Sukses

Studi Ungkap Daftar Makanan Ini Bisa Memicu Risiko Kanker Payudara

Liputan6.com, Jakarta Meski secara ilmiah penyebab Kanker payudara belum diketahui, namun menurut sebuah penelitian, makanan yang meningkatkan peradangan di seluruh tubuh menyebabkan meningkatnya risiko kanker payudara sebesar 12 persen.

Temuan tersebut dipresentasikan dalam konferensi online Nutrition 2021 Live. Para peneliti menilai dampak dari pilihan makanan selama 14 tahun dan menemukan bahwa makanan yang meradang berhubungan dengan jenis kanker payudara. Ini berhubungan di antara wanita pramenopause—hubungan yang terjadi terlepas dari jenis kanker lainnya.

 

 

2 dari 5 halaman

Makanan tersebut antara lain:

- Gula, termasuk sirup jagung fruktosa tinggi

- Karbohidrat olahan

- Gorengan

- Daging olahan seperti hot dog dan sosis

- Lemak jenuh

Penulis pertama studi tersebut Carlota Castro-Espin, Ph.D.(c) di Catalan Institute of Oncology di Spanyol, dalam pernyataannya menyebutkan bahwa sebagian besar penelitian melihat konsumsi dan risiko kanker payudara cenderung berfokus pada nutrisi tunggal atau makanan daripada keseluruhan makanan, seperti dilansir This Eat.

Studi ini penting, tambahnya, karena orang tidak mengkonsumsi nutrisi tunggal, melainkan makanan dalam kombinasi. Misalnya saja, makan daging olahan dengan roti yang diolesi dengan margarin, dan minum minuman bersoda yang manis. Menurut David Hanscom, MD, seorang dokter yang berfokus pada pengendalian peradangan pada tubuh, makanan kombinasi tersebut menyebabkan lonjakan besar dalam respons peradangan

Kemudian menyebabkan sistem kekebalan mencoba dan mengendalikan reaksi tersebut, tetapi jika Anda secara teratur makan makanan ini, sistem tidak akan mendapatkan kesempatan untuk berhenti.

Inilah yang dapat menempatkan Anda pada risiko kanker payudara, seperti yang ditunjukkan oleh penelitian baru-baru ini, tetapi itu juga telah terbukti meningkatkan kemungkinan banyak masalah lain, termasuk gangguan autoimun, masalah kardiovaskular, obesitas, diabetes, dan jenis kanker lainnya.

 

3 dari 5 halaman

makanan ini bukan satu-satunya pemicu respons peradangan

Hanscom menegaskan, makanan ini bukan satu-satunya pemicu respons peradangan. "Stres bisa menjadi penyebab utama peradangan, bersama dengan kurang tidur, merokok, alergi makanan, dan penyakit kronis," katanya.

Kabar baiknya, lanjut Hanscom, ada banyak cara untuk menurunkan peradangan, dan strategi tersebut membantu meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan Anda. Apa saja? Ia menyarankan untuk mengatasi stres terlebih dahulu. Kalau Anda hanya mengubah pola makan tanpa mengatasi perasaan marah akan memiliki efek yang terbatas.

"Bagi banyak orang, stres adalah penyebab mendasar dari beberapa pilihan makanan, terutama makanan yang menyebabkan peradangan, jadi Anda menambah masalah," katanya.

Untuk menghilangkan stres, Anda bisa saja memulai dengan hanya menulis di diary. Ini dapat mengurangi respons peradangan tersebut. Kemudian, memilih makanan anti-inflamasi seperti buah-buahan dan sayuran sehingga Anda tetap berada di jalur yang benar.

 

4 dari 5 halaman

Infografis Akar Bajakah dari Kalimantan Bisa Sembuhkan Kanker?

5 dari 5 halaman

Simak Video Berikut Ini: