Sukses

Lonjakan COVID-19 Bangkalan, 178 Tenaga Medis dan 121 Vaksinator Diterjunkan

Liputan6.com, Bangkalan Sebanyak 178 tenaga medis dan 121 vaksinator diterjunkan demi menghadapi lonjakan COVID-19 di Bangkalan, Madura, Jawa Timur. Tak hanya itu saja, tempat tidur COvID-19 hingga fasilitas isolasi mandiri juga dipersiapkan pemerintah daerah setempat.

Bupati Bangkalan R. Abdul Latif Amin Imron menyampaikan, pihaknya telah menyiapkan 178 tenaga medis dan 121 tenaga vaksinator serta penambahan ruang dan tempat tidur untuk pasien COVID-19. 

Ada 150 tempat tidur di RSUD Syarifa Ambami Ratoh Ebu yang saat ini terpakai 93 pasien. Kemudian 74 tempat di Balai Diklat, terpakai 35, dan di Balai Latihan Kerja (BLK) 30 tempat tidur, terpakai 17 pasien OTG.

“Untuk penyekatan masih diberlakukan di wilayah Arosbaya, di penyeberangan Kamal dan akses masuk Suramadu sisi Madura,” ujar Abdul Latif yang juga sebagai Ketua Satgas Penanganan COVID-19 Kabupaten Bangkalan di Bangkalan, Madura pada Selasa, 8 Juni 2021.

 

 

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

2 dari 5 halaman

Kasus COVID-19 Meningkat, dari 12 Jadi 322

Abdul Latif menambahkan, data kasus COVID-19 terhitung 10 April-7 Juni 2021 meningkat di 4 kecamatan yang ada di Bangkalan. Satgas COVID-19 Kabupaten Bangkalan mencatat kenaikan kasus konfirmasi positif COVID-19, dari 12 kasus menjadi total 322.

“Pasien COVID-19 tertinggi ada di empat kecamatan, yakni Kecamatan Arosbaya, Klampis, Geger dan Kecamatan Kota,” tambahnya dalam keterangan tertulis yang diterima Health Liputan6.com.

Secara umum, kasus konfirmasi positif COVID-19 melonjak di beberapa wilayah Jawa Timur, khususnya Kabupaten Bangkalan. Kenaikan kasus COVID-19 dipicu oleh penularan pada klaster keluarga setelah mereka melakukan mudik Lebaran.

3 dari 5 halaman

Pasien COVID-19 Dirujuk ke RS di Surabaya

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menegaskan, rumah sakit di Bangkalan harus dirajut dulu supaya tekanannya tidak terlalu besar. Bagi pasien yang sudah sakit, terutama gejala sedang dan berat bisa juga dirujuk ke rumah sakit di Surabaya.

“Di Surabaya, kapasitasnya bagus dan masih cukup. Tenaga kesahatan, perawat, dan obat-obatan, ventilator sudah kita tambah, sehingga tekananannya berkurang, Nakes enggak usah terlalu keras kerjanya," katanya saat meninjau pos penyekatan dan tes rapid antigen di Jembatan Suramadu sisi Surabaya, Selasa (8/6/2021).

Untuk pencegahan, Budi Gunadi mengingatkan, jangan dikurangi.  "Saya juga bilang pakai masker itu nomor satu. Saya sudah ngomong ke Pak Bupati dan juga kepada teman-teman di Bangkalan itu pakai masker lebih bagus," ujarnya.

4 dari 5 halaman

Infografis Perilaku 3K Bantu Kesembuhan Pasien Covid-19 Lebih Cepat

5 dari 5 halaman

Simak Video Menarik Berikut Ini: