Arianti Anaya.

Bila konsumsi obat tidak sesuai malah bisa merugikan tubuh. Obat yang seharusnya bisa mengobati tapi karena tidak sesuai malah menjadi racun bagi tubuh.

"Obat itu tentu punya risiko, kalau digunakan tidak sesuai malah menjadi racun bukan mengobati," kata Arianti dalam konferensi pers pada Sabtu, 10 Juli 2021.

Ia berharap masyarakat memahami hal ini sehingga tidak sembarangan dalam membeli obat dan vitamin untuk pasien COVID-19.

 

Video

2 dari 3 halaman

Stok Obat Terapi COVID-19 Aman

Di tengah isu kelangkaan obat COVID-19, Arianti juga menjelaskan agar masyarakat tidak khawatir karena stok obat sebenarnya cukup.

"Stok yang kita punya, kita sudah hitung itu cukup, dengan lonjakan kasus yang tinggi, yang tentunya membutuhkan obat-obatan," katanya.

Kementerian Kesehatan juga mendorong industri farmasi agar meningkatkan kapasitas produksi obat terkait penanganan COVID-19. Bila ada bahan yang harus impor, sebaiknya proses tersebut dipercepat.

Mengenai fakta di lapangan masyarakat masih mengalami kelangkaan obat, Arianti mengatakan ini karena distribusi belum berjalan optimal.

"Distribusi ini harus dipercepat karena stoknya ada. Sekarang tinggal dorong agar industri bisa mendorong obat ini ke fasiltas kesehatan dan apotek sehingga masyarakat bisa mengakses," katanya.

3 dari 3 halaman

Infografis Harga Eceran Tertinggi Obat dalam Masa Pandemi Covid-19